
MC POV
'Ugh!! Dingin! Sesak! Dadaku sakit!! Apa yang sedang terjadi?!'
Aku kini membatin, ku mencoba membuka mataku namun rasanya mataku seperti tertutup oleh lem. Kini kesadaranku kembali memudar. Sialan!! Sebenarnya apa yang terjadi di sini?!
Di detik-detik kesadaranku akan menghilang, aku merasakan ada seseorang yang menarik tubuhku dan membawa tubuhku entah kemana. Apa dia pangeran berkuda putih? Atau mungkin malaikat kematian? Entahlah, aku tak tau tentang itu. Mataku pun kini mulai terpejam sempurna dan aku sudah tak sadarkan diri.
"He— hei." Kudengar suara samar seorang lelaki yang tengah menggoyang-goyangkan tubuhku.
Dengan segala kekuatan yang ku punya, aku berusaha membuka kedua mataku yang terasa sangat berat. Saat ku membuka kedua mataku, aku melihat seorang pria yang menatapku dengan tatapan bersyukur. Siapa dia?
"Syu— syukurlah kau baik baik saja, aku sangat khawatir kau mati tadi," katanya disertai helaan nafas lega. Apa dia mengenalku? sepertinya tidak.
"Ano... anda siapa yah?" tanyaku yang mulai penasaran tentang siapa yang menolongku.
"A— ah! Namaku Axel Alexander, aku adalah orang yang kau selamatkan dari monster tadi. Sekali lagi terima kasih yah. Kalau bukan karenamu mungkin aku sudah mati."
Kata-katanya malah membuatku tambah bingung. Monster? Apakah di dunia ini ada monster? aku rasa tidak. Apakah dia mengigau?
"Anu... apa di dunia ini ada monster ya?" tanyaku dengan nada kebingungan. Laki-laki atau yang bisa di panggil dengan Axel itu terperanjat.
"Ka— kau tidak ingat apa yang terjadi barusan?" tanyanya dengan ekspresi em... entahlah, aku sendiri tak bisa mendeskripsikannya. Aku hanya mengangguk, toh aku memang tak tau ini ada di mana.
"Apa kau mengingat tempat tinggalmu? Siapa namamu? Apakah kau ingat kita sedang ada di kerajaan mana?" tanyanya lagi. Aku mengeryit bingung. Kerajaan? Bukannya aku tinggal di Jepang yah? Jelas-jelas namaku Yashiro Naomi. apa perlu di tanyakan lagi?
"Aku tinggal di Jepang, lebih tepatnya daerah Tokyo. Namaku Naomi Yashiro, dan apa maksudnya Kerajaan? Bukannya tidak ada kerajaan di Jepang?" Aku menjawab apa yang aku ketahui. Dia mengerutkan keningnya. Apa ada yang salah?
__ADS_1
"Ngawur!! Kita tinggal di Kerajaan Aster!! Apakah otakmu tertinggal di danau?!" katanya ngegas. Eh mas jan ngegas dong! Eh bentar? Danau? Pantas saja saja nafasku sesak dan rasanya dingin sekali, aku ada di dalam air rupanya.
"Lah kok ngamok? Tunggu... kok jadi gini sih?!!"
Axel menghela nafas panjang, "Sudahlah, apa kau mau ikut ke perkemahan dulu? Kau harus ganti baju jika tidak, mungkin kau akan demam." Aku hanya mengangguk setuju. Kamipun berjalan menuju ke tempat yang tak aku ketahui.
"Nee~ Axel, kenapa kau bilang perkemahan? Bukannya kita ada di kerajaan? Apakah kerajaan tidak memiliki rumah sampai membuat perkemahan? Atau mungkin kalian sedang kemah?"
Dia terdiam. Langkahnya ikut berhenti. Aku yang melihat hal itu pun ikut menghentikan langkahku dan memandangnya sembari mengeryitkan dahi, "Haah~ aku akan menjelaskannya setelah sampai di perkemahan. Sebelum sampai ke perkemahan, jangan terlalu banyak bicara!" Aku mengangguk setuju tanpa menanyakan hal lain lagi. Bagaimanapun jika aku di tinggalkan di tempat antah-berantah begini, aku bisa mati! Apalagi dia bilang bahwa ada monster di sini.
...***...
Beberapa menit berlalu, kini kami sudah sampai di sebuah perkemahan dengan banyak sekali orang di dalamnya. Aku mengeryit saat melihat ada banyak orang yang terluka, apa yang terjadi di sini? Oke! Untuk saat ini aku akan menyampingkan rasa ingin tahuku.
"Mereka adalah orang orang yang selamat setelah bencana setengah tahun yang lalu," katanya sendu.
aku menatapnya dengan pandangan penuh tanda tanya, "Bencana? Apa ada bencana alam seperti banjir atau sebagainya yang melanda kerajaan?"
Dia tak menjawab sepatah katapun apa yang aku tanyakan, dan jujur itu membuatku kesal. "Oke, aku akan menceritakannya karena bagaimanapun kau bagian dari Kerajaan Aster. tapi sebelum itu, kau pergilah dulu ke tenda berwarna coklat yang ada di sana dan mintalah baju kepada Yulia, dia sedang ada di sana," katanya sambil menunjukkan sebuah tenda berwarna coklat.
"Oke, tapi kau harus janji bahwa kau harus memberitahuku yah!!" Dia hanya mengangguk. Akupun langsung pergi ke tenda coklat sesuai dengan apa yang di perintahkan oleh Axel.
...***...
Di depan tenda, aku mencium banyak bau tanaman herbal dari dalam yang menyerbak keluar. "Permisi!! Apa di sini ada orang?!" tanyaku dengan sedikit meninggikan suaraku.
"Iya!! Masuk saja!!" kata seseorang yang ada di dalam tenda. Akupun memasuki tenda tersebut dan di sana terlihat gadis bersurai hitam dengan netra kuning keemasan yang sangat mirip sengan Axel. Apakah mereka saudara yah?
__ADS_1
"Ano... apa ada pakaian ganti di sini? Pakaianku basah karena hampir tenggelam di danau," kataku dengan sedikit ragu ragu. Dia mendekatiku kemudian tersenyum lebar. Jujur, senyumannya membuatku merinding.
"Tentu Nona, anda mau pakaian seperti apa? Yang simple? Gaun? Tapi saya sarankan sih yang simple saja soalnya keadaannya tidak mendukung untuk memakai pakaian gaun," katanya dengan ramah.
"Baiklah, tolong pakaian simple saja." Dia mengangguk kemudian mengukur tubuhku. Apa dia akan membuat baju dadakan? Serius? Apa tidak lama?
Setelah selesai mengukur tubuhku, keluar cahaya dari tangan si gadis dan satu set pakaian sudah siap tersedia.
'Uwaw, emejing!! Aku baru inget bahwa di dunia ini ada sihir,' batinku kagum.
"Nah, silakan di pakai yah. Anda bisa memakainya di tenda ini saja, saya akan mencari beberapa tanaman herbal untuk mengobati warga." Aku mengangguk. Dia kemudian pergi dari tenda.
Aku membuka pakaianku yang basah dan menggantinya dengan satu set pakaian yang sudah di siapkan oleh gadis tadi. Kalau tidak salah, Axel pernah menyebutnya dengan nama Yulia.
"Yulia! Apa kau tau di mana lampu sihirku?" Axel tiba tiba memasuki tenda dan itu membuatku tersentak kaget.
"KYAK!! BODOH!! MESUM!!" teriakku dengan amat keras. Axel yang tak tau pun sontak langsung keluar dari tenda. Ugh!! Memalukan!!
...***...
Aku sudah selesai mengganti pakaianku dan kini Axel tengah menunduk meminta maaf kepadaku, "Maafkan aku!! Aku tidak tahu bahwa kau sedang ada di tenda! Aku sungguh sungguh minta maaf!" Aku hanya bisa terdiam. Dari hatiku yang paling dalam, aku merasakan ketulusan dari ucapan Axel.
"Haah~" Aku menghela nafas, rasanya hari ini terlalu melelahkan untukku. "Terserahlah, yang lebih penting adalah janjimu untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi di sini."
BERSAMBUNG
Maaf jika cerita kurang menarik atau banyak typo, alur ceritanya yang kurang menarik dan lain lain. Aku adalah author yang males up jadi aku tegasin lagi kalo novel ini tuh slow up atau jarang update. Jadi tolong di maklumi jika ada kesalahan kata.
__ADS_1
Aku ga nambahin kata-kata seperti 'Onee-chan' 'Senpai' 'Arigatou' dll karena males plus ada banyak kata yang masih belum aku pahami. Lalu kenapa aku bikin MC nya lahir di jepang? Maklum saya wibu :)
Itu saja kata kata dari saya. Sekian terima gaji :)