Petualangan Di Dunia Lain (Lytopia)

Petualangan Di Dunia Lain (Lytopia)
Chapter 2


__ADS_3

Aku sudah selesai mengganti pakaianku dan kini Axel tengah menunduk meminta maaf kepadaku, "Maafkan aku!! Aku tidak tahu bahwa kau sedang ada di tenda! Aku sungguh sungguh minta maaf!" Aku hanya bisa terdiam. Dari hatiku yang paling dalam, aku merasakan ketulusan dari ucapan Axel.


"Haah~" Aku menghela nafas, rasanya hari ini terlalu melelahkan untukku. "Terserahlah, yang lebih penting adalah janjimu untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi di sini."


..._____...


"Baiklah." Yosh! Aku mulai bersemangat! "Tapi nanti malam saja, saat ini masih sore dan banyak orang yang membutuhkan bantuan." Ugh! Dia mem PHP in aku hiks.


Aku hanya mengangguk lesu kemudian berjalan menuju kearah tenda yang tadi aku gunakan untuk mengganti baju. Ugh! Mengingat kejadian tadi membuatku sangat malu!!


Di depan tenda, sudah ada Yulia yang bolak-balik sambil membawa tanaman herbal dan sesekali ada beberapa orang yang terluka parah memasuki tenda Yulia.


'Apakah Yulia yang bertugas untuk menangani luka? Sepertinya sangat berat mengingat luka dari para pasien sangat mengerikkan.' Mengingatnya saja sudah bikin bulu kudukku berdiri. HIIY!!


Aku memutuskan untuk berjalan jalan sebentar. Di dekat perkemahan aku menemukan sebuah sungai, akupun mendekati sungai tersebut dan bercermin.


'Yah... ini memang wajahku sih, hanya saja rambut dan mataku berubah.' Aku melihat pantulan diriku, tak ada yang berubah selain dengan surai dan netraku. Dulunya aku memiliki surai hitam dan netra merah tajam, kini aku memiliki surai putih keperakan dengan netra biru berkilau.


'Walau aku suka dengan penampilanku dulu, tapi sepertinya penampilanku sekarang tidak buruk.'


Aku melihat lagi ke sungai itu. Di sana airnya terlalu tenang dan itu membuatku gelisah, ingat pribahasa? Tenang menghanyutkan.


Dan benar saja, seekor makhluk yang aku tak ketahui apa itu muncul begitu saja dan ingin menerkamku. "ANJIR! KAGET!!" teriakku tanpa sadar.


Akupun sontak mundur untuk menghindari terkaman makhluk tersebut. "Hah?! Apa apaan tampilannya itu?!! Sangat aneh!" celatukku saat melihat penampilan makluk itu. Dia memiliki kepala seperti buaya namun tubuhnya ular, dia memiliki kaki seperti kadal dan memiliki ekor seperti ikan duyung, dan lagi besarnya hampir sebesar paus. Ugh! Jika tidak melihat sendiri aku sulit membayangkannya.

__ADS_1


Ia kembali menyerangku, untuk yang kedua kalinya aku menghindari serangannya, 'Aku tidak bisa membawanya ke perkemahan atau perkemahan akan hancur berkeping-keping, aku harus memancingnya jauh dari perkemahan.' Aku berpikir bagaimana caranya aku bisa mengalahkannya, namun ia dengan tak sopan langsung menyerangku dengan ekornya dan membuat tubuhku terpental kearah pohon.


Dugh


Pohon yang aku tabrak sampai mengeluarkan suara keras saking kerasnya makhluk itu menghempasku.


'Ugh! Bukaduul sialan!!' batinku. bukaduul adalah singkatan dari 'buaya, kadal, duyung, dan ular' aneh bukan? Tapi itu sepadan dengan penampilan aneh si makhluk.


Aku ingat bahwa aku sudah meminta pisau belati kecil kepada Yulia untuk berjaga jaga. Yuila terima kasih, aku padamu.


Aku dengan sigap mengambil belati itu kemudian berlari menjauh dari perkemahan, "KAU TIDAK AKAN BISA MENGEJARKU BWEEEK." Aku sengaja berbicara begitu agar ia mau mengerjarku. Dan benar saja, dia mengejar diriku.


Sesampainya di tempat yang jauh dari perkemahan, aku berhenti dan menghadap makhluk itu bertujuan untuk menyerangnya. Kau bisa bilang aku gila, tapi aku tak ingin menyusahkan Yulia, Axel dan warga lain hanya karena diriku.


Ia menyerangku lagi dengan menggunakan ekornya, tapi aku yang sudah lebih siap berhasil menghindar dari ekor besarnya itu. "JANGAN REMEHKAN AKU BODOH!! BAGAIMANAPUN AKU PERNAH JUARA BELADIRI TAU!!" Aku berlari kearahnya berniat untuk menusuk perut bawah yang perlindungannya tidak terlalu kuat. Namun entah karena cerdas ataupun insting, ia menyerangku dengan ekor berniat untuk mencegah diriku menggapai perutnya.


Tanpa membuang banyak waktu, aku segera berlari mearah perutnya, dan lagi lagi dia menghalangi perutnya dengan ekor. Tanpa pikir panjang aku menaiki ekornya dan menusuk nusuk nya dengan belati.


Dia menggeram kesakitan dan menggoyangkan ekornya kesana kemari. Aku tidak mau jatuh jadi aku menggenggam ekor nya dengan sangat erat, sialan! Ia sangat licin. Tanpa dirinya sadar, Ia menggoyangkan ekornya tepat di atas kepala, 'KESEMPATAN!' Aku langsung meloncat ke kepala nya dan sekarang ia menggoyang goyangkan lepalanya agar aku jatuh.


'Ugh! Setelah pertarungan ini, mungkin aku akan muntah!' Aku mencoba menusuk kepalanya, tapi apa apaan ini?! Kulitnya sangat keras! Ku berkali kali menusukkan belati di trmpat yang sama sehingga sisiknya memiliki celah yang besar.


Dengan sekuat tenaga, aku langsung menusukkan belati itu di kepalanya.


Crat

__ADS_1


Darahnya muncrat membasahi wajahku. Ugh! Menjijikkan! Ia sangat kesakitan. Aku tidak akan kehilangan fokus, aku terus menusuk nusuk kepalanya sehingga kini ia sudah terkulai lemah tak berdaya.


Dan aku? Aku kini terjatuh dari kepala nya karena sudah tak memiliki tenaga lagi. Ah... kepalaku jatuh duluan, apa aku akan mati? Kalau di ingat ingat lagi aku tak memiliki apapun yang berharga di dunia ini bukan?


Di dunia asliku aku hanya seorang anak yatim piatu yang selalu penasaran akan hal baru. Aku mencoba bermacam macam hal mulai dari beladiri, akademis, belati, pedang, pistol, dan banyak lagi yang lainnya. Itu semua adalah upaya agar aku dapat melupakan semua kenangan pahit yang menghantuiku.


'Yah... kalau aku mati, setidaknya aku dapat pengalaman baru yaitu mengalahkan monster bukan? Ah... aku senang.'


Saat sudah hampir mencapai tanah, ku pikir aku akan mati karena kepalaku terbentur. Tapi tanpa aku sangka bahwa ada seseorang yang menangkapku.


Aku mencoba melihatnya, "A— xel?" Tak berguna! Mataku tidak bisa di ajak kompromi! Aku bahkan tidak dapat melihat wajahnya dengan jelas.


Dia sepertinya mengatakan sesuatu, tapi apa yah? Aku tidak mendengarnya. Apa dia mengatakan sesuatu yang penting? Sungguh? Kalau iya maka aku minta maaf karena tidak mendengarkannya.


Mataku berat, apa aku akan pingsan lagi seperti yang terjadi di danau? Hahaha, aku payah sekali yah. Bahkan aku tidak bisa bertahan setelah melawan 1 makhluk aneh itu.


"Nao!! Naomi!! Naomi Yashiro!" Aku mendengar samar suara yang memanggilku, apakah itu halusinasiku? Atau mungkin dia benar benar memanggilku? Entahlah. Saat aku hampir tak sadarkan diri, dia terus menepuk pelan pipiku agar aku tetap sadar. Ah ya! Sepertinya kita sedang berlari karena aku merasa angin sejuk yang membuatku nyaman.


Aku sudah tak tahan, rasanya sangat mengantuk. Akupun mulai memejamkan mataku, "Naomi!! Bertahanlah sebentar lagi!!" Kudengar samar samar dia berbicara lagi. Tapi terserahlah, aku pun memejamkan kedua mataku dan aku tak tau apa yang terjadi setelahnya.


Bersambung


Maaf kalo ceritanya ga jelas banget >.<, tolong saran dan dukungannya yah. Aku akan setia menunggu saran dan dukungan dari kalian.


see you next time

__ADS_1


(bener kagak sih nulisnya :v)


__ADS_2