Pesona Si Kembar Misyel Dan Mike

Pesona Si Kembar Misyel Dan Mike
Bab 22. Melewati masa koma


__ADS_3

Bismillahirohmanirohim.


Iklima benar-benar menemui Misyel dan menjenguk Mike yang sedang koma di rumah sakit harus dengan cara sembunyi-sembunyi agar tidak ketahuan Arlan, atau Riko.


Iklima yakin jika Riko juga ditugaskan oleh Arlan mengawasi dirinya jangan sampai bertemu dengan si kembar, Iklima tak mengerti sebenarnya Arlan hanya memberinya pelajaran agar hal semacam ini tak terluang lagi.


Saat ini Iklima sepulang Misyel dari sekolah dia langsung menemui Misyel yanng berada di kamar rawat Mike.


Iklima segera memeluk Misyel saat dirinya melihat anak gadis itu tengah menunggu dirinya. "Kak Iklima, Misyel kira kak Iklima tidak akan datang" ucap Misyel dalam pelukan Iklima.


"Siapa bilang kakak tak akan datang Misyel, kak Iklima pasti datang kakak sudah berjanji dengan kamu dan Mike"


Iklima menggendong Misyel untuk mendekati Mike yang masih berbaring di brangkar rumah sakit, Iklima mencium Mike dengan sayang.


Selalu saja jika melihat Mike seperti ini Iklima hampir tak bisa menahan air matanya, selalu saja air mata itu ingin tumpah begitu saja.


"Kak" Misyel memegang tangan Iklima dengan lembut.


Iklima melihat Misyel dan tersenyum. "Kakak tak apa sayang, Misyel sudah makan?"


Iklima mengelus pucuk kepala Misyel dengan sayang saat anak itu menggeleng ketika dia melemparkan pertanyaan pada Misyel.


"Kebetulan kakak bawa makan, ayo makan dulu keburu ada yang kesini maaf kak Iklima tidak bisa lama" sesal Iklima.


Sebenarnya Iklima sudah datang sedari tadi, tapi di dalam kamar rawat Mike, Arlan tak kunjung keluar, sampai Iklima menunggu hampir 25 menit barulah Iklima bisa menemui Misyel dan Mike saat setelah Arlan mengakat teleponnya.


"Tadi sebelum papa pergi, papa bilang apa sama Misyel papa bilang mau kemana katanya?" tanya Iklima.


Iklima mulI menyuapi Misyel, memang sebelumnya Iklima melihat Arlan berbicara sebentar pada Misyel sebelum pergi dari kamar rawat Mike, Iklima juga melihat sebelum Arlan pergi dia mencium kening Mike dengan begitu sayang.


Melihat hal itu Iklima benar-benar merasa bersalah, bisanya mereka akan bercanda bersama, tapi sudah dua hari ini Mike belum juga sadarkan diri.

__ADS_1


"Papa bilang tunggu disini sebentar suruh jaga Mike, karena papa ada jadwal operasi, terus papa juga bilang om Riko akan kesini" jawab Misyel setelah dia menelan makannya yang Iklima suapi.


"Mungkin sebentar lagi om Riko datang nanti kak Iklima harus pergi jika om Riko sudah datang tidak apa-apakan?"


Misyel mengangguk mendengar ucapan Iklima walaupun sebenarnya dia tidak ingin berpisah dengan Iklima, Misyel hanya mau mereka seperti biasanya, seperti sebelumnya saat Mike belum mengalami hal seperti ini.


Jika Misyel boleh jujur dia merindukan bercanda bersama dengan kembarnya dan Iklima di sekolah saja Misyel tak banyak bicara dia hanya banyak diamnya, bicara ketika guru bertanya pada dirinya saja, padahal sebelumnya tidak pernah Misyel seperti itu.


Lebih parahnya lagi yang membuat Misyel tambah tidak bersemangat karena bukan Iklima yang menjaganya saat sekolah, melainkan mang Tarjo.


"Tapi kak Iklima harus janji dulu sama Misyel, besok kak Iklima akan kesini lagi" Misyel menatap Ikima dengan tatapan memohon.


"Kakak janji sayang, tak mungkin kak Iklima tidak datang, apalagi melihat Mike yang belum juga siuman"


Kini Iklima sudah selesai menyaupi Misyel makan, dia saat ini sedang mengelus-elus pucuk kepala Mike.


Iklima merasa jika sebentar lagi ada yang akan datang ke kamar rawat Mike, sebelum pergi Iklima kembali mencium pucuk kepala Mike dan kening bocah itu dengan begitu sayang.


"Cepat sembuh Mike sayang, kita semua menunggu kamu, jangan buat Misyek sedih karena kamu tak kunjung membuak mata, kak Iklima, Misyel, papa dan yang lainnya merindukan Mike" ucap Iklima dengan begitu lembut tepat di kuping Mike.


Iklima beralih pada Misyel. "Kakak harus pergi sekarang sayang sebentar lagi akan ada yang datang" sama seperti Mike tadi, Iklima melakukan hal yang sama pada Misyel.


"Inget jangan nakal oke, kak Iklima pergi dulu" Iklima kembali memeluk Misyel sebelum benar-benar pergi dari kamar rawat Mike.


Setelah kepergian Iklima tiga orang masuk ke dalam ruangan Mike, Riko dan seorang dokter yang menangani keadaan Mike, juga Rena orang yang sama sekali tak diharapkan oleh siapapun.


Sedari tadi Riko menatap Rena dengan tatapan tak suka, ingin sekali rasanya Riko mengusir Rena, tapi karena Arlan memperbolehkan Rena bertemu si kembar Riko tak bisa berbuat apa-apa, Riko hanya bisa membiarkan wanita licik itu ikut masuk e dalam kamar rawat Mike.


Dokter yang bersama Riko tadi segera memeriksa Mike, terlihat dokter itu sedikit kaget saat memeriksa keadaan Mike.


"Ini aneh, tapi saya turut senang karena Mike sudah melewati masa kritisnya" ucap dokter itu yang membuat Riko dan Misyel mengucap syukur.

__ADS_1


"Alhamdulillah" ucap Misyel pelan.


Begitu juga dengan Riko dia mengucap. "Allhamadulilah" tapi yang membuat Riko heran Rena biasa saja dengan berita bahagai ini.


'Jika kak Iklima tahu Mike sudah melewati komanya pasti kak Iklima akan ikut senang' batin Misyel menatap sedih Mike.


'Maafkan aku Mike tak bisa membiarkan kak Iklima ada disampingmu saat ini' sesal Misyel.


Tanpa mereka ketahui Iklima sebenarnya belum pergi, dia ingin mendengar apa yang dikatakan oleh dokter dan mendengar kabar baik itu Iklima juga merasa bersyukur.


"Alhamdulillah" ucap Iklima sambil melihat Mike dari kejauhan.


"Saya sudah memeriksa Mike, saya akan memeriksa anak lainnya" ucap dokter itu permisi pada mereka semua.


Arlan yang mendengar putranya sudah melewati masa komanya dengan segera menuju kamar rawat Mike.


"Sayang Mike pasti sebentar lagi akan bangun" ucap Arlan pada Misyel saking bahagianya Arlan langsung memeluk putrinya itu.


"Iya papa, coba kak Iklima juga ada disini pasti dia akan senang kalau tahu Mike sudah melewati masa komanya"


Deg


Entah kenapa Arlan menjadi merasa bersalah pada Iklima, sementara Rena yang mendegar nama Iklima disebut oleh Misyel mengeram marah dalam hatinya.


"Aneh jika Iklima yang mencelakai Mike kenapa Misyel masih mau bertemu dengan Iklima, Misyel tak mungkin ini kembali bertemu dengan orang yang sudah mencelakai kembarnya" gumun Riko yang sedikit Arlan masih bisa mendengarnya.


Arlan berfikir sejanak dengan apa yang baru saja dia dengan dari mulut Riko, sampai suara Rena membuat Arlan menatap datar perempuan itu.


"Misyel sayang sudah makan? mama bawa makan enak untuk Misyel, ayo makan dengan mama" ucap Rena tanpa rasa malu.


Misyel menatap datar Rena. "Misyel sudah makan tante!" jawab Misyel ketus.

__ADS_1


"Ya sudah kalau Misyel sudah makan"


Bukannya tak terima dipanggil tante oleh Misyel namu Rena bersikap biasa saja.


__ADS_2