Pesona Si Kembar Misyel Dan Mike

Pesona Si Kembar Misyel Dan Mike
Bab 21. Tak pantas dipanggil ibu!


__ADS_3

Bismillahirohmanirohim.


Iklima pulang dari rumah sakit membawa perasaan kecewa pada dirinya sendiri, kecewa karena tak bisa menjaga Misyel dengan baik.


"Aku janji besok akan bertemu dengan kalian lagi, Misyel, Mike kak Iklima agar melakukan berbagai cara agar kita terus bisa bertemu setiap hari, kak Iklima janji itu" ucap Iklima.


Sebelum pergi Iklima menatap rumah sakit milik Arlan itu sebentar, sampai akhirnya dia kembali melajukan langkahnya meninggalkan rumah sakit.


Gerimis yang terus turun membasahi sebagai tanah bumi, tak membuat Iklima memberhentikan langkahnya, tak tahu apa yang sedang dipikirkan oleh wanita itu, kenapa dia tak berteduh sejenak hingga menunggu gerimis reda.


Mungkin pikir Iklima ini hanya gerimis kecil bukan hujan lebat yang dapat sekali guyur tubuhnya langsung basah, tanpa ada yang kering sedikitpun.


Namun gerimis berkali-kali menerjang tubuh Iklima tak langsung membuatnya basah kuyup, Iklima merasa jika gerimis tak akan berlangsung lama.


Entah apa yang dipikirkan perempuan itu hingga dia tidak mencari taksi atau kendaraan yang lain bisa mengantar diri sampai ke rumah.


Di tengah perjalanan Iklima tak sengaja bertemu dengan Rena. Rena menatap Iklima dengan tatapan mengejek dari atas sampai bawah. "Leleh, leleh kasih banget ya yang diusir"


Rena tersenyum miring. "Makanya mbak jadi orang jangan kegatelan" ucap Rena lagi, kini Iklima mengerti kenapa Rena memfitahnya.


Rena mengira Iklima dan Arlan ada hubungan spesial, karena beberapa kali, dia melihat Iklima begitu akrab dengan Arlan, mungkin Rena salah mengartikan, ya walaupun tanpa Arlan dan Iklima sadari mungkin mereka berdua sudah saling memiliki rasa satu sama lain.


Iklima masih kesal dengan perempuan di hadapannya sekarang ini, sama sekali Iklima tak mengenal dirinya tapi Iklima tak tahu kenapa perempuan ini terus saja mencari masalah pada dirinya.


Kali ini Iklima menatap Rena dengan tatapan malas. "Saya tanya sama kamu mbak, kamu punya masalah apa sama saya ha? Saya kenal nggak sama mbaknya, tapi kok terus-terusan mencari masalah" Iklima menatap sinis Rena.


"Kamu nanya siapa saya, asal kamu tahu ya sama ibu kandung dari Misyel dan Mike!" ucap Rena dengan bangga.


Deg! Iklima yaki dia salah dengar dengan yang dikatakan Rena, Iklima tak ingin berpisah dengan Misyel dan Mike, bukan dia egois tapi Iklima sudah terlanjur menyayangi kedua bocah itu.

__ADS_1


Sedangkan Rena mengira Ikima akan kaget atau merasa tersaingi oleh dirinya untuk mendapatkan Arlan, tapi Rena salah ternyata Ikima tak marah, bahkan Iklima sama sekali tak menyinggung nama Arlan.


Iklima terkekeh. "Ibu macam apa yang mendorong anaknya sendiri hingga koma! Ini yang kamu bilang ibu iya! Ibu yang tega mencelakai anaknya yang belum tau apa-apa! Dan anda masih berani mengatakan diri anda ibunya! Dimana rasa kasih sayang anda sebagai ibu untuk anak hah!" sentak Iklima dengan tatapan tajamnya.


Rena saja tak menyangka jika Iklima akan menjawab ucapannya, Rena kira Iklima wanita lemah.


"Kenapa diam?" tanya Iklima meremehkan.


Karena sudah terlanjur merasa malu akhirnya Rena mengucapkan tujuannya yang sebenarnya kenapa dia mencelakai Mike.


"Saya tidak peduli dengan keadaan Mike, saya juga tak peduli anak itu mau koma atau tidak, yang penting saya sudah menyingkirkan kamu dari sisi mas Arlan!" lagi-lagi Rena tersenyum miring.


"Astagfirullah" tentu saja Iklima begitu kaget dengan penuturan Rena.


"Kenapa kaget? Saya kamu sudah diusir oleh Arlan"


Iklima tak mengubris perkataan Rena. "Mbak kalau kamu ngira saya dekat sama pak Arlan itu salah besar! Dan setidaknya jika kamu ingin kembali dengan pak Arlan pakai cara yang bagus bukan cara kotor seperti ini! Sampai kamu tega melukai Mike"


"Saya tidak peduli yang sama mau hanya mas Arlan" ucap Rena sambil pergi begitu saja meninggalkan Iklima yang masih tak percaya dengan tingkah Rena sebagai ibu kandung Misyel dan Mike.


"Ya Allah, ibu macam apa dia" gumun Iklima.


Sementara itu di rumah sakit Arlan mengerutkan dahinya heran saat melihat Iklima tidak berada di ruang rawatnya lagi.


"Kemana dia?" Arlan segera menemui suster yang bertugas mengurus Iklima.


"Dok kemana pasien yang berada diruang ini" Arlan bertanya saat sudah bertemu dengan suster yang mengurus Iklima sebelumnya.


"Oh pasien yang bernama Iklima ya dok?" tanya suster itu balik untuk memastikan apakah Iklima orang yang Arlan maksud.

__ADS_1


"Benar dok"


"Mbak Iklima sudah pulang sekitar setengah jam yang lalu dok"


"Pulang?" ulang Arlan yang membuat suster itu mengangguk.


"Dengan siapa dia pulang? Dan siapa yang membayar biaya rumah sakitnya?"


"Mbak Iklima pulang sendiri tidak ada yang menjemput dirinya dan dia sepertinya membayar biaya rumah sakitnya sendiri dok" jelas suster.


Jujur Arlan tak tahu apa yang dia pikirkan sekarang yang pasti dia melarang Iklima bertemu dengan Misyel dan Mike hanya untuk menghukum Iklima agar tak lagi ceroboh.


Arlan tahu pasti bukan Iklima yang membuat Mike sampai seperti ini dia tak percaya dengan cerita Rena, karena Arlan tahu seperti apa mantan istrinya itu.


Disisi lain kecewa Arlan merasa khawatir dengan keadaan Iklima. "Pasti dia begitu marah padaku hingga pergi begitu saja" Arlan sedikit menyesal karena telah membentak Iklima dan melarangnya bertemu dengan si kembar.


Baru saja Arlan akan melangkah pergi suara seorang yang sama sekali tidak dia harapkan membuat Arlan begitu kesal, tapi untung dia masih bisa menahannya.


"Mas Arlan" Arlan memutar bola matanya malas kala melihat Rena mendekat padanya.


"Mas Arlan mau kemana? Mau ke kamar rawat Mike ya, aku ikut mas" Rena segera menarik tangan Arlan tanap persetujuan dari Arlan.


"Lepas!" sentak Arlan, dia segera masuk ke kamar rawat Mike karena memang mereka sudah sampai.


"Mike kapan kamu siuman sayang" Rena puar-pura bersedih melihat kondisi Mike yang seperti ini.


Sedangkan Misyel cepat menjaga jarak dengan Rena sambil menatap perempuan itu dengan tatapan yang begitu dingin.


'Karena kamu Mike seperti ini dan karena kamu juga aku dan Mike tak dapat bertemu dengan mama Iklima!' teriak Misyel dalam dirinya tak lupa tatapan tajam yang dia arahkan pada Rena.

__ADS_1


Kebetulan sekali Riko menangkap tatap dingin yang Misyel tunjukkan pada Rena. "Kenapa Misyel menatap Rena seperti itu, pasti Rena sudah melakukan sesuatu yang membuat Mike sangat marah" batin Riko curiga.


"Misyel sayang makanya sudah habis" suara Arlan membuyarkan semua yang ada diisi kepala tiga orang itu.


__ADS_2