
Bismillahirohmanirohim.
beberapa hari sebelum Mike pulang dari rumah sakit setelah Arlan mengetahui semua perbuatan jahat Rena.
Folback
" Aku ingin wanita itu merasakan apa yang sudah dia lakukan dan jangan pernah beli celah dia untuk lagi-lagi menemuiku" suruh Alan pada Riko orang kepercayaannya sekaligus sahabatnya itu.
" Aku akan menuntaskan semuanya secepat mungkin"
" good, good Aku senang dengan ambisimu Riko" Puji Arlan pada Riko.
Iya kemarahan yang Erlan alami segitu besar dia begitu marah pada Rena karena telah tega mencelakai Mike.
" Dan kamu terus diawasi dia ingat sekali lagi jangan pernah beli celah perempuan itu paham"
berikut mengangguk dengan begitu yakin." kamu tenang saja Arlan jika semuanya sudah diberikan padaku semuanya akan beres dengan cepat"
" dan sekarang Tunggu apa lagi Cepat pergi segera selesaikan pekerjaanmu Riko" titah.
Riko meninggalkan ruang kerja Arlan yang ada di rumah sakit Dia segera menemui Rena, Riko benar-benar tidak habis pikir dengan Rena bisa-bisanya Dia melukai Mike.
sementara itu Arlan yang masih tinggal di dalam ruangannya menatap benci sebuah foto yang dia genggam dengan erat foto itu Arlan remas dengan begitu kuat.
suasana ruangannya yang begitu cerah seakan tidak menggambarkan suasana hati alam saat ini perasaannya diliputi dua penyesalan sekaligus.
pertama dia menyesali karena tidak memahami iklimak dan tidak percaya sama sekali pada gadis itu penyesalan kedua Arlan menyesal karena dia tidak segera mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
" Aku sangat membencimu Rena!"
" Kenapa lagi-lagi kau torehkan luka di hati ini padahal sudah 4 tahun aku hidup dengan tenang karena kamu tidak lagi mengusik kehidupanku dan kedua buah hatiku tapi kenapa tanda tanya kenapa tanda tanya kenapa kenapa Rena setelah 4 tahun kalau kembali"
" Dan kembali mu itu menorehkan luka pada diriku dan juga kalau dua buah hatiku bukan hanya kembalimu itu memperbaiki hubunganmu dengan buah hatimu tapi ternyata sebaliknya kalau memang benar-benar tidak pantas disebut ibu!"
seorang suster yang yang ingin masuk ke ruangan Arlan sampai tidak jadi ketika mendengar pemilik Rumah Sakit itu marah-marah sendiri tidak jelas bahkan suaranya yang begitu dingin dan seram membuat Suster itu merinding dan Dia tidak jadi masuk ke dalam ruangan Arlan.
begitulah Riko yang dikatakannya benar dia bergerak begitu Gesit dan cepat saat ini dia sudah berada di hadapan Rena, Riko menatap Rena dengan tajam.
tetapan yang Riko Tunjukkan itu seakan elang yang hendak mendekam mangsanya Entah kenapa Riko juga begitu membenci Rena padahal dulu dia sangat mempercayai Arlan pada Rena tapi ternyata perempuan itulah yang menarik terluka pada Arlan dan juga pada buah hatinya.
" Apa maumu Rena!" Riko masih menatap tajam perempuan itu.
" kau tentunya tahu apa yang aku mau Riko" Rena terkekeh.
" jangan macam-macam tanganku enak ingat apa kamu lupa seberapa terangnya aku jika benar-benar marah apalagi dengan wanita pengacuk sepertimu Aku tidak akan main-main dan aku tidak akan sungkan "Riko tertawa dengan begitu sinis bahkan sampai-sampai membuat Rena bergidik ngeri.
" sampai kapanpun aku tidak akan berhenti sebelum aku kembali mendapatkan cinta Arlan"
Riko semakin dibuat tertawa sini dengan kata-kata yang terlontar dari mulut Rena sungguh lemas sekali Mulutnya berani mengatakan cinta padahal dahulu dia yang meninggalkan Arlan dan anak-anaknya.
" cinta kamu bilang? kamu bukan cinta dengan Arlan Rena tapi kamu hanya terobsesi dengan dia"
" Jika kamu benar-benar mencintai Arlan kamu tak mungkin menyakiti orang yang dia sayangi apalagi Mike adalah anak kandungmu sendiri!" Riko menegaskan kata-katanya di anak kandung.
" lalu Mengapa jika Mika anak kandungku Apakah ada yang salah?" entah ke mana hati nurani perempuan itu saat ini apakah dia memang sudah benar-benar dibutuhkan oleh yang namanya cinta atau Obsesi.
__ADS_1
" Jika kamu masih terus berusaha untuk mendapatkan cinta Arlan Maka jangan harap dan jangan harap mulai hari ini kamu tidak akan pernah bisa menemui arah lagi " ancam Riko.
Tapi itu bukan hanya sebuah ancaman saja tapi sungguh benar-benar peringatan untuk Rena agar dia lebih berhati-hati lagi Renata betul seberapa kejam Riko.
" aku tidak takut dengan ancamanmu Riko" Rena masih saja bersih Teguh untuk mempertahankan dirinya agar tidak goyah.
" Baiklah karena kamu yang meminta lihat saja sebentar lagi apa yang akan terjadi pada dirimu dan aku pastikan kamu tidak akan pernah lagi bertemu dengan Arlan"
"Kamu terlalu bodoh jadi perempuan Rena padahal Jika kamu mendekatkan diri pada Mika dan mika pasti Alan akan tersentuh oleh mata disayang pikiranmu terlalu pendek" ejek Riko pada Rena.
" aku bisa saja memenjarakanmu Enak jika aku mau" Riko lagi-lagi membuat jantung Rena berdetak semakin kencang bukan karena malu melainkan takut apa yang dikatakan Riko benar-benar terjadi.
Deg!
tapi Rena masih bisa mengendalikan jantungnya dengan baik agar tidak terbawa dengan apa yang Rico katakan, melihat karena sedikit panik berikut kembali melanjutkan aksinya.
" Seorang istri yang tega meracuni suaminya sendiri demi menguasai seluruh hartanya, cara apa saja dia lakukan agar tidak ada orang yang tahu jika dirinyalah yang sudah meracuni suaminya" berikut tersenyum misterius pada Rena.
Rena meloto tak percaya dengan apa yang Rico katakan tapi lagi-lagi perempuan itu berusaha menyembunyikan semuanya dia yakin Riko pasti tidak tahu apa yang sudah terjadi di Australia.
" aku kemari hanya ingin memperingatkanmu Rena tapi jika kamu tidak berubah maka Bersiaplah jeruji besi menunggumu di sana" setelah mengancam Rena adikku pergi begitu saja.
Sementara perempuan yang bernama Rena itu badannya bergetar ketakutan tat kala Riko sudah pergi, dia takut apa yang diancamkan Riko pada dirinya akan benar-benar terjadi tapi Rena tidak berpikir panjang dia kembali mengganggu Arlan esok harinya tentu saja hal itu membuat Riko murka dan juga Arlan.
' perempuan ini aku sudah memperingatinya tapi dia masih saja bertindak gegabah ini bukan salahku dia sendiri yang meminta untuk segera dimasukkan ke dalam jeruji besi' Riko menatap Rena dengan remeh.
setelah pulang dari rumah sakit dan tidak berhasil menemui Arlan apa yang Rena takutkan benar-benar terjadi polisi sudah menunggunya dan segera menangkap Rena tak lupa di sana sudah ada Riko.
__ADS_1
" Aku sudah memperingatimu Rena tapi lagi-lagi kamu tidak mendengarkanku jadi jangan salahkan aku jika mulai hari ini kamu akan mendekam di dalam penjara"
Rena dan Riko sama-sama melemparkan tatapan sinis keduanya tetapan tajam dan tatapan benci keduanya saling melempar tatapan tetapan itu