Petualangan Di Dunia Lain (Lytopia)

Petualangan Di Dunia Lain (Lytopia)
Chapter 14


__ADS_3

...Tanpa sadar aku meremas surat tersebut. entah kenapa aku merasa geram dan kesal dengan orang yang menyebut dirinya kehancuran tersebut....


...___...


"Apa isinya?" tanya Yulia menyadarkanku dari lamunanku. Aku tidak menjawabnya, aku hanya menyerahkan surat itu dan membiarkannya untuk membaca itu sendiri.


Dia membaca itu dengan tenang, tapi pada akhirnya dia tetap merasa kesal setelah selesai membaca surat tersebut. "APA-APAAN INI?!" serunya dengan nada tinggi.


WOW! Aku tidak menyangka Yulia yang ku kenal tenang itu berteriak kesal, ini sungguh di luar dugaan. Yah... aku juga akan kesal jika mendapat surat tersebut.


"Kenapa kalian ribut di sini?" Wah wah, tokoh utama kita hari ini sudah muncul. Pangeran Dean yang sudah dicari ke mana-mana malah muncul sekarang.


"Oh, tepat waktu, Kau mempunyai titipannya." Aku menunjuk surat yang masih dipegang oleh Yulia.


"Huh? Titipan?" tanyanya tampak bingung. Yulia menyerahkan surat itu dan membiarkan Dean membacanya sendiri.


Wajahnya menggelap ketika dia selesai membaca keseluruhan surat tersebut, "APA-APAAN INI?! SIAPA SEBENARNYA DIA?! BERANI SEKALI DIA INGIN MELUKAI ADIK-ADIKKU!!" Akhirnya emosinya meledak.


"Tenanglah, jika kau terus emosi seperti ini kau bisa saja masuk ke dalam perangkapnya." Itu yang pernah dikatakan suara aneh saat pertama kali kami berbincang. tapi sekarang... dia sudah hilang entah ke mana, s**l*n!


Aku merebut surat itu dan membolak-balikkannya, mencari apakah ada sesuatu yang tersembunyi dibalik surat itu.


"Hm? Apa ini?" gumamku sembari membersihkan noda darah yang ada di atas kertas dengan menggunakan sihir. sesuatu yang ada di balik darah itu membayar semua energi yang sudah aku keluarkan.


Tulisan Jepang tidak beraturan lagi? Ini seperti pertama kali perkemahan kita diserang. Kenapa bisa ada tulisan Jepang di sini? Apakah sebenarnya bukan aku saja yang terlempar ke sini?


Kedua Putri itu dalam bahaya, jika kalian tidak menyelamatkannya, dapat dipastikan sang 'Kehancuran' pasti akan membunuh mereka berdua. Anggap saja ini sebagai permintaan pertolongan sesama warga Jepang, jika kau dapat melakukannya aku akan menjelaskan semua yang tidak kau ketahui. ini timbal balik yang sempurna bukan?


^^^dari: seseorang^^^


JADI BENAR!! Ternyata bukan aku saja yang terlempar ke sini! Kenapa aku baru menyadarinya sekarang?! Harusnya aku langsung menyadarinya ketika membaca surat dari pengendali boneka iblis itu.

__ADS_1


"Aah... bodohnya Aku!" gumamku lesu.


"Apa isinya? Apa ada hal penting yang tertulis di sana?" tanya Dean yang masih memasang muka sangarnya. Bisa dipastikan bahwa 'kehancuran' berhasil memancing emosi Dean.


"Yah... isinya 'kedua Putri itu dalam bahaya jika kalian tidak menyelamatkannya maka 'kehancuran' pasti akan membunuh mereka' kira-kira begitulah." Sepertinya aku akan menutup mulut tentang informasi yang tidak diperlukan oleh mereka.


"Begitu... apa ada tenggat waktu yang tertulis di sana?" tanya Dean sambil melihat tulisan yang tidak dapat dimengertinya.


"Tidak ada, tapi di surat 'kehancuran' di tuliskan bahwa dia hanya akan menunggu maksimal 3 bulan, kita tidak punya banyak waktu."


"Begitu... tapi jika kita ke sana, siapa yang akan menjaga warga dan perkemahan ini?" tanya Yulia yang dari tadi diam mendengarkan.


"Apa kita bisa menyerahkan tugas menjaga perkemahan ini ke mereka?" Aku menunjuk beberapa orang yang sedang berdiskusi, lebih tepatnya para pengajar yang berdiskusi.


"Oh! Ide bagus!" kata Dean setuju. "Kita bisa mendiskusikan ini bersama, aku juga tidak membiarkan adikku berada di situasi yang lebih bahaya dari ini," lanjutnya.


Setelah perbincangan singkat dengan Dean dan Yulia, kami sepakat untuk mendiskusikan ini terlebih dahulu dengan para pengajar.


"E- eh, apa kalian akan pergi sekarang?" tanya Brandon.


"tidak, kami akan pergi beberapa hari kemudian setelah memastikan keadaan di perkemahan ini lebih tenang, aku juga tidak bisa melepas tanggung jawab begitu saja atas perkemahan ini," jelas Dean yang diangkut oleh para pengajar lainnya.


"Siapa saja yang akan ikut dengan anda?" tanya Vlaind, pengajar yang paling sopan dan juga sedikit kaku, menurutku.


"Pengajar berjumlah 15 orang termasuk diriku, sepertinya aku akan memilih 4 orang dan 10 orang lainnya untuk berjaga di perkemahan," tutur Dean. "Aku tanya kepada kalian, siapa saja yang ingin ikut denganku untuk mencari dan membebaskan adikku, Putri kerajaan aster."


Tidak disangka-sangka, hampir semuanya mengangkat tangannya ke atas. "SAYA!! SAYA!! SAYA!! PANGERAN PILIH SAYA!" ucapkan Wendy semangat.


"Wendy, apa alasanmu ingin ikut dengan pangeran?" tanya aku curiga dengan tujuan asli Wendy.


Dia menggaruk tengkuknya dengan senyum cengengesan, "Hehehe, sebenarnya aku hanya penasaran dengan orang yang kalian sebut 'kehancuran' itu."

__ADS_1


SUDAH KUDUGA. "Yang lain juga, kenapa kalian ingin ikut dengan pangeran?" tanya aku kepada yang lain.


"kami tidak ingin diam di sini sementara yang lain berjuang melawan sang 'kehancuran' kami juga ingin membalaskan apa yang telah dia lakukan kepada kami," balas Vlaind tenang seperti biasa


"Haah~ ini terserah kau saja lho, pangeran Dean," ucapku kepada Dean. Dean mengganggukan kepalanya, dia terdiam sesaat, mungkin dia sedang memikirkan siapa saja yang akan dia pilih untuk pergi bersamanya.


"baiklah, Naomi, Axel, lilith, Brandon, apakah kalian mau ikut denganku?" tanya Dean serius. "akan aku jelaskan alasanku kenapa aku memilih mereka. pertama Naomi, dia bisa membaca pesan dengan tulisan yang tidak bisa dibaca oleh kita.


"kedua Axel, dia memiliki kemampuan bertarung yang baik dalam pertarungan jarak dekat. ketiga lilith, dia memiliki sihir yang bisa menyembuhkan kita dan juga bisa memikirkan strategi dengan kepala dingin meskipun dalam keadaan genting.


"dan keempat Brandon, meskipun senjata utamanya tombak, tapi dia termasuk mahir dalam pengintaian dan serangan jarak jauh. apakah ini sudah jelas?" jelas Dean sejelas jelasnya.


semuanya mengangguk, menandakan bahwa mereka mengerti apa yang dijelaskan oleh Dean. Axel mengangkat tangannya, "Kenapa kau tidak membawa Yulia juga?"


"aku tidak memilihnya karena dia berperan penting dalam pengobatan di perkemahan."


"Tapi... bagaimana jika ada yang macam macam dengannya?" gumam Axel yang terdengar jelas di telingaku.


"Aku tidak selemah itu, kak!" seru Yulia. sepertinya dia mendengar gumaman Axel tadi. asal hanya menghela nafas kemudian mengangguk paham.


"karena kita sudah membagi kelompok, kita akan berangkat beberapa hari lagi, tepatnya ketika keadaan di perkemahan sudah lebih tenang."


semuanya mengangguk setuju atas keputusan yang dibuat oleh Dean. Yah... mari kita nikmati beberapa hari di perkemahan ini.


..."Jika kau merasa dirimu lemah, maka perkuat dirimu, jika kau merasa bodoh maka belajarlah, jika kau merasa putus asa, ingat masih ada orang yang akan membantu di dekatmu."...


...~...~...


BERSAMBUNG


Bay bay

__ADS_1


__ADS_2