Pertualangan Gadis Cantik

Pertualangan Gadis Cantik
Ch. 16 MALANGNYA.......


__ADS_3

Pandangan Realted , Started dan Ling Ling langsung terarah pada berbagai makanan yang sudah tersaji di meja makan , tepatnya di ruang tengah.


Mereka menghampiri meja makan dan langsung duduk dikursi , mereka berlima duduk melingkar .


" Ayo jangan malu-malu , silahkan di coba " ucap Yinly dengan senyum manisnya


" Heh gadis kecil apa lagi yang kau rencanakan " ucap Realted


" Rencana apa , aku tidak merencanakan apapun " ucap Yinly dengan wajah polosnya


" Dihh, penuh muslihat " balas Realted


" Sudah sudah kalian di meja makan juga mau ribut haa , kapan aku akan makan " ucap Kakek Luang dengan sedikit keras


" Dia duluan yang memulai .... " Ucap Yinly


" Apa kenapa jadi aku , kauu " ucap Realted dan langsung dipotong oleh Ling Ling


" Aihh ayolah , aku sudah lapar tidak bisakah kau berhenti menanggapi perkataan kakakku dan makan makanan mu " ucap Ling Ling dengan nada tinggi karena marah


" Tuan tenanglah , jangan emosi begitu , ini makanlah ini sangat enak " ucap Started dengan menaruh sayur sup kedalam piring Ling Ling


" Huhh , yasudah....." ucap Ling Ling dan mulai memakan makanan nya


Kakek Luang juga mulai mencicipi kuah sup yang terlihat lezat dengan penuh warna sayuran berwarna hijau itu. Started dan Yinly juga mulai memakan makanan nya , hanya Realted yang masih menatap makanan didepannya dan mengambil beberapa lalu mencium aromanya.


" Heii aku tidak akan menaruh racun kedalam makanan nya , apa harus setakut itu dengan makanan ku " ucap Yinly yang sedari tadi memperhatikan Realted yang tidak mengunyah makanan apapun.


" Yaa aku hanya memastikan saja , apa salahnya " balas Realted dengan acuh


" Ciehh " ' sombong banget dehh ' batin Yinly dan mulai melahap makanan nya


Lalu karena penasaran Kakek Luang bertanya pada Yinly apa saja yang dia masukkan ke dalam sup sayur ini , karena rasanya berbeda dengan buatannya


" Yinyin bahan apa yang kau gunakan untuk membuat rasa yang berbeda ini ?" tanya Kakek Luang


" yang ada di dapur " balas singkat Yinly


" Haih aku tau , tapi kau sepertinya menambah benda lain aku selalu membuat menu up sayur setiap hari tapi tidak pernah selezat ini " ucap Kakek Luang yang mulai menjelaskan

__ADS_1


" Ohh , tadi karena tidak ada bawang merah, lengkuas, dan merica jadi aku mencarinya di ruang penyimpanan ku " ucap Yinly " mmm tadi aku juga menambahkan jahe kedalam nya , yang aku lihat masih tertanam di dalam pot yang ada di atas meja " lanjut Yinly dan Kakek Luang, Realted dan Started memuntahkan makanan nya seketika.


" Byurr , apa aku tidak salah dengar " ucap Started


" Kauu , kau menambahkan Ginseng putih ku kedalam sup ini ? " tanya Kakek Luang dengan syok


" Ohh namanya Ginseng putih ya , aku kira itu jahe abis warnanya sama sama putih , baunya juga hampir sama seperti jahe " ucap Yinly yang masih meneruskan makanan nya


Ling Ling tidak berminat bergabung dengan percakapan itu jadi dia hanya diam dan memakan makanannya.


" 🀭🀭,. Bwahaha 🀣🀣 , kau menambahkan Ginseng putih itu , kau tau bahkan aku saja tidak diperbolehkan melihatnya walau sekilas apalagi menyentuh nya , dan kau malah menambahkan kedalam sup ini " ucap Realted dengan tertawa terbahak-bahak


Started hanya bisa menggelengkan kepalanya dan menghela nafas lalu kembali melanjutkan makannya yang tertunda karena jawaban Yinly.


" πŸ˜–πŸ˜– Huaaa , Ginseng putih ku , itu adalah harta karun ku , Ginseng putih berusi 5.000 tahun " ucap Kakek Luang dengan menangis dan bertambah keras


" Ehh Kek aku mana tau itu harta karun mu , maaf ya " ucap Yinly dengan wajah polosnya dan berhenti menyantap makanan nya dan meminta maaf pada Kakek Luang


" Kau pikir semudah itu berkata maaf , aku sudah merawatnya dari aku kecil , sekarang malah hilang begitu saja 😩😩🀧 " ucap Kakek Luang dan menangis terisak-isak


" Ehh kek jangan nangis lagi , aku ganti deh , boleh kan " ucap Yinly dengan mulai menenangkan Kakek Luang


Mereka yang ada dimeja makan melihat dengan mulut yang menganga lebar dan hanya Ling Ling yang tetap santai dengan mengunyah makanan nya , karena dia tau mungkin kakaknya mendapatkan nya di hutan hewan buas karena banyak tanaman herbal yang langka.


Dan banyak juga hewan buasnya jadi sedikit orang yang berani masuk kedalam hutan , dan takut hewan-hewan buas itu menyerang orang orang keluarga Xiao ayahnya menyuruh penjaga tingkat tinggi yang menjaga setiap sudut hutan itu , demi keselamatan semua orang yang ada dibawah pimpinan keluarga bangsawan Xiao.


" Sebanyak ini , bagaimana bisa " ucap Started dengan kebingungan dan mengucek matanya karena mungkin yang dia lihat hanya ilusi


" Astaga , jika dijual aku akan kaya raya "ucap Realted dengan mengambil satu , namun sebelum dia mencoba mengambil nya Kakek Luang memukul tangannya


" Awww sakit , kenapa kau memukul tanganku ? " Ucap Realted dengan memegang tangan nya yang dipukul oleh Kakek Luang


" Kauu darimana kau mendapatkan nya bahkan umurnya lebih tua dari milikku ? " tanya Kakek Luang dengan sedikit curiga


" Haihh , pertama aku tidak mencuri , dan kedua aku tidak membelinya "ucap Yinly dengan datar


" Lalu dari mana ? " ucap Kakek Luang, Realted dan Started serempak


" Kami adalah nona muda kedua dan nona muda ketiga dari keluarga bangsawan Xiao tentu saja kakak mendapatkan nya di hutan hewan buas yang ada di kawasan keluarga bangsawan Xiao dari mana lagi " balas Ling Ling dengan mengunyah makanan nya

__ADS_1


" Hehh adikku pintar juga ya " ucap Yinly dengan mengacak rambut Ling Ling dan hanya dibalas senyuman oleh Ling Ling


" Hutan hewan buas , apa kau tidak takut dimakan oleh hewan buas ? " tanya Started


" Untuk apa , aku jenius bisa menggunakan racun jika hewan hewan itu macam macam aku tinggal lempar kan racun peledak bereskan " jawab Yinly dengan wajah polosnya dan Ling Ling yang mendengar hanya tertawa kecil.


" Hahaha, kau memang jenius , tapi usia Ginseng putih ini tidak sampai setua milikku jika ada didalam sana dengan ribuan hewan buas " ucap Kakek Luang


" Tentu saja tidak , Kakek pernah memberi ku kotak itu, apa kakek tidak tau apa isinya ? " Yinly balik bertanya pada Kakek Luang


Kakek Luang hanya terdiam dan mengerutkan keningnya , tentu dia tidak tahu karena itu hanya amanat , dia ditugaskan oleh kaisar ular untuk menyembunyikan kotak itu dan tidak memperbolehkan untuk membuka ataupun melihat nya , karena hanya orang yang pantas dan pemilik sah nya saja yang bisa membukanya.


Dan lamunannya terhenti karena suara ketukan meja yang Yinly buat


" Tok tok tok , kek jangan bilang kalau kakek tidak tau apa isinya ? " tanya Yinly dengan menaikkan alisnya


" Tidak " balas Kakek Luang dengan singkat


Semua yang ada di sana hanya menepuk jidat mereka.


' apa-apaan ' batin Yinly


" Kakek tidak tahu, didalamnya ada sebuah cincin dan seruling bambu , serta sebuah kitab yang bertuliskan ilmu racun " ucap Yinly


" Ohh karena itu kakak tidak kenapa napa ketika diam diam keluar ke hutan hewan buas untuk mengambil beberapa tanaman herbal" ucap Ling Ling dengan penuh kekaguman


Dan Yinly yang mendengar hanya tersenyum dan membanggakan diri nya.


" Ohh begitu, pantas saja aku tidak diperbolehkan membukanya , hormat hamba Dewi racun " ucap Kakek Luang dan secara spontan langsung berdiri dari tempat duduknya dan bersujud kepada Yinly dan memberi hormat


" Ehh kek apa yang kau lakukan , jangan begitu bangunlah ada apa sebenarnya " ucap Yinly dengan memapah Kakek Luang agar kembali duduk di tempat duduknya.


Lalu dia menceritakan bagaimana dia beri titah untuk menjaga kotak itu dan akhirnya bertemu dengan Yinly.


( Bingung ma ceritanya , kapan Yinly pergi ke hutan hewan buas , di chapter sebelumnya kok gaada . Aku ceritakan di chapter berikutnya dengan bagaimana Kakek Luang diberi titah )


hai haii para readerss 😊😁😁


yang mau tau lanjutannya baca di chapter berikutnya ya 😊 sampai ketemu di chapter berikutnya✌️

__ADS_1


__ADS_2