Pesona Si Kembar Misyel Dan Mike

Pesona Si Kembar Misyel Dan Mike
Bab 23. Mama Iklima


__ADS_3

Bismillahirohmanirohim.


Arlan tak perhan meninggalkan Mike, dia dan Misyel selalu menginap di kamar rawat Mike, hari ini Misyel sedikit kesal pada sang ayah, karena jika Arlan terus berada di dalam ruang rawat Mike, maka Iklima tidak akan bisa masuk.


"Papa mau ketemu kak Ikima" rengek Misyel memohon pada Arlan.


Sudah dari kemarin Misyel membujuk Arlan agar Iklima bisa ke rumah sakit menemani dirinya dan Mike, tapi Arlan sama sekali tak menghiraukan Misyel.


Melihat Arlan diam saja Misyel kembali bersuara. "Papa! Misyel mau ketemu kak Ikima pokoknya titik!" tegas Misyel.


"Sayang kenapa harus kak Iklima kan ada tante Rena" ucap Arlan dengan lembut.


"Iya Misyel sayang tante Rena bawain makan kesukaan kamu nih" ternyata Rena baru sampai di ruang rawat Mike.


Misyel menatap Rena dengan dingin hal seperti itu tentu saja tak luput dari penglihatan Arlan. "Sayang ayo makan"


Misyel segera menghindar saat Rena mengelus pucuk kepalanya, dia kembali menatap Rena dengan dingin.


'Awas ya kamu bocah' maki Rena karena merasa geram dengan tingkah Misyel.


"Papa pokoknya Misyel mau ketemu kak Iklima, titik!" ucap Misyel lagi.


"Tapi say-"


"Papa jangan menyesal jika Mike sadar nanti dan dia tidak menemukan kak Iklima disini maka Misyel tak akan berbuat apa-apa untuk membantu papa karena Mike marah dengan papa"


"Papa jahat! Papa pisahin Mike dan Misyel dengan kak Iklima, jika Mike sadar dan mengungkap kebenarannya papa jangan menyesal!" Misyal merasa begitu kesal dengan sang papa karena sudah memisahkannya dengan Iklima.


"Misyel kok ngomongnya kayak gitu sama papa? siapa yang ngajarin pasti Iklima ya"


Arlan saat ini sedang bimbang, jujur dia merasa sakit putrinya marah pada dirinya, Arlan berfikir sebegitu sayangkah anaknya dengan Iklima.


"Tante tak usah memojokan kak Iklima! Disini kak Iklima hanya korban fitnah tante!" Misyel sudah geram dengan semua ini.


"Sayang sini maaf papa salah, tapi nggak baik ngomong sama yang lebih tua tidak sopan" tegur Arlan.


"Hiks....hiks...hiks....! Salah papa, papa jahat nggak bolehin Misyel bertemu dengan kak Iklima"


Arlan langsung memeluk putrinya jujur dia merasa bersalah pada Misyel. "Kalau Mike tahu papa buat kakak kesayangannya ini menangis pasti dia juga akan mara pada papa. Hiks....hiks....hiks....!"


"Maaf sayang papa salah" sesal Arlan dia masih memeluk Misyel untuk menenangkan putrinya, baru kali ini Arlan melihat Misyel begitu mara pada dirinya.


'Dasar bocah menyebalkan! Jika kembali bersama mas Arlan aku tidak mau ada bocah menyusahkan ini, tenang saja aku memiliki kejutan untuk kamu bocah' entah apa yang dipikirkan Rena tapi senyum licik terbit di sudut bibirnya.

__ADS_1


Entah apa yang Rena alami hingga sampai 4 tahun telah berlalu dia tak sama sekali menginginkan Misyel dan Mike, yang Rena mau hanyalah Arlan.


Saat Arlan tengah menenangkan Misyel mereka tidak sadar jika tangan Mike bergerak. "Mama Iklima" ucap Mike dengan kedua mata masih terpejam.


Deg!


"Mike sayang" Arlan segera memeriksa putranya itu.


Arlan saat ini begitu merasa bersalah pada Iklima, seharusnya dia menyelidik semua lebih dulu baru dirinya boleh melakukan apa saja pada Iklima.


'Maafkan aku lklima' sesal Arlan.


"Mas bagaimana keadaan Mike?" tanya Rena sengaja mencari perhatian pada Arlan..


"Dia sudah jauh lebih baik dari sebelumnya" jawab Arlan seadanya.


"Mike cepat sembuh sayang" ucap Rena tapi saat dia akan menyentuh Mike diurugkan karena suara Misyel.


"Jangan sentuh Mike!" teriak Misyel tak terima.


"Maaf sayang"


"Misyel jangan marah-marah lagi oke, sekarang lebih baik makan dulu yuk, mama sudah bawakan makanan kesukana kamu" bujuk Rena.


'Bocah sialan, kalau saja tidak ada mas Arlan disini aku sudah gebuk dari tadi kamu! Sabar Rena kamu harus bermain canti' ucapnya pada diri sendiri.


"Mama Iklima" suara Mike kembali mencuri perhatian mereka.


"Mike sayang ayo bangun Nak" ucap Arlan berharap sang anak membuka kedua bola matanya.


Tapi sudah dua kali Mike menyebut nama Iklima tidak ada tanda-tanda jika anak itu akan sadar.


Arlan mengusap mukanya frustasi. 'Riko cari tahu kebenaran tentang jatuhnya Mike ditaman bermain' suruh Arlan pada Riko dipesan yang Arlan kirim.


Riko tersenyum meremehkan setelah membaca pesan yang dikirim oleh Arlan. "Good kenapa baru sekarang dia menyuruhku untuk menyelidiki hal ini, Arlan, Arlan" ucap Riko tak habis pikir.


Tapi sebelum dia melakukan apa yang Arlan suruh, Riko mampir terlebih dahulu ke kamar rawat Mike, dia ingin melihat keadaan keponakanya yang masih terbaring di bangkar rumah sakit.


"Om Riko" Misyel langsung berlari memeluk Riko.


'Tumben nih anank' bati Riko heran.


"Kamu kenapa hmmm?"

__ADS_1


"Misyel cuman mau sama om Riko, no sama papa, papa jahat!" adunya.


Riko menatap Arlan untuk meminta penjelasan tapi yang ditatap hanya mengangkat kedua bahunya acuh.


"Girls bagaimana keadaan Mike?" Riko segera menggendong Misyel mendekat pada Mike.


"Mike cepat sembuh sayang kita semua menunggu kamu sadar"


"Mama Iklima" Mike kembali mengeluarkan suara yang membuat Riko mengerutkan dahinya heran.


"Om dari tadi Mike terus manggil nama kak Iklima tapi matanya terus terpejam" jelas Misyel yang meliahat Riko merasa heran.


"Terus papa nggak jemput kak Iklima kesini sayang buat nemui Mike?" Misyel menggeleng atas pertanyaan Riko.


"Biar kita saja yang jemput kak Iklima bagaimana sayang"


"Setuju om"


Sebenarnya Riko tahu jika Iklima sering menemui Misyel dan Mike secara diam-diam tapi Riko membiarkan saja.


"Jangan macam-macam Riko urus tugasmu yang saya suruh tadi atau kamu sudah bosan bekerja dengan saya" Arlan menatap tajam Riko.


"Sepertinya om harus pergi grils maafkan om"


Setelah kepergian Arlan, Mike perlahan membuka matanya hal pertama yang dia lihat kembarnya sedang menunggu dirinya siuman.


Misyel menatap Mike dengan sedih. "Kamu kenapa?" Mike mengusap lembut rambut kembarnya.


Tak mendapat jawaban dari Misyel, Mike memutar kedua bola matanya mencari keberadaan Iklima.


Tapi nihil Mike tak menemukan keberadaan Iklima, dia malah melihat Rena orang yang sudah mencelakai dirinya.


Mike juga melihat sang papa yang sedang fokus dengan benda ajaibnya. "Mana kak Iklima, Misyel, hiks....hiks...hiks...! Kangen kak Iklima" ucapnya yang membuat Arlan mendekati putranya.


"Sayang kamu sudah sadar" Arlan mengusap kepala Mike dengan lembut, Arlan merasa bersalah pada Mike.


Rena yang mendengar Mike sudah sembuh segera mendekat untuk mencari perhatian Arlan.


Rena dibuat kesal kembali dengan perkataan Mike. "Kenapa kamu ada disini? Dimana kak Iklima?" Mike menatap tajam Rena.


'Iklima lagi, Iklima lagi, apa istimewanya perempuan itu!' kesal Rena dia semakin membenci Iklima.


'Awas kamu ya Iklima!'

__ADS_1


__ADS_2