
Bismillahirohmanirohim.
persiapan yang sedemikian rupa sudah disiapkan di rumah mewah milik Arlan, hari ini merupakan acara ulang tahun si kembar segala hal sudah Alan siapkan untuk kedua anak kembarnya.
semenjak Arlan mengatakan pada Iqlima Jika dia akan mengadakan perayaan ulang tahun si kembar hubungan kedua orang itu sedikit membaik karena menyiapkan acara ulang tahun Misyel dan Mike.
Tentu saja Riko Ikut andil dalam hal ini karena orang yang paling bisa diandalkan oleh Arlan Ia adalah Riko segala dekorasi yang indah sudah disiapkan oleh Riko.
Iqlima yang memilih semua tema hari ulang tahun Misyel dan Mike, Iqlima begitu antusias akan menyambut hari ulang tahun kedua anak asuhnya.
" semoga saja Misyel dan Mike senang dengan kejutan hari ini" ucap Iqlima pada diri sendiri.
Iklima tidak sadar jika saat ini Arlan berdiri di sebelahnya sedang menatap sekeliling di rumahnya sama halnya yang dilakukan oleh Iklima. "Aamiin" sahut Arlan.
Iqlima menoleh ke sumber suara ternyata Arlan sedang berdiri di sebelah jalan dengan menatap lurus ke depan tersenyum kala melihat kesalahan berdiri di sebelahnya.
" Pak Arlan Sejak kapan di sini?"
Arlan menaikkan sebelah alisnya dia merasa heran kenapa Iqlima masih saja memanggilnya dengan sebutan Pak? padahal sudah beberapa kali dia katakan panggil nama saja tapi iklima sama sekali tidak melakukan hal itu.
' Apakah ada yang salah' batin Iqlimah.
Iklima merasa jika apa yang baru saja dia katakan ada hal yang salah tapi sedari tadi dia mengoreksi apa yang dia katakan barusan tak ada kata-kata yang menyakiti hati Arlan sama sekali.
" panggil saja aku Arlan, Iqlima Kenapa kamu selalu memanggilku dengan sebutan Pak? kelihatannya aku seperti begitu tua sekali"
'Yah memang itu kenyataannya' batin Iklima.
" tapi jika saya panggil Arlan saja rasanya kurang sopan Pak Arlan" Iklima menggaruk tengkuknya yang terasa gatal.
"Panggil mas saja bagaimana? Sepertinya lebih enek di degar ketimbang kamu panggil saya dengan sebutan pak" usul Arlan.
__ADS_1
"M-a-s" ucap Iklima dengan terbata dia mengulangi apa yang baru saja Arlan katakan.
' Yang benar saja aku harus memanggil Pak Arlan dengan sebutan Mas, rasanya aku sendiri tidak berani menyebut Pak Arman dengan sebutan Mas Arlan" Iqlima menggelengkan kepalanya dengan kuat.
" Ada apa Apakah ada yang salah? Bukankah lebih enak didengarnya jika kalau memanggil saya dengan sebutan mas?" pulang Arlan sekali lagi pada Iklima.
"Heheh, kalau begitu saya keatas dulu untuk menjemput Misyel dan Mike, sepertinya mereka sudah selesai di dandani oleh Pia" ucap Iklima mencari alasan lain.
"Silakan aku akan menunggu kalian disini" sahut Arlan yang mengerti jika Iklima merasa canggung.
acara ulang tahun untuk si kembar bukan hanya sekedar untuk senang-senang tapi juga Alan mengundang para prihatin piatu dan kaum dhuafa untuk menikmati semua yang dihidangkan di acara ulang tahun si kembar.
tak sampai di situ saja farlan juga membagi-bagikan sembako pada orang yang membutuhkan tentu saja ibu iklima dan adiknya hadir di acara tersebut bahkan Arlan sendiri yang menjemput mereka di rumah .
Pia yang memang merupakan seorang perias mengusulkan diri untuk mendandani Misyel dan Mike di acara kedua orang ulang tahun anak kembar Arlan.
" Masya Allah kalian berdua cantik dan ganteng sekali dan juga make up Tante Via sama sekali tidak mengecewakan" ucap Iqlima Setelah dia berada di dalam kamar si kembar.
" aku merasa jika diterima saat ini sudah benar-benar menjadi Ibu dari kedua anak kembar ini" batin Pia ketika melihat interaksi Misyel dan Mike pada Iklima.
"Kalian sudah siap ayo kita turun, para tamu sudah menunggu kalian berdua" ajak Iklima.
Tadi sebelum Pia merisas Misyel dan Mike, dia lebih dulu merias Iklima lebih dulu, tadinya Iklima menolak untuk dirias tapi dengan bujukan yang dilakukan oleh Misyel dan Mike akhirnya Iklima setuju untuk dirias, tapi dengan syarat harus make up natural saja tida terlalu berlebihan.
"Ayo kita turun" ajak Pia pula.
mereka berempat turun dari lantai 2 menuju lantai 1 ternyata sudah ramai sekali orang bukan hanya di dalam rumah tapi juga di luar rumah warna acara yang diadakan memang digelar di luar rumah Arlan agar orang-orang bisa leluasa banyak permainan juga yang di galeri di depan rumah itu saat ini rumah Arlan seperti menjadi taman bermain untuk anak-anak.
"Selamat milad saya" ucap Arlan dan Iklima kompak, tak ada niat dari kedua orang itu untuk bicara kompak.
"Hmmm kompak sekali kalian" sindir Liam.
__ADS_1
"Terima kasih mama papa" sahut Mike dan Misyel juga dengan kompak.
"Gue dikacangin" ucap Liam tak terima.
"Yang sudah sekarang jangan bikin ribut dulu, ingat ini acara ulang tahun Misyel dan Mike, jangan cuman gara-gara kamu semuanya berantakan" tegur Pia.
"Salah lagi gue" gumun Liam.
"Pacar gue aja belain dua anak curut ini" gumun Liam yang masih di degar oleh Misyel dan Mike juga Iklima dan Arlan.
Mereka semua tertawa dengan kompak mendengar keluah yang keluar dari mulut Liam.
" Kasihan sekali om Liam, tapi benar apa yang dikatakan oleh Tante Pia jangan merusak acara kita Om, Mama dan Papa sudah susah-susah menyiapkan semua ini" kata Misyel sok bijak.
" Oh jadi sekarang Misyel melupakan jasa Om Rico yang juga sudah susah payah menyiapkan semua ini" sahut Riko tak terima.
"Gitu doang ngambek, om Liam sama om Riko sama aja" sahut Mike akhirnya.
" Sudah sudah jangan berantem sekarang kita lanjutkan acara ini semua orang sudah menunggu acaranya agar bisa berjalan sesuai yang mereka inginkan"
Setelah mereka selesai mendoakan Misyel dan Mike, tak lupa juga ada yang memberi hadiah kepada Misyel dan Mike, mereka semua akhirnya bermain sepuasnya di depan rumah Arlan itu yang sudah didekor menjadi tempat yang begitu memanjakan hati anak-anak.
"Mama papa terima kasih banyak untuk semuanya" ucap Misyel dan Mike begitu tulus pada Arlan dan Iklima.
Tak tahu kenapa dirinya merasa sudah terikat pada dua anak kembar Arlan ini. 'Entah apa yang terjadi Ya Rabb tapi aku begitu bahagia melihat mereka bahagia' batin Ikima.
Dia tersenyum pada Misyel dan Mike. "Sama-sama sayang" sahut Arlan dan Iklima kembali bersama.
Sejenak kedua orang itu saling mentap tapi dengan cepat Iklima memutuskan tatapan mereka.
"Hmmmm, ayo kita bermain kesana" ajak Arlan akhirnya.
__ADS_1