Pesona Si Kembar Misyel Dan Mike

Pesona Si Kembar Misyel Dan Mike
Bab 28. Di dalam mobil


__ADS_3

Bismillahirohmanirohim.


Dengan perasaan canggung antara Arlan dan Iklima keduanya tetap memenuhi permintaan Mike dan Misyel untuk bermain bersama.


"Jadi kita mau main apa sekarang?" bagaimanapun Arlan harus memulai pembicaraan di antara ketiga orang itu.


Arlan dan Mike baru saja keluar dari ruang kerja Arlan, akhirnya duda dua anak itu menyetujui permintaan Mike untuk mereka pergi bermain bersama.


"Kita berkebun saja!" usul Misyel.


"Ya, ya, ya aku setuju dengan Misyel kita berkebun saja ya pa, ma" pinta Mike dengan memohon.


Iklima tidak bisa memutuskan apa-apa karena bukan dia yang memegang kendali atas mereka semua melainkan Arlan, jadi jelas semuanya keputusan Arlan, Iklima sadar diri dia tak berhak atas apa-apa.


Iklima masih tahu diri dan dia juga masih sangat ingat betul jika statusnya di rumah mewah itu hanyalah seorang pengasuh, Iklima pun tak pernah terbesit sama sekali di hatinya untuk menjadi nyonya rumah mewah milik Arlan.


Walaupun jika dia boleh jujur Iklima mungkin di hatinya terbesit pernah menyukai duda tampan beranak dua itu, tapi suka yang Iklima taruhkan pada Arlan benar-benar rasa suka yang murni bukan hanya sekedar agar dia menjadi nyonya di rumah itu.


untuk menjadi seorang Nyonya tidak terbukti sama sekali di hati iklimah kasih sayang yang dia Tunjukkan pada Misyel dan Mike juga benar-benar kasih sayang yang tulus.


" Jadi bagaimana? Papa Mama apa kalian setuju jika kita hari ini berkebun" pertanyaan dari Mike membuat Arlan berpikir sejenak.


melihat Arlan yang berpikir membuat Misyel kembali membuka suaranya agar sang Papa tidak terlalu lama berpikir dan segera memutuskan Apakah mereka akan pergi atau tidak.


" Jika Papa tidak mau pergi dengan kami ya sudah! biar aku Mike dan Mama saja yang pergi Papa tidak usah ikut " marah Misyel pada Arlan.


" hei, sayang Siapa yang mengatakan Papa tidak mau ikut Papa hanya memikirkan kita akan berkebun di mana Jangan salah paham oke"


" Oalah begitu Makanya Papa jangan terlalu lama berpikir kan aku dan Mike menjadi tebal karena Papa terlalu lama berpikir Sudah dari tadi aku dan mama sudah menunggu lama di sini"


Arlan mengangkat satu tangannya untuk mengusap pucuk kepala Misyel yang berada di gendongan Iklima perasaan canggung pun meliputi kedua orang dewasa itu.

__ADS_1


" Oke jangan marah lagi Ayo kita berangkat sekarang " ajak Arlan akhirnya.


Misyel tak mau turun dan di gendongan iklima sementara Mike berjalan sambil menggandeng tangan Iqlima dan juga tangan Arlan dia berada di tengah-tengah kedua orang dewasa itu.


" Ayo Papa Mama kita berangkat Aku sudah tidak sabar" Mike Berkata sambil menarik tangan Arlan dan Iqlima agar ikut dengannya.


keempat itu menuruni tangga secara bersama untung tanggal milik rumah Arlan lebar jadi bisa untuk tiga orang sekaligus lewat.


para pekerja di rumah Arlan terpana saat melihat pemandangan siang ini, sudah lama sekali mereka tidak melihat Iklima dan Arlan bersama dengan Mike dan Misyel seperti ini.


Bahkan mereka jarang menemukan Iklima dan Arlan bersama Sejak pulangnya Mike dari rumah sakit dan ini untuk pertama kalinya mereka semua kembali kumpul setelah dari rumah sakit.


Jika orang yang tidak tahu siapa mereka mungkin saja orang-orang akan mengira mereka terlihat seperti keluarga kecil yang sangat bahagia.


" Ayo semuanya masuk ke mobil" ajak Arlan.


" Mama aku dan Miko ingin duduk di belakang berdua saja jadi Mama duduk di depan oke" Misyel menatap Iklima dengan penuh harapan agar Iklima mau menuruti apa yang anak Misyel inginkan.


Iqlima mengangkat tangan kanannya dan menunjukkan jari kelingking pada Misyel untuk memberi janji agar anak itu tidak Lagi bersedih.


Misyel menganggut-nganggut tanda setuju lalu dia juga mengangkat tangannya menunjukkan jari kelingking pada Iklima untuk membuat janji pada calon Mamanya itu.


" Misyel janji mah"


"Good anak pintar, sekarang ayo masuk" ajak Iklima pada Misyel.


sementara Arlan dan mika yang sudah berada di dalam mobil hanya memperhatikan apa yang kedua perempuan itu lakukan tanpa berkomentar apapun.


Setelah memastikan jika Iklim dan anak perempuannya sudah masuk ke dalam mobil Arlan perlahan-lahan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang mereka menuju tempat untuk berkebun.


Arlan memilih tempat berkebun yang memang bisa disewa seperti berkebun sayuran tanaman bunga, dan juga buah-buahan di sana mereka juga dapat melihat binatang-binatang yang dilindungi.

__ADS_1


"our papa wants ke zuma?" (Papa kita mau ke Zuma?)


"Yes boy" sahut Arlan dari depan.


"Hore! Hore! Hore!"


" sudah lama sekali kita tidak pernah ke Zuma" sahut Misyel.


"Benar, akhirnya kita bisa ke Zuma lagi!" kedua bocah itu begitu senang ketika Papa mereka mengajak pergi ke Zuma.


Zuma adalah tempat berkebun dan juga dapat melihat binatang-binatang yang mereka sukai dengan suka hati dulu saat masih berumur 3 tahun Alan sering mengajak kedua buah hatinya pergi ke Zuma seminggu sekali.


Tapi sejak umur Mika dan Michelle hampir memasuki umur 4 tahun Arlan menjadi begitu sibuk dan jarang mengajak kedua anaknya pergi ke Zuma.


" Aku tidak sabar ingin segera sampai ke Zuma" ucap Misyel.


" Mama Apakah mama pernah ke Zuma?" lanjut Misyel lagi.


Iqlima menggeleng dia memang benar-benar tidak tahu apa itu Zuma karena saking sibuknya dulu dengan tugas kuliahnya membuat Iqlima jarang sekali untuk menghabiskan waktu berjalan-jalan seperti teman-temannya yang lain.


"Tidak papa walaupun sekarang mama tidak tahu apa Zuma nanti jika sampai sana Mama akan mengetahuinya kita dapat" sambung Mike.


tak ada obrolan di antara Arlan dan Iqlima mereka berdua walaupun duduk di depan bersama hanya saling berdiam tanpa mengucapkan sepatah katapun melihat hal itu Misyel dan Mike berinisiatif untuk berpura-pura tidur.


" Mike Aku tiba-tiba mau ngantuk aku mau tidur Sebelum kita sampai ke Zuma" ucap Misyel pada kembarannya itu.


" Aku pun begitu Misyel aku juga sangat mengantuk Entah kenapa begitu saja Aku sangat mengantuk" Mika berucap sambil pura-pura menguap Entah sudah berapa kali dia berpura-pura menguap untuk meyakinkan iklima dan Arlan Jika dia memang benar-benar sudah mengantuk.


Tak lama keheningan pun terjadi ternyata dua bocah itu sudah benar-benar tidur entah itu mereka pura-pura atau memang benar.


' Kenapa dua bocah ini malah tidur, Aku sedang malas bicara dengan pak Arlan' kesal Iklima.

__ADS_1


Tapi sudah diberi waktu untuk bicara kedua orang itu sama sekali tidak bicara tetap saja ada keheningan yang terjadi, Arlan ingin mulai bicara tapi dia tidak tahu harus mulai dari mana.


__ADS_2