Pertualangan Gadis Cantik

Pertualangan Gadis Cantik
Ch. 20 { cerita nya kakek Luang ' }


__ADS_3

lanjutan nya yah , langsung aja deh....


saat setelah Dewi Keberuntungan pergi , awalnya pria itu bingung dengan kata Pemilik Dunia , karena dia tidak mau ambil pusing , jadi dia langsung melanjutkan perjalanan nya ke arah dimana Dewi Keberuntungan katakan.


setelah puluhan tahun lebih berlalu


dan ratusan tahun berlalu , sampailah ia di Benua Dragon Sword , dunia terkecil yang ada di alam semesta bagian Utara , tepatnya di Kerajaan Naga yang berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Hewan Buas .


Saat dalam perjalanan ia berteduh dan istirahat sebentar dibawah pohon , hingga sesuatu mengganggu istirahat nya .


Saat mencari asal suara tersebut terlihat tiga orang pria yang terlihat cukup muda yang sedang bertarung dan terlihat jelas mereka bertiga sudah tidak mampu untuk melawan kembali , dan keinginan untuk menolongnya pun keluar.


di saat yang bersamaan


" hehh menyerah saja Lin Luan , kau sudah kami kepung kalian hanya bertiga tidak akan mungkin bisa mengalahkan kami yang ber 50 orang ini " ucap pria tua dengan janggut putih panjangnya


" hahaha kekuatan mu sudah terkuras habis , berikan saja Bulu Merak Putih itu pada kami , maka kau akan kami beri kematian yang lebih mudah " ucap pria yang terlihat memiliki perut yang buncit


" cihh , sampai kapanpun aku tak akan pernah menyerahkan pusaka dari leluhur Perguruan Sekte Bulan Terbang ini pada siapapun " ucap pria yang pakaiannya sudah dipenuhi oleh darah dan kekuatannya juga sudah terkuras habis


" iyaa , kami akan tetap mempertahankan amanah dari Leluhur kami " ucap pria yang juga penuh dengan darah namun masih memiliki tenaga untuk melawan dua atau tiga orang


" cihh terlalu banyak omong , Serang semuanya kita harus bisa mendapatkan Bulu Merak Putih itu bagaimana pun caranya !! " ucap pria tua dengan janggut putih panjangnya itu


" baik Tetua , ayo saudara saudara " ucap pria yang lebih muda di depannya


Hyatttt


Wushhh


" apa-apaan ini , cahaya darimana ini "


" sial , mataku silau "


Dan ketika cahaya sudah mulai menghilang , tiga orang yang mereka incar hilang bak ditelan bumi.


" siall kemana mereka , cepat cari " ucap pria tua dengan janggut putih panjangnya itu yang dipanggil Tetua


" ayo cari mereka "


" cepat , cepat "


skip


" ehhh , ini dimana " ucap pria yang bernama Lian Luan


" Ketua Sekte, bagaimana keadaan anda ? " ucap pria yang lebih muda beberapa tahun darinya


" aku baik baik saja , Tetua Lan , Tetua Wei apakah kalian masih bisa bertahan ? " ucap Ketua Sekte Lian


" Ketua kau tenang saja , saya dan Tetua Lan baik baik saja " ucap pria yang dipanggil Tetua Wei


" benar , harusnya anda menghawatirkan diri anda sendiri , anda mengeluarkan begitu banyak tenaga dalam , anda pasti kelelahan saat ini " ucap Tetua Lan


" ekhem "


saat mendengar suara deheman itu tiga pria itu langsung mengalihkan perhatian dan tetuju pada sosok pria tua dengan pakaian lusuh dan robek itu , meski demikian ia masih terlihat berwibawa bagi mereka yang sudah memiliki kultivasi selama puluhan tahun.


" maaf kami tidak melihat anda , perkenalkan saya Ketua Sekte Bulan Terbang Lian Luan , dan ini Tetua Lan Lan dan Tetua Wei Wei " ucap nya sembari memberi hormat juga diikuti oleh dua pria disebelahnya


dan pria yang diberikan hormat hanya mengangguk kan kepala tanda ia mengerti , lalu berkata


" kenapa kalian diserang ? " ucap pria tua itu


" itu... , maaf tidakkah anda seharusnya memberi penghormatan pada Ketua ? " ucap Tetua Wei


" untuk ? " ucapnya dengan menaikkan alisnya tanda ia bingung pada perkataan Tetua Wei


Karena menurutnya ia tak perlu hormat pada siapapun kecuali pada junjungan nya .


" kauu ๐Ÿ’ข...... " saat Tetua Wei akan mengatakan sesuatu namun sudah tertahan oleh tangan Ketua Sekte Lian Luan


" maaf apakah anda berkenan jika memberi tahukan pada kami anda siapa dan dimana ini ? " ucap Ketua Sekte Lian sembari melihat sekelilingnya karena terlihat mereka berada di bentaran padang rumput yang luas nan hijau namun di kelilingi oleh pepohonan

__ADS_1


" maaf aku lupa akan hal itu , kalian bisa memanggil ku Liang , dan bukankah ini bagian terdalam dari Hutan Kabut Api , apa kalian tidak tahu itu ? " ucapnya dengan bingung karena ia yang hanya penjelajah saja mengetahui nya dan mereka bukankah mereka bilang mereka bagian dari Perguruan Sekte Bulan Terbang bagaimana bisa Hutan Kabut Api ini mereka tidak mengetahui nya ...


dan seketika tiga pria yang ia tolong itu pun terkejut bukan main .


yahh bagaimana tidak , Hutan Kabut Api adalah hutan yang penuh dengan kabut asap beracun dan terlihat seperti dipenuhi oleh api yang membakar pohon pohon yang ada namun tidak terbakar.


" ap...apa , coba ulangi mungkin pendengaran ku kurang baik " ucap Tetua Wei sambil memperbaiki pendengaran nya dengan membersihkan telinga nya ๐Ÿ˜‚


" iya , mungkin karena beberapa hari ini kita disibukkan dengan para brengsek itu jadi lupa membersihkan telinga " ucap Tetua Lan sembari mengingat ingat


" huhh ๐Ÿ˜‘ ๐Ÿ˜’ , apa apaan , sudahlah kenapa kalian dikejar kejar begitu ? " tanya Kakek Liang sembari duduk dibawah pohon


( emm , mereka udah duduk di bawah pohon ceritanya yah ๐Ÿ˜‚ )


dan Ketua Sekte Lian pun menjelaskan semuanya dari ketika mereka kembali dari makam leluhur Perguruan Sekte Bulan Terbang yang berada di puncak Gunung Es Utara , yang diapit oleh Kerajaan Ular Laut dan Kerajaan Sembilan Rubah . Dan ketika mereka diserang oleh sekelompok kultivator yang serakah dan menginginkan Bulu Merak Putih yang diberikan oleh leluhur Perguruan Sekte Bulan Terbang untuk dijaga .


Karena , konon katanya Bulu Merak Putih itu menyimpan sebuah kekuatan yang luar biasa hebat dan menyimpan misteri tersendiri , karena dulunya leluhur Perguruan Sekte Bulan Terbang mendapatkan Bulu Merak Putih itu dari seorang Dewi dari Dunia lain untuk dititipkan dan akan diambil kembali oleh orang yang ditakdirkan , dan sebagai gantinya Bulu Merak Putih itu akan menjaga satu tempat wilayah dimana Bulu Merak Putih itu ditempatkan.


setelah semua selesai dijelaskan akhirnya Kakek Liang mengerti sebagian mengapa Dewi Keberuntungan memberikan petunjuk untuk pergi ke Dunia ini .


" baiklah aku mengerti , aku akan membawa kalian kembali ke Perguruan Sekte Bulan Terbang jika kalian mau "


" anda sudah menolong kami kami sudah sangat berterimakasih untuk itu , apakah tidak berlebihan untuk anda menolong kami lagi ? " ucap Ketua Sekte Lian


" tidak , tutup mata kalian dan bayangkan tempat itu " perintah Kakek Liang


dan Ketua Sekte Lian , Tetua Wei dan Tetua Wei mulai memejamkan mata mereka dan membayangkan pintu masuk utama Perguruan Sekte Bulan Terbang.


Dan setelah beberapa saat mereka membuka mata dan muncul tepat di depan pintu masuk utama Perguruan Sekte Bulan Terbang dengan semua tatapan mata orang orang yang berlalu lalang didekat sana mengarah pada mereka bertiga .


skip


saat Kakek Liang sedang berjalan-jalan di sekitar beberapa pasang mata mengarah padanya , awalnya ia kira karena ia pendatang baru namun ketika seseorang mendekati nya dan mengatakan sesuatu ia mengerti mengapa mereka menatap nya begitu .


" hei pengemis minggir kau , kau menghalangi jalan ku " ucap angkuh seorang pria dengan perut buncitnya yang biasa di panggil Tuan Zhoushan oleh orang-orang disana , karena ia adalah pembisnis kaya disana , ia memiliki toko roti kering terbesar yang ada di tempat itu.


dan ia lebih memilih mengalah dna menghindar dari pada terjadi keributan , dan sudah berlalu berhari hari bahkan berminggu-minggu ia disana , yang ia dapatkan hanya cemoohan dan hinaan dari orang-orang disana entah orang luar ataupun tidak.


hingga saat ia bertemu dengan seorang gadis kecil yang memberikan nya sebuah roti , dia memang tidak masalah jika tidak memakan apapun karena ia hidup ratusan tahun bahkan jika ratusan tahun tidak memakan apapun tidak masalah , tapi ia tetaplah manusia hanya usianya saja yang lebih tua .


karena rasa jijik mereka , pria itu yang sudah paruh baya itu begitu tidak terawat dan kotor , sampai seorang gadis kecil memberi nya roti , tanpa pikir panjang ia langsung meraih roti itu dan memakannya .


ia juga bingung , kenapa gadis ini mau memberinya makanan , padahal pakaian yang ia kenakan kotor dan tampang nya yang tidak terawat, karena itu setiap orang yang lewat tidak memiliki keinginan untuk membantu walau sepotong roti sekalipun , tapi gadis ini....


" nona , apa kau tidak merasa jijik dengan ku" ucap nya sambil terus memakan roti yang dipegang nya.


" kenapa harus jijik, kita semua manusia tidak ada salahnya berbagi bukan..." ucap gadis kecil itu dengan tersenyum manis.


' dia gadis yang baik dan ramah , mungkin dia bisa membantu ku ' pikir nya , lalu sesaat terdengar suara didalam pikiran nya,


( berikan kepadanya , dia adalah orang yang terpilih , dia pasti tau apa yang harus dia lakukan )


yahh itu suara Dewi Keberuntungan ....


pria itu tersenyum lalu mengeluarkan kotak yang diberikan oleh Raja Ular Iblis sebelum dia pergi ke Dunia baru ini.


" Hem....gadis yang baik , namaku Luang ambil ini aku sudah tidak bisa menjaganya lagi " ucapnya dengan tersenyum dan memberikan kotak tua berwarna coklat tua seukuran tangan orang dewasa.


" ahh...(terkejut) kakek tidak perlu, aku ikhlas memberikan nya mengapa memberi imbalan lebih baik kakek simpan saja ya...."ucap gadis itu dengan tersenyum dan menolak pemberian Kakek tua itu dengan sopan.


" anggap saja kau berjodoh dengan nya , ambillah jaga baik-baik suatu saat nanti kau akan menguasai dunia , jangan pernah sombong dan egois tetap jaga keramahan dan sifat baik mu ini , baiklah aku pergi jika kau perlu sesuatu cari aku di hutan kabut api....." ucap kakek tua itu dengan menaruh kotak tua itu di tangan nya, lalu pergi meninggalkan nya di sana.


ย 


flashback end


ย 


" begitu... " ucap Kakek Luang


" ouhh begitu , ckk orang orang itu " ucap Ling Ling dengan nada tidak suka


untuk Started dan Realted, mereka hanya diam saja karena sudah tahu tentang hal itu,

__ADS_1


sedangkan Yinly , masih diam tanpa bisa berkata apapun


kenapa aku merasa ini ada hubungannya dengan kematian ku ? ' batin Yinly


( Benar juga , seperti memang sudah direncanakan ) suara yang muncul tiba-tiba dalam pikirannya


' iya kau benar ' balas Yinly dalam pikiran


Karena Yinly diam saja dan tidak merespon apapun, Ling Ling berkata'


" Kakak ada apa , apa ada masalah ? , Kenapa dari tadi diam saja ? " Ucap Ling Ling khawatir


" Aku baik-baik saja , jangan cemas " ucap Yinly dengan tersenyum manis


Dan dibalas anggukan kepala oleh Ling Ling


" Jadi.... " Ucap Yinly dan terpotong, lalu menoleh ke arah Kakek Luang


" โ“๐Ÿคจโ“" Semua langsung menoleh ke arah Yinly


" Bagaimana cara nya mengubah kamar itu , aku tidak suka alam liar , tapi .... Aku suka hutan " ucap Yinly dan 3 kata terakhir dia ucapkan dengan nada misterius


Mereka yang mendengar itu tiba-tiba merasa hawanya tidak nyaman


' kenapa aku merinding tanpa alasan yah ? " Batin Realted dan Started bersamaan


' glekk , aku merasa kakak akan sedang merencanakan sesuatu ' batin Ling Ling


' kenapa dingin sekali hari ini , mungkin karena sudah malam dan akan turun hujan ' batin Kakek Luang


" Ekhemm , baiklah


Di kamar , maaf dunia dimensi itu bisa di ubah sesuai keinginan kita dengan teknik pengendali pikiran atau lebih dikenal dengan istilah Mind Time , karena dengan teknik pengendali pikiran kita juga bisa mengendalikan waktu , tempat , suasana atau dimensi " jelas Kakek Luang


" Jadi , bisa dikatakan siapapun yang menggunakan teknik pengendali pikiran , juga bisa mengendalikan dimensi ? " Tanya Yinly


" Iya kau benar " balas Kakek Luang dengan anggukan


( Nona , kalau kau mau mendapatkan teknik dengan instan juga bisa , dengan kumpulkan poin lalu tukar di mall app , atau kalau ada buku teknik nya jauh lebih bagus lagi , cukup liat sekilas perlembar dari setiap halaman, maka akan langsung tersimpan di dalam memory ingatan anda ) jelas App dalam pikiran [ karena sebelumnya Yinly bingung mau manggil apa , kalau Dewa Keberuntungan terlalu panjang jadi dia panggil App saja singkat dan padat ]


Yinly yang mendengar hanya tersenyum simpul , ' bisa begitu , dulu aku bahkan harus belajar seharian agak bisa mengingat semua materi , sekarang hanya sekilas lihat langsung ingat tanpa buka buku , hebatt ๐Ÿ˜Ž ' batin Yinly


" Baiklah, bagaimana cara kerjanya ? " Tanya Yinly yang sudah tidak sabaran


Lalu dalam sekejap mereka [ Yinly , Ling Ling , Kakek Luang , Started dan Realted , berada didalam sebuah ruangan yang penuh dengan buku buku , atau bisa dibilang perpustakaan kecil yang berada didalam kamar yang luasnya 5ร—6 ] .


Ling Ling begitu terkejut , untuk Started dan Realted mereka sudah biasa jadi tidak terkejut , kalau Yinly memang harus terbiasa dengan keterkejutan karena didunia ini yang tidak mungkin bisa jadi mungkin bahkan juga bisa sebaliknya


" Wahh " kagum Ling Ling , karena banyak buku dimana-mana , dari tembok , lantai , bahkan langit langit diatas kepala juga ada


" Ini ruang baca yang aku miliki , tunggu sebentar " ucap Kakek Luang lalu beralih ke arah lain dan mulai mencari sesuatu , hingga beberapa menit kemudian dia mengambil sebuah buku usang yang sampulnya sudah sedikit robek dan bisa dilihat kalau buku itu berusia entah ratusan atau ribuan tahun.


" ambil ini , ini adalah buku teknik pengendali pikiran yang ada, hanya saja , ini bagian pertama nya , untuk dua sisanya , haih.... tidak ada yang tahu dimana berada bahkan mungkin sudah menjadi legenda " jelas Kakek Luang


Yinly mengambil buku itu lalu membuka perlahan , halaman demi halaman hingga di akhir sampul terlihat sebuah kertas kecil , saat Yinly mengambil dan membukanya , itu membuatnya terkejut dan terheran-heran , bagaimana tidak , itu hanya kertas biasa dan kosong tapi itu seperti kertas dalam buku tulis yang ada di kehidupan nya dulu , tidak mungkin kan kertas juga bisa bertime travel kecuali jika ada orang di kehidupan nya dulu bertime travel seperti dirinya dan membawa kertas ini bersama dengan nya .


Karena tidak mau ambil pusing dia meletakkan kembali kertas itu tapi suara terngiang di kepalanya yah dia App ,


( nona ambil kertas itu dan simpan dalam cincin dimensi , itu akan berguna nantinya )


' begitu , oke deh ' batin Yinly dan langsung memasukkan kertas itu ke dalam cincin dimensi nya


{ Cincin dimensi nya itu , yang di dapat dari kotak ( kotak yang dikasi sama Kakek Luang ) nya tu . Jadi ceritanya udah dia pake pas latihan sebentar di kediaman Shi yah manteman }


dan maaf yahh buat para readers ku , lama upp nya , aku bener bener bingung buat kata-kata nya biar orang orang paham , kalo sesuai pemahaman ku aja gabakal ngaruh dong sama kesesuaian di hati readers.


and than , sekarang ini lagi banyaknya tugas , aku juga perlu membagi waktu . sekali lagi maaf ya kalo misalkan gak update .


aku pasti bakal upp lagi kok , cuman gak nentu , pikiran lagi sibuk ma tugas susah berfikir buat lanjutan novelnya.......


๐Ÿ˜”๐Ÿ™‡โ€โ™€๏ธ๐Ÿ™‡โ€โ™€๏ธ๐Ÿ™‡โ€โ™€๏ธ


see you again

__ADS_1


dan ini udah di revisi sebagian biar masuk akal dikit ๐Ÿ˜‚๐Ÿคฃ and maaf kalo ga pernah update lagi akhir akhir ini , abis saya sendiri juga ada kesibukan , dan sekarang lagi ikut training jadi waktu terbatas


__ADS_2