Petualangan Di Dunia Lain (Lytopia)

Petualangan Di Dunia Lain (Lytopia)
Chapter 8


__ADS_3

Dean terdiam sejenak. Haah~~ kurasa aku sudah tau jawabannya. Aku melangkahkan kaki namun langkahku terhenti saat dia memanggil diriku, "He— heh gadis aneh! Ti— tinggal lah di perkemahan. A— I— ini hanya karena kau sudah membantuku yah." Dia memalingkan wajah, tapi kulihat telinganya memerah. Hahaha imutnya, koleksi cogan nan imutku bertambah.


...___...


Yah begitulah. Kami berjalan menuju ke perkemahan dan di sana semua orang melakukan aktifitas seperti biasa termasuk dengan Axel dan Dean. Sedangkan aku? Aku sedang malas malasan di tenda Yulia. Beuh!! Malas malasan saat orang lain bekerja itu mantap! Serasa jadi ratu aku.


Seseorang membuka pintu tenda yang membuatku refleks menoleh. Dia adalah Yulia yang sudah membawa beberapa bahan herbal dari Axel. "Oh Naomi, apakah kau tidak keluar? Di luar ada banyak orang lho, dan bukannya kau penasaran dengan pangeran Dean?" tanya Yulia secara beruntun.


"Bodo amat, sekarang aku tidak penasaran lagi, lagi pula aku sudah tau sifatnya, dia pemarah, tidak sabaran, dan ke kanak kanakan." Aku kembali bersantai sedangkan Yulia hanya bisa tercengang. Pfft! Lihatlah ekspresi wajahnya yang sangat lucu itu.


"Ya sudahlah kalau begitu, oh ya Naomi, apa kau bisa membantuku meracik beberapa obat herbal? Aku kesulitan karena tak memiliki asisten," katanya sembari mengambil beberapa peralatan yang aku sendiri tak tau apa gunanya.


Aku mengangguk, "Boleh." Aku beranjak dari momen santaiku dan pergi keluar mengikuti Yulia.


Di luar tenda, aku melihat banyak orang berlalu lalang melakukan aktifitas mereka. Aku masih terus mengikuti Yulia yang kini sedang berjalan menuju tempat dimana tempat itu sedikit jauh dari perkemahan.


"Hei Yulia, kenapa kita berasa jauh dari perkemahan? Bukankah kita bisa menyiapkannya di perkemahan ya?" Aku bertanya. Yah... aku hanya penasaran sih, soalnya kan buat obat herbal itu bisa di tenda, kan?


"Hm... sebenarnya sih... aku sedang bosan jadi aku ingin jalan jalan saja ehehe." Dia menjawabnya dengan senyum canggung.


'Apa apaan itu?! Itu bukan jawaban yang aku inginkan!'


Ya... sudahlah, toh ini bukan masalah yang terlalu besar. "Oh ya, apa yang harus aku lakukan?"


"Kau akan membantuku menghaluskan beberapa tanaman herbal, aku membuat obat cukup banyak jadi aku butuh bantuanmu." Aku hanya mengangguk menanggapi jawaban Yulia. Kami membuat obat herbal bersama sembari sesekali bercanda tawa.

__ADS_1


"GOAR!!!" Suara auman sontak mengejutkanku. Ada apa lagi ini?! Kenapa di dunia ini banyak sekali monster?! Apakah tidak ada trmpat anti monster gitu?!


"Apa itu?!!" pekik Yulia. Kurasa dia juga terkejut mendengar suara auman tadi.


Tanah sedikit— ah tidak! Tanah bergetar ketika sekumpulan orc berlari mendekat dan mengepung kami berdua. Sialan! Kenapa harus sekarang?!! Aku bahkan tidak bisa sihir, saat pertarungan dengan monster aneh, aku selamat karena keberuntungan belaka.


"Naomi, jangan jauh jauh dariku agar tak terluka." Hei hei, kata katamu itu terdengar seperti merendahkanku lho. Tapi yah... kata katanya memang ada benarnya juga sih.


Salah satu dari orc itu berlari dan menyerang diriku namun Yulia dengan sigap menebas dan melenyapkan orc dalam sekejap. Aah!! Aku merasa menjadi orang yang tidak berguna.


"Hei! Kau tak perlu melindungiku, aku bisa menjaga diriku sendiri. Lebih baik fokus ke musuh yang ada di belakangmu." Aku menebas orc yang hendak menyerang Yulia dari belakang. Yulia terlihat terkejut namun rasa terkejutnya itu dia singkirkan diganti dengan acara menebas para orc.


Kqmi melawan orc bersama sembari menjaga punggung satu sama lain. Kami kelelahan namun masih banyak orc yang belum dikalahkan.


"Tetap fokus dan ikuti kata kataku." Suara dingin tanpa emosi kembali terdengar membuatku terkesiap. Siapa sebenarnya orang dibalik suara itu?


'Siapa sebenarnya dirimu?'


"Jangan lengah, para orc sekarang sudah siap menyantapmu jika kau lengah sedikit saja." Mendengar suara dingin tanpa emosi yang mengatakannya membuatku sedikit kesal.


"Mustahil bagimu untuk menang dalam keadaan tidak bisa menggunakan sihir, untuk saat ini aku akan mengajarimu cara instan menggunakan sihir angin untuk melarikan diri."


Di saat aku sedang berfokus kesuara itu sambil melawan orc. Yulia terkena pukulan dari orc tepat dikepalanya, itu membuat dirinya jatuh pingsan. Astaga... Yulia, bisakah kau tidak pingsan sekarang? Aku tidak bisa melawan semuanya sembari menjaga dirimu.


"Fokuskan dirimu dan rasakan mana yang ada dalam dirimu, saat kau merasakan mana dalam dirimu, fokuskan mana itu di kakimu dan membuatnya menjadi elemen angin, setelah itu kaburlah secepat mungkin, usahakan tidak langsung pergi keperkemahan karena bisa saja mereka mengejarmu."

__ADS_1


Yah... meski dia bilang begitu, tapi aku kan tidak tau apa itu mana. Baiklah, aku akan mencoba fokus dan mencari apa itu 'mana' yang ada dalam diriku. Saat aku fokus, aku merasakan sensasi hangat yang mengalir diseluruh tubuhku, apa ini yang dinamakan mana? Aku mencoba memusatkannya ke bawah kakiku dan mencoba mengubahnya menjadi elemen angin.


Angin berpusar dikedua kakiku. Aku dengan cepat merangkul Yulia yang sudah tak sadarkan diri kemudian melesat keudara dan melarikan diri. Seperti yang disarankan oleh suara misterius, aku tak langsung kembali keperkemahan. Aku melihat kebelakang memastikan tak ada satu orc pun yang mengikuti.


"Haah~ dunia ini tidak masuk akal, banyak sekali monster yang ada di sini. Bisa bisa aku mati jika tidak di bantu suara menyebalkan itu. Tapi... itu suara apa yah? Kenapa dia tidak menunjukkan dirinya?" Aku bersandar di pohon sambil berpikir keras. Yulia juga sudah kusandarkan di pohon. Aku merasa terlalu 'malas' untuk merawatnya, jadi aku biarkan saja dia seperti itu.


"Yah... apakah tidak ada cara agar aku bisa kembali kedunia asalku? Aku ingin kembali... walau disini ada banyak petualangan sih." Yah... bisa dibilang aku ingin kembali namun juga tidak. Lagi pula di sana aku tidak memiliki siapapun.


"Presentasi kau bisa kembali kedunia asalmu 30%." Lagi lagi suara itu terdengar seperti suara bisikan yang ada dikepalaku.


"Hei, sebenarnya siapa dirimu? Kenapa kau tidak menunjukkan dirimu? Apakah kau akan membantuku di sini?" Aku mengatakan setiap hal yang ingin aku tanyakan sedari tadi.


satu detik, sepuluh detik, hingga satu menit tak ada jawaban apapun dari suara minsterius tersebut, "ARG!!! KENAPA KAU TIDAK MENJAWABKU SIH!! AKU KESAL TAU!!" Oke, suara ini benar benar benar sangat menyebalkan. Dia bahkan tidak menjawab apa yang aku tanyakan.


"Sifatmu yang mudah marah bisa sangat berbahaya, lebih baik kau kurangi sifat tersebut agar kau bisa terhindar dari bahaya yang akan datang."


...Kemarahan bisa membuatmu terjerumus kedalam masalah dan bahaya...


...~Suara misterius~...


Bersambung


maapkan aku kalo lama ga up (walo ga ada yang baca sih) karena aku ga ada ide. bay bay


See you next time

__ADS_1


__ADS_2