
Bismillahirohmanirohim.
Kebahagiaan bukan hanya dirasakan oleh Arlan, tapi juga Misyel dan Mike. Tentu saja hari ini kedua anak Arlan itu yang paling bahagia..
Bagaimana tidak, hari ini papa mereka akan menikah dengan perempuan yang selama ini, mereka berdua damba-dambakan untuk menjadi mama mereka, untuk pendamping hidup papanya juga.
Siapa lagi perempuan itu kalau bukan Iklima, Iklima juga bahagia, dia tidak mempermasalahkan status calon suaminya yang merupakan seorang duda, Iklima sudah melakukan shalat istigharoh dan dia yakin Arlan lah jodohnya.
Para tamu undangan sudah mulai berdatangan, bukan hanya Arlan yang meraksan dag, dig, dug, karena akan mengucapkan ijab qabul, tapi kedua anak kembarnya itu merasakan hal yang sama, entah apa yang terjadi sehingga mereka bertiga bisa sehati.
Iklima sudah berniat memberi tahu mama kandung Misyel dan Mike pada keduanya, tapi dia juga harus berkata pada Arlan lebih dulu, walau bagaimanapun Rena adalah mama kandung si kembar.
Arlan sudah duduk di hadapan penghulu dan orang tua Iklima. "Bagaimana Arlan apakah sudah siap?" tanya pak penghulu memastikan.
"Insya Allah, saya sudah siap pak." Jawab Arlan dengan mantap.
Sedangkan Iklima masih berada di kamar rias menunggu Arlan selesai mengucapkan ijab qabul barulah dia akan turun untuk menemui Arlan yang akan menjadi suaminya beberapa menit lagi.
Iklima tak menyangka jika hari ini, dia akan berganti status menjadi istri orang. "Mama, terima kasih banyak." Mike dan Misyel lagsung memeluk Iklima sangat erat saat mereka mendengar orang-orang di bawah sana mengucapkan kata
Sah
__ADS_1
Sah
Iklima bahkan sempat meneteskan air mata bahagianya, bahagia sekali sekarang tidak akan ada lagi yang memisahkan Iklima dengan si kembar. Bahkan kebahagain yang dirasakan oleh Misyel dan Mike tidak dapat digambarkan.
"Sudah ayo kita turun, kasih penganti prianya jika menunggu lama." Ujar ibu Diah.
Misyel dan Mike segera melepaskan pelukan mereka pada Iklima. "Siap, oma." Jawab keduanya kompak.
Misyel dan Mike sangat antusias sekali, apalagi mereka berdua langsung memegang tangan Iklima bersebelahan.
"Ayo Ma." Ajak Mike.
Diah hanya bisa terkekeh geli pada kedua cucunya itu, Diah membiarkan Iklima digandeng oleh si kembar, sementara Diah memperhatikan mereka dari belakang.
Arlan tak mengedipkan matanya memandang sang istri dengan tatapan penuh cinta, dia bahagia sekali hari ini, mungkin jika diukir dengan kebahagiaan Misyel dan Mike, sebenarnya Arlan lah yang paling bahagia diantara mereka semua.
Misyel dan Mike tak mau jauh-jauh dari Iklima, walaupun mereka memberikan ruang untuk Arlan dan Iklima melangsungkan acara pernikahan ini.
"Misyel aku bahagia sekali." Bisik Mike.
"Aku juga, bahagia sekali." Setelah selesai acara pemasangan cincin, pak Guntur sedikit memberi wewejang pada sepasang pengantin baru itu.
__ADS_1
"Nak Arlan sekarang tanggung jawab Iklima sudah sepenuhnya bapak serhakan pada, Nak Arlan, jaga Iklima, jika Nak Arlan sudah tidak sanggup dan ingin mengembalikan Iklima pada bapak dan ibu, maka kembalikan dengan baik-baik seperti Nak Arlan melamarnya dengan baik." Ucap Guntur, Arlan mengangguk mantap.
"Opa ngomong apa!" ucap Misyel dan Mike kompak, tentu mereka tak terima.
Semua orang sangat kaget melihat Misyel dan Mike dengan raut wajah yang sedikit marah. "Dengarkan Mike baik-baik opa, sampai kapanpun Mama Iklima akan bersama kami, jika papa berani menyakiti mama, maka papa lah yang harus pergi dari rumah bukan mama, benarkan Misyel." Ucap Mike meminta persetujuan saudari kembarnya.
"Betul, opa tenang saja kita akan menjaga mama dan kita tidak akan membiarkan sedikitpun papa menyakiti mama!"
Semua tamu bahkan sangat heran pada anak kembar Arlan yang lebih membela mama mereka ketimbang Arlan yang merupakan papa kandung. Sementara Arlan hanya bisa menelan ludahnya kasar, tak menyangka jika kedua anaknya akan seberani itu.
"Kalian tengan saja Insya Allah, papa tidak akan meyakiti mama, papa akan selalu menjaga kalian bertiga." Ucap Arlan sambil mentapa keluarga kecilnya penuh kasih sayang.
Sekarang keluarga kecil itu sudah lengkap, sudah ada Iklima yang akan selalu membuat Arlan, Misyel dan Mike bahagia.
"Bagus memang harus seperti itu papa!" ucap Mike tegas, bahkan lebih tegas dari pada Arlan yang biasanya.
"Iya Mike, kamu tenang saja." Sedangkan Iklima sudah malu sekali ulah kedua anak curut itu.
Tapi walaupun begitu Iklima merasa sangat bahagia dia tak menyangka, ternyata kasih sayang Misyel dan Mike pada dirinya sangatlah besar, mungkin lebih besar kasih sayang Misyel dan Mike pada Iklima dari pada kasih sayang dirinya pada kedua anak itu.
Pesona dua anak kembar Arlan memang tak main-main. "Terima kasih sayang." Ujar Iklima membawa kedua anak kembar itu ke dalam pelukannya.
__ADS_1
Diikuti Arlan yang juga memeluk ketiga orang didekatnya itu. "Terima kasih untuk kalian semua." Ucap Arlan bahagia