Petualangan Di Dunia Lain (Lytopia)

Petualangan Di Dunia Lain (Lytopia)
Chapter 5


__ADS_3

"KYAK!! KAKAK!!" Terdengar suara teriakan dari putri Lucia dan juga Lilia yang berhasil membuat kita tersentak. Mereka kini sedang di gendong oleh sebuah pria dengan tubuh kekar dan juga memiliki tanduk merah darah yang ada di kepalanya.


...______...


"Hahaha, sepertinya aku dapat barang yang sangat berkualitas yah." Hah? Apakah dia pikir kedua putri itu barang? Serius? Mereka itu putri loh.


"HEI LEPASKAN ADIKKU!!" teriak pangeran Dean dengan keras. Si pria misterius tadi hanya tersenyum miring lalu langsung menyerang kami dengan menggunakan elemen angin.


Kami terpental jauh, Dean dan Yulia terpental sampai mengenai dinding istana. Sedangkan aku terpental dan menabrak salah satu pohon yang tumbuh di istana.


Sebelum akhirnya aku kehilangan kesadaran, aku mendengar si pria misterius berkata. "Apa aku bunuh mereka yah? Ah tidak! Tidak akan seru kalau begitu! Mungkin aku akan membiarkan mereka mancoba menyelamatkan tuan putri ini lalu aku menggagalkannya, fufufu menyenangkan." Lalu setelah kata itu, pandanganku mulai memudar dan akhirnya kehilangan kesadaran.


...***...


"Ka! Kakak!! Kak Axel!!" Terdengar samar suara Yulia yang memanggil manggil diriku. Akupun membuka kedua mataku dan melihat kedua orang yang merupakan pangeran Dean dan juga adikku Yulia.


"Syukurlah kakak baik baik saja, aku pikir kakak mati tadi." Ugh! Kau itu bersyukur atau mengejek sih?


Aku terbelalak setelah melihat pemandangan di sekitar. Langit yang kelabu, keadaan ibu kota yang sudah rata menjadi tanah dan hanya bersisa beberapa hutan yang masih utuh. Apa yang terjadi setelah aku pingsan?!


"Kau terkejut dengan ini bukan? Kami juga terkejut dengan ini, untuk sekarang kita harus mengevakuasi warga yang selamat dulu."


Flashback off


"Ya... setelah itu kami mengevakuasi para warga yang masih bisa di selamatkan, tamat." kataku. Ah... akhirnya cerita ini selesai. Aku melihat Naomi yang sekarang tengah berbinar. Eh? Ada apa?


"Wah!!! Cerita yang amat menarik!! Aku jadi ingin mendengar lebih banyak cerita Kerajaan Aster bahkan sebelum hancur!! Aku ingin tau lebih banyak!!" katanya dengan sangat semangat. Astaga... apa dia tidak merasa prihatin sedikitpun? Dasar gadis yang aneh.


"Aku tidak akan menceritakan lebih dari itu! Dan lagi, sekarang giliranmu untuk bercerita kenapa kau melupakan semuanya dan apa itu Jepang? Namamu juga aneh."

__ADS_1


MC POV


Huh? Sepertinya dia masih mengingat bahwa aku akan menceritakan tentangku. Fufufu, mungkin aku akan menjahilinya karena dia juga membuatku amat penasaran kemarin.


"Bagaimana yah... aku tidak mau menceritakannya nih," kataku yang berhasil membuat dia terbelalak. Pfft lucu, jadi pengen karungin lalu bawa pulang.


"Hei!! Aku sudah ceritakan semuanya lho, kenapa kau mengingkari janjimu?!!" katanya dengan ngegas. Yaelah, sabar bambank, ntar gantengnya ilang eak!


"Aku ga mau, lagi pula kamu juga membuatku penasaran setengah hidup tadi, anggap ini balasan untukmu bwekk!!" Aku mengulurkan lidahku untuk mengejeknya. Hahaha menyenangkan. "Aku akan menceritakannya kalau aku mau, sekarang aku mau jalan jalan, bay bay," kataku sembari melambai dan melangkah untuk pergi. Namun tiba tiba saja Axer mencegatku.


"Ada apa sih? Aku mau cari buah buahan atau apapun itu lah yang bisa aku makan, kau jangan menghalangi diriku yang sudah kelaparan ini dong." Yap! Aku memang sudah lapar dari tadi, tapi rasa lapar yang aku alami sudah di ganjal oleh cerita yang amat menarik dari Axel.


"Tidak! Sebelum kau menceritakannya aku tidak akan membiarkanmu pergi!!" katanya ngotot. Et dah! Dia sangat sulit di hadapi.


"Oke, aku akan kasih spoiler dulu, untuk cerita lengkapnya aku akan ceritakan kalau aku tidak malas." Axel mengangkat salah satu alisnya tak paham.


"Spoiler?"


"Aku berasal dari dunia lain." Aku melihat telinga Axel yang sudah memerah karena malu. Pffft entah kenapa dari tadi dia tampak sangat menggemaskan.


Dia terdiam memikirkan apa yang barusan aku katakan.


'Hehehe, kesempatan!' Aku langsung berlari pergi meninggalkan Axel yang tengah berpikir keras itu. Dia bahkan tidak menyadari bahwa aku sudah pergi dari tadi. Hahaha, aku jadi merasa kasihan padanya.


Axel POV


'Hah?! Apa?! Dunia lain?! Maksudnya dunia paralel gitu?! Serius?! Dunia paralel itu ada?! Baru tau aku.' Aku terus berpikir keras memikirkan apa yang barusan Naomi bisikkan padaku. Saat mengingat dia membisikkannya, entah kenapa wajahku memanas.


"Hei apa mak—" Aku sangat terkejut saat melihat Naomi sudah menghilang sampai sampai aku tak melanjutkan kata kataku. "Sialan memang!" umpatku kesal lalu pergi kembali ke tendaku.

__ADS_1


MC POV


Sekarang aku sedang menaiki pohon apel yang sedang berbuah, wkwkwk aku ga tau ini punya siapa tapi aku ambil ya, "Pak, bu, saya ambil apelnya yah, iya." Ini yang dinamakan devinisi permisi sendiri jawab sendiri.


Aku mengambil beberapa buah lalu memakannya sambil jalan, "Fufufu, apel ini rasanya lebih manis dari pada yang ada di duniaku."


...***...


Di tenda milik Yulia, aku melangkahkan kaki memasuki tenda yang di sana sudah ada Yulia yang sedang membuat beberapa ramuan. "Apakah kamu tidak lelah Yulia? Sejak aku datang kesini, aku belum pernah melihat kau istirahat," kataku heran.


Yulia hanya terkekeh kecil, "Aku sudah istirahat tadi kok, oh ya Naomi, apa yang kau lakukan bersama kakakku?"


"Um... aku hanya mendengar cerita yang sangat menyenangkan!!" Ah!! Mengingatnya membuat hatiku gembira.


"Menyenangkan?"


"Ya!!! Aku akan memulai petualangan baruku di sini!!"


"Tapi sebelum itu, kamu harus bisa sihir dulu agar kamu bisa melindungi dirimu dari para monster diluaran sana," kata Yulia yang berhasil menyadarkanku dari harapan fantasiku.


Aku merasa sedikit kecewa. "Iya juga yah..." kataku murung. Yulia sepertinya sedikit panik, mungkin karena dia merasa salah bicara. "Tapi tak apa!! Aku akan belajar mulai sekarang!!" kataku dengan penuh semangat. Belajar sihir? Menarik sekali!!


Aku melihat Yulia yang sekarang sedang merasa tertegun. Tak lama setelah itu dia kemudian tersenyum manis. Uh damagenya bukan maen bos! "Kau memang sangat aneh ya Naomi."


Ugh! Aku di cap sebagai gadis aneh, "A— ahaha sepertinya memang begitu." Aku menggaruk tengkukku meski aku tak merasa gatal sedikitpun. "Oh ya, sebenarnya pangeran Dean itu di mana?" tanyaku yang membuat raut wajah Yulia seketika berubah muram. "Eeeh?! Apa aku salah bicara?!!" kataku dengan panik.


Yulia menggeleng, "Ahaha tidak sama sekali kok, pangeran Dean kini sedang mencari seseorang yang dapat mengalahkan raja monster dan juga membebaskan kedua adiknya." Entah kenapa saat aku melihat raut wajah murungnya aku jadi merasa bersalah.


Bersambung

__ADS_1


Maaf jika tidak menarik, saya masih pemula, tolong kritik dan sarannya yah.


See you next time


__ADS_2