Pertualangan Gadis Cantik

Pertualangan Gadis Cantik
Ch. 13 PERJALANAN MENUJU HUTAN KABUT API 2


__ADS_3

Setelah Yinly berkata akan memilih kuda hitam itu Yui dan kakaknya serta beberapa pegawai di tempat itu terkejut , seorang gadis kecil mau kuda yang menakutkan begitu, bahkan dia dan kakaknya sedikit takut ketika akan memberi makan kuda itu.


" kenapa diam , aku menginginkan nya " ucapnya dengan tersenyum


" nona , apa anda sudah mendapat kuda yang anda inginkan ?? " tanya Kasim Ao setelah selesai dengan pria tadi , dan segera menyusul Yinly dan Ling Ling ketempat dimana dia memilih kuda.


Dan dibalas anggukan oleh Yinly.


" Ohh.... dimana " tanya Kasim Ao heran hanya ada satu kuda disini , kuda yang lain ada di kandang mereka masing-masing , Kasim Ao tentu tidak berfikir jika Yinly akan memilih kuda hitam itu.


" ini , lihat dia sungguh manis, benarkan Ling Ling " ucap Yinly seraya memberi pelukan pada kuda hitam itu dan Ling Ling hanya mengangguk sambil bersembunyi dibelakang Kasim Ao dan terkejut lagi mereka yang melihat, bagaimana tidak sudah banyak bangsawan yang ingin membeli kuda hitam itu tapi tidak ada satupun diantara mereka yang dapat menaklukkan nya .


Sekarang seorang gadis kecil yang baru ditemuinya bahkan sudah seperti bersama selama bertahun-tahun dengan mudah menaklukkan nya.


" glek..... mmm...nona apa tidak bisa memilih kuda lain "


" apa ada yang salah dengannya??" tanya Yinly dengan heran , karena menurut Yinly kuda itu baik-baik saja hanya warna kulit dan matanya yang membuat nya begitu terlihat berbeda


" nona tidak ada yang salah , hanya ....... dia terlihat bukan kuda dari kekaisaran ini bahkan kekaisaran lain , bukankah itu terlihat aneh " ucapnya yang masih memperhatikan kuda hitam itu dengan sangat teliti dari atas sampai bawah


" ehh tuan anda memiliki penglihatan yang baik , kuda ini memang bukan dari kekaisaran ini maupun ke dua kekaisaran yang lain . Kuda ini kami dapat dari seorang sesepuh yang datang kemari beberapa tahun lalu , dia bilang dia ingin menitipkan kuda ini disini sampai akan ada seseorang yang akan membawa nya pergi . Mungkin yang dimaksud adalah nona muda kedua Xiao ini , lihat kuda ini begitu patuh padanya " ucap Yui si pemilik tempat jual beli kuda itu dengan tersenyum kearah Kasim Ao


' hmmm , seorang sesepuh, siapa ? apa maksudnya dengan menitipkan kuda ini sampai akan ada seseorang yang akan membawa nya ? dan apa hubungannya dengan ku ? ' kata-kata itu terbayang di benak Yinly


" nona ayo kita pergi, saya sudah melakukan pembayaran dengan dua kuda putih itu dan kuda yang hitam ini , mereka memberikan pada orang yang memang berjodoh dengan kuda ini " ucap Kasim Ao dengan Yinly dan seketika lamunannya terhenti karena suara Kasim Ao


" ohh baiklah, ayo " ucapnya dan langsung membawa kuda hitam itu.


Yinly sudah berada di atas kuda hitam itu dengan dibantu oleh Kasim Ao, dan sudah duduk di posisi yang nyaman .


Ling Ling juga sudah naik di atas kuda putih dengan tanda bintang di dahinya .


Kasim Ao juga sudah berada di atas kudanya.


setelah berpamitan dengan kakak beradik pemilik tempat jual beli kuda itu , mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju ke hutan kabut api , sementara kereta kuda dan supir nya sudah kembali ke kediaman keluarga bangsawan Shi atas perintah Yinly sejak keributan terjadi ketika dia membangunkan Ling Ling.

__ADS_1


°°°•°°°


sejak mereka bertiga meninggalkan tempat jual beli kuda itu, dalam perjalanan setiap orang yang lalu lalang pasti akan memperhatikan mereka.


bagaimana tidak, yang kabarnya ada seekor kuda yang sulit untuk ditaklukkan oleh seorang ahli dan menjadi perebutan antara beberapa bangsawan.


malah ditunggangi oleh seorang gadis kecil.......


" astaga bukankah itu kuda yang sulit ditaklukkan itu"


" yahh kau benar, kabarnya banyak ahli yang mencoba namun selalu gagal "


" iya bahkan pernah ada pangeran kedua dari kekaisaran ini juga mencoba, juga tidak berhasil"


" benar , dia hanya seorang gadis kecil, tapi bisa dengan mudah menaklukkan nya, siapa sebenarnya gadis kecil itu"


" pasti gadis yang jenius, jika tidak bagaimana mungkin dengan mudah menaklukkan kuda yang terkenal galak itu "


kita kira seperti itu tanggapan orang orang yang melihat Yinly menunggangi kuda hitam itu dengan penuh wibawa.


" nona , apa anda ingin istirahat sebentar?" ucap Kasim Ao ketika melihat air bercucuran dari kepala Yinly , Karena matahari sudah tepat di atas kepala , dan melihat Ling Ling juga seperti kepanasan, dan memutuskan untuk bertanya.


" Ling Ling, bagaimana" ucap Yinly yang langsung melihat Ling Ling yang sedari tadi mulai kepanasan dan air keringat bercucuran dari kepala nya


" masih berapa lama lagi untuk sampai disana ? " tanya Ling Ling


". sekitar satu atau dua jam lagi nona muda ketiga " ucap Kasim Ao yang memelankan laju kudanya , dan diikuti oleh Yinly dan Ling Ling , agar memudahkan mereka ketika berkomunikasi


" sedikit lagi kita akan sampai , kira bisa istirahat ketika sampai nanti " ucap Ling Ling sambil mengelap keringat nya


" apa kau yakin , kau sudah kelelahan seperti itu..." ucap Yinly dan langsung dipotong oleh Ling Ling


" kakak tinggal satu jam lagi , tidak masalah, lanjut saja " ucap Ling Ling meyakinkan Yinly dan Kasim Ao yang terlihat khawatir dengan kondisi Ling Ling


" baiklah, kita bisa memacu kudanya dengan lebih pelan , agar tidak jatuh nanti . Tapi jika kalian sudah lelah meski tinggal sedikit lagi, jangan dipaksakan" ucap Kasim Ao pada Yinly dan Ling Ling , dan dibalas dengan anggukan kepala.

__ADS_1


°°°°


" kita sudah sampai nona , ini adalah jalan utama menuju hutan kabut api"


jadi kira-kira seperti ini ilustrasi nya , saya nyari di google ketemu yang seperti ini 😊😊


" tinggal menyebrangi sungai ini saja , maka kalian sudah sampai di hutan kabut api , apa kalian tidak apa-apa hanya pergi berdua " ucapnya dan langsung menoleh ke arah Ling Ling dan Yinly


" tidak apa-apa, kami akan baik-baik saja Kakek Ao tidak perlu khawatir" ucap Ling Ling pada Kasim Ao .


sementara Yinly , dia masih terpana akan keindahan alam itu , terlihat seperti hutan yang terbakar, namun itu hanyalah sebuah ilusi bagi mereka yang ber elemental api , jika bukan elemental api mereka akan terbakar ketika berada di tengah-tengah sungai itu.


itu dikarenakan ada sebuah pembatas bagi mereka yang ingin menyeberang, hanya kultivator yang berelemental api yang bisa menyebrangi sungai ini dan memiliki tujuan untuk datang , jika hanya datang ingin melihat lihat dia akan langsung terbakar dan hanyut diantara air sungai meski dia seorang kultivator yang berelemental api.


" baiklah kakek Ao, kami akan pergi


tapi...." ucap Yinly dan langsung terhenti dan berfikir sejenak , bagaimana mereka bisa menyeberang ke sana , jembatan atau perahu kecil untuk menyebrang saja tidak ada.


" ada apa nona , apa yang menggangu anda " ucap Kasim Ao


" kakek Ao tentu ada masalah, kau tidak lihat. Tidak ada satupun alat bantu untuk kami menyebrang, bahkan perahu kecil saja tidak ada" ucap Ling Ling dengan wajah cemberut nya


" ehmm, nona ini adalah ujian sebelum kalian memasuki hutan kabut api, kalian bisa mencari cara untuk menyebrang , baiklah saya akan kembali. Semoga kalian bisa memecahkan masalah ini " ucap Kasim Ao dan segera pergi meninggalkan Yinly dan Ling Ling disana dengan dua kuda mereka.


Ling Ling memaksa untuk membawa kudanya itu yang dia namakan WHITE STAR atas saran Yinly, karena memiliki tanda bintang di dahinya , sedangkan kuda hitam Yinly dia beri nama BLACK RED karena warna kulit nya yang hitam dan matanya yang merah , serta tatapan mata yang tajam.


Ketika mereka sibuk mencari cara untuk menyebrangi sungai ini, White Star tiba-tiba mengamuk seperti memberi tahukan agar Ling Ling naik keatas punggungnya, begitu juga dengan Black Red dia hanya membungkuk dan tidak memberontak seperti White Star.


Hiiihukhrhg..... suara White Star yang memberontak.


" heii Star ada apa , kak...." ucap Ling Ling dengan nada panik


" ada apa , kenapa dia meronta seperti itu, aku tidak tahu apa maksudnya" ucap Yinly dengan heran melihat tingkah kuda putih itu


' hurgghh , hei gadis kecil apa kau tidak mengerti bahasa kami , kenapa kami bisa memiliki tuan yang begitu bodoh , bahasa kami saja tidak tahu ' ucap kuda hitam itu dan terngiang di pikiran Yinly dan Ling Ling.

__ADS_1


seketika White Star berhenti meronta dan menundukkan punggungnya , sedangkan Yinly dan Ling Ling hanya tertegun dan sulit mengerti apa yang terjadi pada mereka.


__ADS_2