Pesona Si Kembar Misyel Dan Mike

Pesona Si Kembar Misyel Dan Mike
Bab 33. Lamaran


__ADS_3

Bismillahirohmanirohim.


Hari berlalu begitu cepat, kini Iklima dan Arlan sudah semakin dekat, bahkan keduanya sudah bisa menerima satu sama lain.


Mungkin benar ucapan adalah doa, Diah pernah mengatakan siapa tahu Arlan dan Iklima berjodoh, mungkin sejak hari itu ibu 3 anak itu juga mendoakan akan keduanya agar berjodoh dengan orang yang tepat.


Kakak Iklima yang bernama Anggi sudah 6 bulan ini menikah dengan laki-laki pilihannya sendiri dan ketika laki-lakinya melamar di rumah ibu Diah dan pak Heru, dia disambut dengan begitu baik.


Hari ini tempat setelah 6 bulan pernikahan kakaknya Iklima, seorang laki-laki kembali datang ke rumah keluarga Iklima. Dengan niat yang sama ingin melamar anak dari ibu Diah dan pak Heru.


Tapi bukan Anggi lagi melaminakan Iklima sendiri lah yang akan dilamar oleh orang tersebut.


"Ayo Arlan dimakan kuenya, ibu tidak punya banyak makana" ujar ibu Diah.


"Terima kasih bu." ujar Arlan tak lupa dia menyunggikan senyum pada calon mertuanya itu, Insya Allah, jika niat baik Arlan diterima.


Kedua anak kembarnya sedang sibuk bermain dengan calon mama mereka, Iklima tidak tahu jika kedatangan Arlan ke rumah orang tuanya akan melamar dirinya.


Arlan sudah mempertimbangkan semaunya apakah dia akan melamar Iklima atau tidak? Arlan juga akan menerima apapun jawaban dari Iklima nantinya.


Arlan sadar diri, dia seorang duda sementara Iklima masih gadis, wajar saja Arlan merasa kecil kemungkinan lamarnya diterima, tapi hal itu sama sekali tidak membuat tekadnya pudar dia akan tetap melamar Iklima.


Ibu Diah dan Arlan masih asyik mengobrol. Duda dua anak itu belum menyampaikan niatnya datang ke rumah itu, karena bapak Iklima, pak Heru belum pulang dari masjid.


Tak berselang lama mereka mengobrol suara seorang dari luar mengucapkan salam. "Assalamualaikum"

__ADS_1


"Waalaikumsalam" jawab ibu Diah dan Arlan bersama.


Ibu Diah tentu tahu suara siapa itu, jelas sekali jika suara suaminya, benar saja setelah ibu Diah dan Arlan menjawab salam muncullah pak Heru.


"Ada nak Arlan rupanya" Arlan segera menyalami calon bapak mertuanya itu.


"Bagaimana kabar pak?" tanya Arlan dengan ramah.


"Alhamdulillah kabar baik nak Arlan, kalian bagaimana?"


"Alhamdulillah kabar baik juga pak"


Pak Heru sudah duduk dikuris, sedangkan ibu Diah membuatkan minum untuk suaminya, Arlan dan pak Heru terus mengobrol banyak.


Sampai akhirnya Arlan menyampaikan niatnya datang ke rumah Iklima. "Maaf sebelumnya pak, ibu, jadi begini niat saya datang kesini untuk melamar anak bapak dan ibu yang bernama Iklima" ucap Arlan sedikit gemetar.


Deg!


Ibu dan bapak Iklima tak menyangka jika anak mereka dilamar oleh seorang yang sangat terkenal, ibu dan bapak Iklima tak bisa menggambarkan kebahagiaan mereka, tapi walaupun begitu mereka tak dapat memutuskan apa-apa, karena Iklima lah yang akan menjalani kehidupan bersama Arlan.


"Alhamdulillah nak Arlan, saya senang sekali mendengarnya, tapi maaf bapak dan ibu tidak bisa memutuskan, biar kita tanya langsung Iklimanya" ibu Diah dan Arlan pun mengangguk setuju.


"Bu suruh Lima ke sini dulu"


"Iya pak"

__ADS_1


Diah segera memanggil anaknya yang sedang bermain bersama Mike dan Misyel. Tak lama kemudian Diah kembali dengan 3 orang yabg mengekor dibelakangnya.


Iklima duduk diapit oleh Diah dan suaminya, sementara Misyel duduk dipangkuan Diah dan Mike duduk disebelah papa nya.


"Silakan nak Arlan sampaikan kembali pada Iklima apa yang nak Arlan sampaikan pada ibu dan bapak tadi" suruh Heru..


Deg! Iklima langsung berpikir yang macam-macam. "Apakah aku membuat kesalahan? Sampai pak Arlan mau menghukumku" begitulah pikir Iklima kira-kira.


Arlan mengaruk tengkuknya sendiri sebelum kembali bicara, dia merasa lebih deg, degan saat bicara di depan Iklima dengan langsung.


"Jadi begini bapak, ibu dan Iklima niat saya ke sini mau melamar" Arlan menjeda perkataannya sambil menghirup udara banyak-banyak.


"Saya ingin melamar Iklima menjadi istri saya. Saya tahu saya seorang duda, tapi tak apa Iklima bisa Mempertimbagkannya lebih dulu"


Arlan bisa lancar sekali bicara tapi setelah ibu mulutnya tak bisa buka lagi, dia sudah tidak kuasa meneruskan perkataannya, apalagi melihat Iklima terus menundukkan.


"Jadi bagaimana Lima? apakah kamu menerima lamaran dari, Nak Arlan?" tanya Heru pada putrinya.


Waktu sekaan terasa berhenti bagi mereka yang menunggu jawaban dari Iklima, Misyel dan Mike pun turut merasa hal yang sams, bahkan keduanya sampai menahan nafas mereka, Misyel dan Mike berharap mbak Iklima menerima lamaran ini.


Iklima masih diam, dia masih tak percaya jika Arlan akan melamar dirinya. "Jika perempuan diam tandanya setuju, baiklah Lima bapak putuskan kamu menerima lamaran, Nak Arlan" kata Pak Heru.


Dan Iklima kembali menundukkan wajahnya saat saling tatap sekilas dengan Arlan, saking malunya dia.


"Alhamdulillah" ucap mereka semua.

__ADS_1


Tapi Misyel dan Mike sudah heboh. "Yeee! Makasih mama" Misyel dan Mike langsung memeluk Iklima.


__ADS_2