
( Bingung ma ceritanya , kapan Yinly pergi ke hutan hewan buas , di chapter sebelumnya kok gaada . Aku ceritakan )
perjalanan pulang dari pasar ( Ch. 2 ASOSIASI BAMBU MERAH )
' hmmm seperti nya aku harus mencari beberapa tanaman herbal lain , jika hanya beberapa pil ini masih bisa , tapi ini saja tidak akan cukup bagaimana jika terjadi hal mendesak , aku harus membeli lebih banyak lagi nanti ' batin Yinly dengan mengingat ingat beberapa tanaman herbal dan pil yang ia beli di asosiasi BAMBU MERAH
sebelum sampai di pintu masuk kediaman keluarga bangsawan Xiao , ia berpaling ke arah beberapa penjaga yang ada disekitar hutan sebelah kediaman keluarga bangsawan Xiao
" Apa yang mereka lakukan , mereka petarung tingkat tinggi dari keluarga Xiao bukan ? " Ucap Yinly pada dirinya sendiri
Para penjaga pintu masuk kediaman keluarga bangsawan Xiao yang mendengar hal itu , menjawab
" Nona muda kedua, mereka ditugaskan untuk menjaga setiap sudut yang ada di hutan hewan buas itu , karena dua hari yang lalu ada salah satu warga yang pergi kesana untuk mencari tanaman herbal di hutan lapisan pertama.
Namum hampir diterkam oleh binatang buas, untung ada penjaga yang mendengar teriakannya jika tidak , Tidak ada yang tau bagaimana nasibnya " jelas salah satu penjaga dengan
"ohhh " jawab Yinly singkat ' heh kalau begitu bukankah itu akan menyenangkan untuk bermain-main disana , heheh malam ini aku harus pergi kesana ' batin Yinly dengan sesekali memperlihatkan senyum liciknya .
Penjaga yang melihat senyum menakutkan dari Yinly itu hanya bisa meneguk ludah , takut jika berkata akan menyinggung nya jadi hanya bisa diam membisu seribu bahasa.
Lalu Yinly kembali kek kediamannya, dan meracik beberapa obat-obatan untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu padanya saat dihutan hewan buas itu.
Sudah dua hari yang Yinly lakukan saat luang hanya meracik obat. Dan tepat dimana sehari sebelum dia memutuskan untuk pergi ke hutan kabut api dia menyelinap keluar kediaman dan pergi ke hutan hewan buas.
Saat di belakang kediaman terlihat dua orang penjaga yang sedang berkeliling disekitar sana , Yinly segera memulai rencana liciknya.
Dia melemparkan batu ke arah salah satu penjaga yang terlihat oleh mata nya. Dan brukk , penjaga itu jatuh dan tidak sadarkan diri tiba-tiba.
Teman yang ada disana membawa nya pergi untuk mengobatinya.
' heh itu hanya suplemen yang aku berikan agar dia tidur nyenyak , kenapa reaksi penjaga itu begitu heboh ' batinnya dan dengan segera dia melesat ke luar kediaman.
Sesampainya di depan depan hutan hewan buas lapisan pertama dia tertegun, ' apa masalnya hanya hutan biasa bukan , dasar lemahh ' batinnya dan dia mulai berjalan menelusuri setiap sudut hutan hewan buas di lapisan pertama , tidak ada apapun dia memutuskan untuk pergi lebih dalam lagi.
Sampai di lapisan kedua , hanya ada rumput liar dan hewan biasa . dia pergi ke lapisan ketiga , hanya ada hewan buas tingkat rendah dan beberapa tanaman herbal tingkat rendah seperti , daun sirih merah , apel hijau dan lainnya.
Karena dia sudah mendapatkan beberapa tanaman herbal di lapisan ketiga dia memutuskan untuk masuk lebih dalam lagi , setiap lapisan yang ada dia mengambil hampir semua tanaman herbal yang ada .
Sampai dia di lapisan terakhir, lapisan kedelapan
__ADS_1
Tempat berkumpulnya hewan buas tingkat tinggi dan beberapa hewan siluman tingkat rendah yang muncul di hadapannya, semua diburu oleh nya tidak ada yang terlewat satupun.
Juga beberapa tanaman herbal yang amat berharga tidak lepas dari genggaman nya , seperti Ginseng putih yang berusia lebih dari sepuluh ribu tahun , anggur biru , serbuk racun beryy bahkan beberapa tanaman yang biasa tumbuh liar tidak lepas darinya.
Sadar karena ruang penyimpanan yang dia dapat dari asosiasi BAMBU MERAH sudah tidak cukup untuk menampung lebih banyak lagi , dia teringat akan kotak kecil yang dia dapat dari seorang pengemis tua.
Dia segera mengeluarkan kotak itu dari dalam cincin ruangnya , dan membuka kotak itu , terdapat sebuah cincin yang indah meski sederhana namun terlihat elegan dan berkelas, sebuah seruling bambu dan buku kitab yang bertuliskan ilmu racun dihalaman sampulnya.
" Wahh ini cincin yang indah , aku pakai ahh.." belum selesai Yinly berkata , terdengar suara aneh
( Tuan sebelum mengenakan cincin itu teteskan darah anda terlebih dahulu )
Dia kaget dan segera menutup kotak itu kembali dan melihat sekeliling mencari tau dari mana asal suara tersebut.
" Siapa .." teriak Yinly ' jangan-jangan hanttuu ' batin Yinly " siapa kkauu , kalauu be... ran ...ni tampakkan wujud.....mu " teriak Yinly sekali lagi
(Tuan aku bukan hantu 😒😒 , aku didepan anda !! )
" app...paa , di depan ku , man...naa , jangan mengerjai ku , bodoh " teriak Yinly dengan mengambil ranting dahan kecil yang dia lihat di bawah kakinya
( Tuan lihat kebawah !! , sepertinya ada yang butuh bantuan ??)
Yinly melihat kebawah dan seekor kucing kecil yang imut yang dia lihat. Dia segera duduk di depan kucing kecil itu , dan berkata " apa kau yang berbicara barusan " dengan masih menatap kucing kecil itu.
" whatt " teriak Yinly dengan segera melompat ke belakang
" Maaf , aku butuh bantuan mu , tolong ibuku " ucapnya dengan wajah memelas
Yinly tidak bisa tidak terpengaruh, dia hanya bisa menganggukkan kepalanya
" Ya ya , aku akan membantu mu , tunjukkan jalan " ucap Yinly dan segera mengikuti kucing kecil itu
Beberapa saat kemudian mereka tiba di depan sebuah gua yang terlihat menakutkan
" Glekk , apa kau tinggal di sini " ucap Yinly dengan nada ketakutan
" Iya , ayo masuk " ucap kucing kecil itu
' menakutkan apa aku akan bertemu hantu ' batin Yinly
__ADS_1
Yinly terus mengikuti kucing kecil itu dan sampai di ujung gua , dalam nya sungguh berbeda dengan luarnya . Terlihat beberapa tancapan es di sisi sisi gua ketika melangkah lebih dalam.
" Wahhh cantiknya" kagum Yinly , karena tancapan es yang banyak dan indah
" Jika kau suka , ambil saja " ucap kucing kecil itu
Yinly menoleh ke arah kucing kecil itu dan berkata
" Ohoo.... Kau kira aku tidak mau membawa nya , ini es di luar musim panas bukankah es nya akan cair jika aku membawa nya keluar " ucap Yinly dengan menaikkan alisnya
" Hahaha kau pintar juga yaa , biasanya orang orang akan mengambil setiap es yang ada untuk mereka gunakan saat musim panas begini , tapi kau berbeda ?? " Ucap kucing kecil itu
Dan sampai lah mereka di goa terdalam , tempat dimana harta karun berasal. Yinly melihat seekor kucing besar terlihat seperti harimau namun wajahnya seperti singa , sedang kesakitan dan beberapa darah keluar dari bagian punggungnya .
" Roaarrr , siapa itu ?? " Ucap nya dengan mengeluarkan auman keras hingga membuat beberapa es yang tertancap jatuh dan pecah tepat didepan Yinly
Yinly hanya tertegun dan tidak berkata atau pun bergerak, dia diam seperti patung . Dan disadarkan oleh suara kucing kecil itu.
" Heii kenapa malah bengong, ayo cepat " ucap kucing kecil itu dan sesegera berlari ke arah kucing besar atau apapun itu
Dan Yinly segera mengikuti nya.
" Bu ibu aku membawa seseorang yang akan mengobati ibu" ucap kucing kecil itu dan kembali ke sebelah Yinly
" Cepat tolong ibuku " ucapnya
Yinly hanya mengangguk dan segera menuju ke kucing besar itu terbaring lemah .
Glekk " semoga dia tidak memakan ku , semoga dia tidak memakan ku , semoga... Ehh ' batin Yinly dan terkejut ketika kucing besar itu membuka matanya
" Kau siapa " ucapnya
" Bu dia akan menolong ibu " ucap kucing kecil itu
" Emm .....itu ....aku... hanya..." Ucap Yinly dengan gugup dan langsung dipotong oleh kucing besar itu
" Baiklah , ayo cepat " ucapnya dengan memperlihatkan goresan yang ada di punggungnya
" Ehh , iya .,iya...." Ucap Yinly dan segera melihat dan memperhatikan goresan itu dengan seksama
__ADS_1
" Ini ....ini goresan pedang setidaknya ada di tingkat Raja petarung , bagaimana kau memiliki luka ini " tanya Yinly
" Beberapa hari lalu , manusia rendah itu datang kemari dengan tujuan mendapatkan permata siluman kami tapi kami berhasil lolos dan bersembunyi di sini "