
Bismillahirohmanirohim.
Deg!
Riko dibuat begitu terkejut saat berhasil mendapatkan hasil cctv di taman bermain, tempat Iklima mengajak si kembar terakhir kali bermain sebelum Mike mengalami koma.
"Inalilahi" Riko menutup kedua mulutnya tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Rena.
Riko dapat melihat dengan begitu jelas jika benar-benar Rena yang mendorong Mike sampai terjatuh, di sana terlihat Iklima yang segera membantu Mike dan sempat memarahi Rena karena sudah mendorong Mike sampai pingsan.
Sedangkan Misyel terlihat begitu syok saat melihat kembarnya itu pingsan, Misyel juga mendengar benturan yang begitu keras dari belakang ternyata Mike terjatuh.
"Begitu teganya kah kamu Rena dengan buah hatimu sendiri, kamu tak pantas dipanggil ibu Rena!"
"Aku tidak tahu apa yang akan terjadi setelah Arlan melihat rekaman cctv ini nanti, pasti Arlan akan marah besar, membayangkannya saja aku tidak sanggup"
Riko bergidik ngeri sendiri jika mengingat Arlan marah besar, apalagi hal ini menyangkut buah hatinya yang begitu Arlan sayangi.
"Aku harus segera memberikan rekaman cctv ini pada Arlan, agar dia tidak terus menyalahkan Iklima"
"Di dalam rekaman ini jelas sekali jika Iklima terlihat begitu khawatir dengan keadaan Mike" Riko masih saja mengoceh sendiri sambil memindahkan rekaman cctv itu ke dalam flashdisk miliknya.
Riko melonggarkan otot-ototnya setelah selesai memindahkan semua rekaman itu ke dalam flashdisk, sungguh sebuah tontonan yang sangat menguras tenaga.
"Sebenarnya apa tujuan Rena mencelakai Mike, padahal Mike anaknya sendiri" bingung Riko.
"Aku merasa heran sendiri dengan Arlan, kenapa dia tidak menyuruhku menyelidiki hal ini lebih dulu, kenapa dia baru menyuruhku menyelidiki kasus ini setelah Mike siuman, yang lebih anehnya lagi kenapa aku tidak langsung menyelidikinya saja tanpa menunggu perintah dari Arlan"
Riko menggelengkan kepalanya sendiri merutuki kebodohannya sudah seperti ini Iklima yang tidak bersalah apa-apa malah dia yang kena getahnya.
__ADS_1
Riko yakin hubungan Iklima dan Arlan sejak kejadian ini akan sedikit renggang, ditambah Arlan tidak menyelidik lebih dulu apa yang terjadi dia malah sekana menuduh Iklima yang mencelakai Mike.
Benar secara tidak langsung saat Arlan melarang Iklima bertemu dengan si kembar, Arlan membenarkan apa yang dikatakan oleh Rena, jika Iklima lah yang sudah mencelakai Mike.
Lama Riko termenung sejenak setelah melihat siapa pelakunya dari cctv. Riko sangat bersyukur karena pihak taman bermain anak-anak itu membolehkannya untuk melihat cctv satu minggu yang lalu.
"Sudah selesai semua, akhirnya beres juga pekerjaanku, kamu tunggu saja kehancuranmu Rena, lihat sudah berapa kali kamu membuat Arlan tak mempercayaimu lagi, Aku yakin setelah ini Arlan tidak akan memaafkanmu lagi sudah begitu banyak kesalahan yang kamu lakukan pada Arlan" Riko masih saja mengoceh.
Andai saat ini Riko berada di depan Rena langsung mungkin Riko akan mengatai wanita itu habis-habisan, sampai wanita itu malu hingga keubun-ubun nya.
Setelah selesai Riko segera menemui pihak yang sudah memperbolehkannya untuk melihat cctv tadi, Riko merasa pekerjaannya lebih mudah lagi, karena tidak dipersulit oleh pihak yang mengawasi taman bermain.
Sepertinya Rena melupakan satu hal dia tidak menyuruh bungkam dan menghilangkan jejak cctv di hari itu, hari dimana dia mencelakai Mike yang merupakan anak kandungnya sendiri.
Riko masuk ke dalam salah satu ruangan yang merupakan ruang dari pemilik taman anak-anak tersebut. 'Tok, tok, tok'
Riko mengetuk pintu ruangan itu dengan sopan. "Masuk" suruh orang yang ada di dalam.
"Permisi pak" ucap Riko dengan sopan.
"Hmmm, silahkan duduk" suruh orang itu dengan datar.
Tanpa disuruh dua kali Riko langsung saja duduk di kursi yang sudah tersedia di dalam ruangan itu, kini Riko sudah duduk berhadapan dengan laki-laki paruh baya itu yang merupakan pemilik taman bermain anak-anak itu.
"Bapak Danur saya mengucapkan terima kasih pada anda karena sudah mengizinkan saya untuk melihat cctv beberapa minggu yang lalu" ucap Riko.
Riko memulai pembicaraan karena memang pak Danur yang hanya diam saja, Riko bisa menebak jika pak Danur itu seorang yang begitu dingin, jika dilihat dari luarnya saja.
Tapi bukankah kita tidak bisa menilai seseorang dari covernya saja, apa yang kita lihat belum tentu itu yang sebenarnya.
__ADS_1
Pak Danu menatap Riko sebentar. "Sama-sama saya juga senang membantu pak Riko" ucap pak Danur.
"Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih pada pak Danur dan ini ada bingkisan dari bos saya" ucap Riko sambil memberikan bingkisan yang memang dari Arlan.
Pak Danur menerima bingkisan itu dengan senang hati. Setelah itu pak Danur mengantar Riko sampai ke depan ruangnya.
Riko setelah pulang dari tempat taman bermain itu dia segera kembali ke rumah sakit untuk memberikan semua bukti yang sudah dia dapat pada Arlan.
Sampai di rumah sakit Riko tak menemukan Arlan di ruangannya, Riko tahu pasti Arlan berada di kamar rawat Mike, tanpa menunggu lama lagi Riko langsung menuju kamar rawat Mike.
Tapi bersama dengan itu dia melihat Rena masuk ke dalam kamar rawat Mike. "Kita lihat Rena sebentar lagi permainan akan dimulai" Riko tersenyum miring sambil menyusul Rena masuk ke dalam kamar rawat Mike.
"Kak Iklima boleh aku dan Misyel memanggil kak Iklima dengan sebutan mama?" Mike mantap Iklima penuh harapan begitu juga dengan Misyel.
Itulah kata pertama yang Riko dan Rena dengar saat masuk ke dalam kamar rawat Mike, Rena yang mendengar perkataan Mike dan Misyel itu mengepalkan tangannya karena tidak suka dengan perkataan Mike dan Misyel, sementara Riko yang mendengar permintaan si kembar itu mengembangkan senyumnya.
Rena maupun Riko segera menghampiri Mike yang masih ada di atas brankar. "Mi-"
"Hey boy" sapa Riko sebelum Rena menyapa Mike lebih dulu.
"Senang banget kayaknya, perasaan tadi pagi sebelum om Riko tinggal cemberut aja" canda Riko.
"Gimana tidak senang orang pawangnya ada disini" bukan Mike yang menjawab tapi Pia yang berdiri di sebelah Ikima.
Setelah Riko menyapa semuanya dan mengelus pucuk kepala si kembar, walaupun kedua bocah itu memberontak Riko menghampiri Arlan yang duduk tak jauh dari brankar Mike.
Sedangkan Rena tidak ada yang peduli akan kehadiran perempuan itu di kamar rawat Mike tersebut bahkan Mike dan Misyel terlihat asyik bermain dengan Iklima dan Pia.
Arlan diam-diam memperhatikan Iklima dan Rena secara bergantian, seharusnya Iklima yang lebih cocok menjadi ibu kandung Misyel dan Mike bukan Rena.
__ADS_1
"Liatin aja terus" sindir Riko yang membuat Arlan menatap dirinya.