Pesona Si Kembar Misyel Dan Mike

Pesona Si Kembar Misyel Dan Mike
Bab 27. penyesalan Arlan


__ADS_3

Bismillahirohmanirohim.


tiga hari setelah kepulangan Mika dari rumah sakit, Mike sudah dinyatakan sembuh total. tapi Arlan dibuat bingung oleh Mike karena dia tidak ingin pulang jika iklima tidak ikut bersamanya Dan juga Misyel.


Akhirnya Arlan memutuskan agar Iqlima Kembali Pulang bersama mereka ke kediaman Arlan. tadinya Iqlima menolak secara halus permintaan Mike tapi anak itu dengan kepintaran dan kecerdasannya yang di atas rata-rata mencari cara agar Iqlima tetap mau ikut bersama mereka pulang ke rumah.


yang namanya Iqlima tentu saja dia tidak bisa menolak permintaan Mike maupun Misyel. pada akhirnya iqlimah tetap ikut bersama mereka pulang ke rumah Arlan.


Tatapan Mika dan Misyel yang tak pernah bisa Iklima tolak sama sekali tatapan memohon itu membuat Iklima merasa iba pada kedua anak kembar itu


" Kak Iklima boleh tidak aku dan Misyel memanggil Kakak dengan sebutan mama " minta Mike dengan sungguh-sungguh.


Mike dan Misyel sangat berharap jika iklima bisa menjadi Mama mereka, hal itu sudah diimpikan dua anak kembar itu sejak lama.


Iqlima sudah sering mendapat ucapan seperti itu dari kedua anak asuhnya itu hikmah mengelus pucuk kepala misyel dan Mike dengan lembut.


" Panggil Kak Iklima saja oke, nanti suatu saat kalian akan menemukan seorang mama yang benar-benar sayang pada kalian"


" Tapi aku hanya ingin ke Iklima yang jadi mama aku dan juga Mike"


" benar apa yang dikatakan Misyel Kak Iqlima"


"Sudah sudah tak usah ribut lagi oke, lebih baik sekarang kita bermain Bagaimana atau kalian setuju"


" baiklah" pasrah kedua anak kembar itu.


"Tapi kita bermain bersama Papa juga ya Pak iklima Bagaimana Apakah iklima setuju?"


sebenarnya Iqlima sedang menghindari Arlan Sudah beberapa hari ini sejak pulang dari rumah sakit Iklima maupun Arlan tak terlibat perbincangan sama sekali walaupun hanya sebentar saja.

__ADS_1


iqlimah benar-benar menghindari Arlan Dia membangun dinding pembatas untuk dirinya dan Arlan Jujur Saja diterima masih merasa kesal dengan aman karena tidak percaya pada dirinya ditambah lagi saat itu Airline tidak membolehkan dia bertemu dengan si kembar.


Iqlima juga yakin sepertinya Arlan sangat marah waktu itu mah sadar karena memang seharusnya tugas dia untuk menjaga si kembar karena percobaannya itu tidak menjaga Mike dengan baik. akhirnya Mike sampai masuk ke rumah sakit.


Iklima paham jika Arlan marah padanya karena dia begitu khawatir dengan keadaan Mike saat itu, tapi jika iklima boleh jujur dia tidak pernah dibentak oleh kedua orang tuanya dengan begitu kasar seperti Arlan membentaknya saat itu apalagi ketika itu kondisi lima sedang tidak baik-baik saja.


" Bagaimana Kak? Jadi tidak kita bermain tapi harus dengan bapak oke" suara Misyel memburkan lamunan iklima.


sementara Arlan Sudah beberapa hari ini merasa uring-uringan sendiri karena perasaan yang tidak dia mengerti perasaan suka pada Iqlima tapi dia membantahnya sendiri jika dia menyukai gadis ceroboh itu.


" kita akan main bersama papa" putus Diterima pada akhirnya.


" ye hore hore hore" Michelle dan Michael begitu senang kalau iklima mau bermain bersama mereka dan juga Arlan.


Saking senang dan semangatnya karena Iklima mau dan setuju jika mereka akan bermain bersama Arlan, Misyel dan Mike dengan kelompok mengajak Iklima untuk memanggil Arlan Kebetulan sekali hari ini Arlan libur dan tidak ada jadwal operasi.


" Ayo kak Iklima kita ajak bapak bermain" ajak kedua anak kembar Alan itu pada sang calon mama.


Jika mereka sudah berjanji akan berusaha mendekatkan Iqlima dengan Arlan dan akan dimulai hari ini oleh Misyel dan Mike kedua anak kembar itu akan menjalankan misi mereka untuk mendekatkan Arlan dan Iklima.


"Sabar sayang ini kak Iklima ikut bersama kalian kok" hibur Iklima pada si kembar jujur Iklima tak sanggup melihat Misyel dan Mike bersedih.


"Yok kak!" ajak keduanya semakin bersemangat.


Iklima mengangguk dan berjalan seiringan dengan Misyel dan Mike menuju ruang kerja Arlan yang ada di rumah mewah itu.


Iklima tak tahu apa yang terjadi pada Arlan semenjak Mike keluar dari rumah sakit duda dua anak itu terus saja mengurung diri di ruang kerjanya jika tak berangkat ke rumah sakit, tapi ya sudahlah toh Iklima juga tidak peduli apa yang Arlan lakukan.


Sekarang yang Iklima pikirkan hanyalah Misyel dan Mike, Iklima akan selalu ada untuk dua anak kembar itu.

__ADS_1


Mereka akhirnya sudah berada di depan ruang kerja Arlan. "Biar Mike saya yang panggil papa" anak laki-laki itu tanpa diminta sudah menawarkan diri.


Bukan tak tahu jelas saja Misyel dan Mike tahu jika hubungan Iklima dan papa mereka itu sedang tidak baik-baik saja, Mike dan Misyel begitu peka dengan apa yang terjadi.


"Oke aku dan mama akan menunggu di sini" setuju Misyel.


Mike membuka pintu ruang kerja papa nya yang memang tak pernah Arlan kunci, agar kedua anaknya bisa dengan bebas keluar masuk ruang itu, karena dulu belum ada Iklima maka Misyel dan Mike selalu menempel pada Arlan, tapi sejak ada Iklima Mike maupun Misyel tidak pernah mengganggu Arlan saat berada di ruang kerja.


"Papa" Arlan yang tengah melamun langsung kembali sadar ke dunia nyatanya. "Mike kamu mengagetkan papa saja"


Arlan berkata sambil membawa Mike ke dalam pangkuanannya. "Ada apa mencari papa tumben sekalil"


"Mike kesini mau Ajak papa main, bersama Misyel dan mama"


Mike diam-diam memang selalu memanggil Iklima sebutan mama saat dia hanya berdua saja dengan Arlan, maka bocah itu akan dengan leluasa memanggil Iklima dengan sebutan mama.


Mike merasa mendapat lampu hijau jika setiap dia menyebut Iklima dengan sebutan mama di depan papanya itu Arlan sama sekali tak marah, malah Arlan mengembangkan senyum yang membuat Mike yakin jika sang papa menyukai Iklima.


"Mama mau bermain ada papa juga?" tanya Arlan dengan ragu.


"Mau dong! kata siapa tidak mau saat ini mama dan Misyel sedang menunggu dilura"


"Ayo papa kita samperin mereka" ajak Mike.


Arlan bukan tak tahu jika Iklima berusaha menghindari dirinya, Arlan memang sadar dialah di sini yang bersalah buka Iklima, dia juga sudah membentak Iklima tanpa mau mendengar penjelasan lebih dulu dari Iklima.


"Ayo tapi benar mama tidak marah?" sekali lagi Arlan harus memastikan.


"Kenapa harus marah? memangnya ada apa dengan papa dan mama?" selidik Mike yang pura-pura tidak tahu.

__ADS_1


"Maafkan papa boy, papa pernah membentak mama mu" sesal Arlan.


__ADS_2