Petualangan Di Dunia Lain (Lytopia)

Petualangan Di Dunia Lain (Lytopia)
Chapter 7


__ADS_3

"Heh Jamal! Aku tidak peduli yah, mau kamu pangeran kek, putri kek, raja kek, kaisar kek, emangnya aku peduli?" kataku kesal. Urusan kepala aku akan pikirkan nanti. Kalo kepala pisah dari badan yah pasrah aja deh.


"Ha?!! Siapa yang kau panggil Jamal sialan?! Namaku Dean, Dean de Aster!!"


...____...


"Bodo amat, apakah muka saya terlihat peduli?" jawabku dengan menunjuk muka tak peduli. Dia berdecak kesal lalu pergi meninggalkan aku dan Axel. Axel yang di tinggal itu dengan cepat menyusul Dean, ugh! Aku malah di tinggal.


Mau tidak mau aku harus mengejar mereka berdua dan berjalan di belakang mereka. Sungguh, sekarang aku seperti sedang cosplay menjadi seekor nyamuk. Mereka bahkan tidak peduli aku ada di belakang mereka. Bangs*t emang!


"HEH KALIAN BERDUA!! BISA TIDAK JANGAN MENGABAIKANKU?!!" teriakku namun tak di hiraukan oleh mereka berdua. Mereka malah asik ngobrol tanpa menoleh kebelakang sedikitpun. Oke, sekarang aku sedang tekanan batin.


Axel POV


Sekarang, aku, pangeran Dean, dan Naomi sedang berjalan kembali ke tenda. Aku dan pangeran Dean mengobrol berdua tanpa menghiraukan Naomi yang ada di belakang. Hahaha, rasakan! Itulah akibatnya jika kau mengingkari janjimu padaku.


"GAH! DASAR SEMUA PRIA ITU MENYEBALKAN!" Dia kembali berteriak dengan keras. Fufufu, menyenangkan juga melihatnya menderita seperti itu.


"Hei, sebenarnya siapa sih gadis itu? Dia sangat berisik sedari tadi," tanya pangeran Dean yang berhasil membuat diriku tersentak.


Aku terdiam sebentar, memikirkan jawaban apa yang harus aku katakan kepada pangeran. "Dia adalah Naomi Yashiro, itulah nama yang dia bilang padaku. Dari pertama pertemuan kita berdua, dia sudah sangat aneh. Dia tak tau segala hal tentang kerajaan dan hanya mengingat namanya, dia juga berbicara tentang jepang. Aku sendiri bertanya tanya, apa itu jepang? Yah... setelah itu, aku membawanya ke perkemahan," jelasku secara panjang lebar. Pangeran Dean hanya mengangguk angguk dengan wajahnya yang serius.


"Jadi dari awal, dia memang gadis aneh yah," katanya dengan wajah yang serius.


"WOI! KAU KIRA AKU TIDAK MENDENGARMU?! PERSETAN DENGAN STATUSMU YANG PANGERAN ATAU YANG LAINNYA, TAPI JANGAN BELAGU YAH!!" Ugh!! Jika dia berteriak sekali lagi, mungkin gendang telingaku akan pecah.


"Berisik! Dan ya, kau harus menceritakan tentang semua hal yang berkaitan dengan dirimu sesampainya di perkemahan. Aku tidak menerima adanya penolakan," katanya dengan tegas. Pangeran Dean memang hebat.

__ADS_1


Naomi mempercepat langkahnya dan berjalan di sebelah pangeran Dean, "Heh wahai pangeran yang belagu, kenapa aku harus menceritakan masa laluku? Lagi pula masa laluku tak ada yang berharga sedikitpun. Jangan terlalu penasaran dengan masa lalu orang lain! Dasar pangeran abal abal!"


Jika aku menjadi Naomi, mungkin aku tak akan berani berkata begitu kepada pangeran Dean. Pangeran Dean adalah salah satu pangeran yang berbakat dengan menerima gelar Heroin.


(Oke, untuk gelar, gelar terendah di mulai dari normal, yang kedua elite, yang ketiga master, yang keempat grandmaster, yang kelima heroin, yang ke enam sekaligus terakhir yaitu legendary. Maaf kalo aneh atau ada yang salah ya.)


"Berisik dasar gadis aneh! Lebih baik kau diam atau aku akan memenggal kepalamu di sini, sekarang juga." Nada pangeran Dean kini mendingin yang artinya dia sudah marah besar dengan Naomi.


Naomi malah menyilangkan tangannya di atas dada dan menatap pangeran Dean dengan tatapan menantang, "Heh! Aku tidak peduli lagi yah, mau aku mati kek apa kek, terserah! Lagi pula aku bukanlah babu mu kenapa aku harus mengikuti apa yang kau perintahkan?" Wajah pangeran kini mulai menggelap.


'Wahai nona Naomi yang terhormat, bisa tidak jangan memancing emosi seorang predator? Dia bisa membunuh dan mencabik cabikmu kapan saja kau tau.'


Aah!! Mereka membuatku tertekan!!


"Kau benar benar tak tau diri yah?" Suara pangeran Dean benar benar sangat menakutkan sekarang. Wajahnya sudah menggelap marah. Dia mulai mengambil ancang ancang dengan memegang pedang yang masih ada di pinggangnya dalam keadaan masih tertutup.


"Tidak tuh, aku bersungguh sungguh dalam mengatakannya." Hei!! Aku sedang mencoba untuk menyelamatkanmu tau!! Bisakah kau bekerja sama denganku kali ini?!


Kini wajah pangeran semakin menggelap sedangkan Naomi dengan santainya menatap kearah lain. Dasar gadis sialan!!


"Heh, dasar gadis sialan! Jika kau tidak menuruti apa yang aku perintahkan maka kau harus pergi dari perkemahan, perkemahan kami tidak membutuhkan beban seperti dirimu."


"Hum... kalau begitu, lawan saja monster itu sendiri." Naomi melangkah pergi kembali menuju ke arah danau. Monster? Apakah ada monster di sini?


"Heh! Apa kau mencoba untuk menakut nakuti kami?" Pangeran Dean tersenyum sinis sambil menatap punggung si gadis pembangkang itu.


"Aku tak berbohong," katanya sambil berbalik kearah kami. Dia dengan cepat langsung melempar kedua belati kearah pangeran Dean, pangeran yang menyadari itupun langsung menghindarinya.

__ADS_1


"KHIIKK!!" Terdengar suara rintihan suatu makhluk yang berada tepat di belakang kami. Kami langsung berbalik dan melihat sebuah monster yang mirip dengan burung gagak.


"Buktinya monster itu ada di belakang kalian bukan?" lanjutnya lagi dengan senyum simpul yang terukir di bibirnya.


MC POV


Hahahaha, mereka terlihat sangat terkejut dengan apa yang aku lakukan. Kenapa aku bisa tau monster gagak itu yah? Ah benar, aku mendengar seseorang berbisik ke telingaku. Tapi pertanyaannya, siapa? Aku tidak mengenali suaranya sama sekali. Suara yang dingin tanpa adanya tanda kehidupan.


Oke, aku akan menepikan pertanyaan itu sejenak dan berfokus kepada monster gagak yang sudah tergeletak itu. Aku mendekat dan langsung menarik kedua belatiku.


"Ba— bagaimana kau bisa mengetahui itu? Bahkan kami tak mengetahuinya." Dean tampak sangat terkejut dengan apa yang sudah aku lakukan.


Aku terdiam, bagaimanapun aku tak tau kenapa aku bisa mengetahui ada monster di balik semak semak. "Entahlah, mungkin hanya kebetulan belaka? Aku sempat melihat jubahnya di semak semak saat kalian mengobrol," kataku beralasan. Sebenarnya aku tak melihat apapun di semak semak, akan tetapi ada seseorang yang membisikkan dan seolah menuntunku untuk melakukan hal selanjutnya.


'Kenapa aku bisa mengetahuinya yah? Entahlah, apa ada orang yang terhubung padaku? Apakah pemilik asli tubuh ini? Mungkin sih.'


"Sudahlah, apakah aku akan di usir dari perkemahan? Jika iya aku akan mencari tempat aman sebelum gelap." Yah... aku sudah pernah tersesat di hutan yang gelap di kehidupanku sebelum aku kemari. Jadi ini tak terlalu memberatkanku.


Dean terdiam sejenak. Haah~~ kurasa aku sudah tau jawabannya. Aku melangkahkan kaki namun langkahku terhenti saat dia memanggil diriku, "He— heh gadis aneh! Ti— tinggal lah di perkemahan. A— I— ini hanya karena kau sudah membantuku yah." Dia memalingkan wajah, tapi kulihat telinganya memerah. Hahaha imutnya, koleksi cogan nan imutku bertambah.


...Kenapa aku harus mengikuti perintahmu hanya karena statusmu lebih tinggi? Ingat! yang berkuasa itu yang memiliki kekuatan, bukannya hanya status belaka...


...~Naomi Yashiro~...


bersambung


maaf kalo tidak menarik, saya masih pemula jadi mohon bimbingannya.

__ADS_1


__ADS_2