Pesona Si Kembar Misyel Dan Mike

Pesona Si Kembar Misyel Dan Mike
Bab 24. Rencana si kembar


__ADS_3

Bismillahirohmanirohim.


"Misyel dimana kak Iklima?hiks...hiks....hiks....! Mike mau ketemu kak Iklima!"


Sejak bangun dari komanya Mike terus saja mencari Iklima, dia tak peduli akan hal lain, saat yang yang Mike butuhkan benar-benar hanya Iklima.


Misyel yang tidak tega melihat saudar kembarnya terus menangis segera memeluk Mike, Misyel memeluk Mike dari samping dia merasakan apa yang saudarnya itu rasakan.


"Maafkan aku Mike, maaf kak Iklima tidak disini, maaf tidak mengatakan sejujurnya siapa yang sudah mencelakai kamu, maafin Misyel, Mike"


"Misyel aku sudah memaafkanmu tapi dimana kak Iklima?"


Rena merasa tidak dianggap sama sekali disitu, Arlan justru semakin bingung kenapa Mike terus mencari keberadaan Iklima.


"Mike sayang papa periksa dulu oke" ucap Arlan dengan lembut.


"Nggak! Mike cuman mau kak Iklima!"


"Misyel juga" sahut Misyel ketus pada sang papa.


"Astagfirullah hal-Adzim" Arlan begitu frustrasi.


"Papa akan jemput kak Iklima kalian disini dulu bersama tante Rena" putus Arlan.


"Nggak!" Mike dan Misyel menjawab semakin ketus.


"Papa jemput kak Iklima dan biarkan dia pergi" tunjuk Mike pada Rena.


Mike tidak sama sekali melihat Rena dia begitu engga untuk melihat orang yang sudah menyakiti dirinya, entah bagaimana jadinya jika kedua anak kembar itu tahu bahwa Rena merupakan mama kandung mereka.


"Iya pa, biar Misyel saja yang menjaga Mike" tambah Misyel.


"Mi-"


"Papa cepat jemut kak Iklima!"


Mike sama sekali tak memberi Rena kesempatan untuk berbicara. "Jika dalam 10 menit kak Iklima tidak ada disini maka Mike akan marah dengan papa!" ancam Mike.


"Papa jemput kak Iklima dan kamu Rena ikut saya keluar!" tukas Arlan akhirnya.


'Awas kalian berdua bocah sialan!' Rena merasa tidak terima karena sudah dipermalukan oleh Misyel dan Mike di depan Arlan.


'Dasar anak tidak tahu diri!' sedari tadi Rena terus mengumpati kedua anak kandungnya sendiri, walaupun dia tetap tersenyum, senyum yang sangat dipaksakan.


Tak lama Arlan dan Rena keluar pintu kamar rawat Mike kembali dibuka. "Papa aku sudah katakan bawa kak Iklima kesini, kenapa kembali lagi?" ucap Mike tanpa menoleh kearah pintu.


Orang yang membuka pintu itu terus saja berjalan mendekati Misyel dan Mike. "Hai boy, grils maaf om baru bisa datang dan untuk kamu boy maaf om baru bisa jenguk"

__ADS_1


"Om Liam!" ucap Mike dan Misyel serentak.


"Kenapa om kesini?"


"Misyel sayang maafkan om, om baru bisa datang sekarang" sesal Liam.


Liam tahu saat ini dua anak kembar Arlan itu sedang marah pada dirinya, karena Liam baru datang padahal Mike sudah satu minggu koma.


"Om pergi" usir Mike.


'Leah susah amat bujuk bojak, mana gue diusir lagi' keluh Liam.


"Keluar Om!" usir Mike lagi.


Kakak beradik itu enggan menatap Liam sama sekali, bagaimana mereka tidak marah pada Liam sudah 1 minggu ini Mike koma tapi Liam baru menjenguk mereka.


Untung saja saat pertemuan mereka di restoran itu Liam bersama Pia benar-benar datang ke rumah Arlan malam harinya.


"Mike plis jangan usir om, om Liam sekali lagi minta maaf"


"Keluar om Liam, om Liam tahukan dimana pintu keluarnya atau mau Misyel antar"


'Duh, susah amat bujuk dua bocah ini sepertinya harus disogok dulu'


"Mike, Misyel sayangnya om Liam, om Liam minta maaf oke, om janji akan kasih apa saja yang kalin mau tapi maafkan om"


Misyel dan Mike menatap lama kedua netra Liam, mereka tidak mau ditipu oleh Liam, keduanya berusaha mencari kebohongan dikedua bola mata Liam tapi kali ini sepertinya Liam benar-benar tak berbohong.


"Janji!" pasrah Liam akhirnya, Liam sudah meyakinkan dirinya sendiri.


"Deal" mereka bertiga saling menatukan kelingking.


"Dimana tante Pia om?"


"Tante disini" sahut Pia yang baru saja masuk ke dalam kamar rawat Mike, dia datang bersama Liam karena ada urusan sedikit Pia tak langsung masuk ke kamar rawat Mike.


"Tante Pia" ucap keduanya begitu senang.


"Tadi aja sama gue pada ngusir segala giliran Pia aja langsung main peluk" sindiri Liam yang membuat ketiga orang itu tertawa.


"Kenapa kalian hanya berdua disini? Dimana papa kalian?" heran Liam.


"Lagi jemput ka-"


"Papa jemput mama" Mike cepat memotong ucapan Misyel.


"Sudah tak boleh berbohong om dan tante sudah tahu siapa Iklima untuk kalian" ujar Liam malah membuat Mike dan Misyel saling pandang.

__ADS_1


"Serius om tahu?" Liam mengangguk.


"Jika seperti itu aku akan menagih janji om Liam baru saja"


"Kamu mau minta apa Mike"


"Sini om Mike kasih tahu" Mike menyuruh 3 orang itu mendekat pada dirinya.


"Om Liam dan tante Pia harus bantu Misyel dan Mike"


"Bantu apa?"


"Jadi begini tante Pia, Misyel dan Mike ingin memiliki mama, tapi kami hanya ingin mama Iklima jadi bisa bantu?"


Kini giliran Liam dan Pia yang saling memandang satu sama lain. "Kita harus menyusun rencana lebih dulu untuk itu boy" ujar Liam.


"Jadi om Liam dan tante Pia setuju?" kedua orang itu mengangguk


"Hore...horeeee....horeee...!" Misyel dan Mike begitu senang itu artinya sebentar lagi mereka punya mama.


'Bep tapi bukan kah mbak Rena ada di Indo' bisik Pia pada Liam.


'Kita urus nanti saja yang itu sekarang demi kebahagiaan kedua bocah ini dulu' balas Liam ikut berbisik pula..


Sementara Misyel dan Mike menatap curgia dua orang dewasa di depannya ini. "Om apakah ada rencana?" tanya Misyel memastikan.


Kali ini Liam menggeleng. "Sepertinya kita harus memastikan lebih dulu apakah papa menyukai mama Iklima" mereka semua mengangguk setuju.


Keempat orang itu akhirnya berdiskusi untuk menjalankan rencana mereka. 10 menit berlalu Arlan kembali ke kamar rawat Mike bersama Ikima.


Tapi yang membuat mereka heran Iklima dan Arlan seperti sedang saling diam, sedari tadi Iklima menatap datar Arlan.


"Kayaknyan yang harus dipastikan itu Iklima bep apakah dia menyukai bang Arlan atau tidak" bisik Liam.


"Kamu benar bep!"


Sedangkan Mike dan Misyel yang melihat Iklima datang keduanya tersenyum lebar. "Mama Iklima" ucap keduanya serentak.


Iklima mengerutkan dahinya heran saat mendengar si kembar memanggilnya dengan sebutan mama.


'Apa yang kedua bocah ini rencanakan' Iklima menatap curiga keduanya, Tapi Iklima berpikir nanti dulu mengurus hal yang satu ini saat ini dia tengah berbahagia karena Mike sudah sadar dari komanya.


"Mike sayang kamu sudah sadar, Allhamadulilah kak Iklima senang mendengarnya"


Iklima langsung memeluk Misyel dan Mike secara bergantian. "Kak Iklima dari mana saja?"


Mendengar pertanyaan yang dilontarkan Mike pada Iklima membuat Arlan semakin merasa bersalah karena sudah memisahkan Mike dan Misyel dengan Iklima.

__ADS_1


__ADS_2