Pewaris Tunggal Sang Mafia

Pewaris Tunggal Sang Mafia
Perkenalan


__ADS_3

Hai para reader 😁😁


Karena rasa tidak sabar untuk melanjutkan kisah tentang Demian, hingga aku memutuskan untuk menulis sekarang🎉🎉🎊🎊


Semoga otakku tidak nyadat 😂😂


Warning 🚫 Area 21+


Di sarankan untuk lebih dulu membaca Mengejar cinta istri kecilku sebelum membaca novel ini😁biar nggak bingung nantinya🥰🥰


Happy reading 🥰🥰


_______________________________________________________________


Dengan wajah penuh dengan darah dan nafas tersendat-sendat, Nara memandangi wajah Isabelle. Matanya masih sempat melirik ke arah Jonathan yang terlihat sudah tidak bergerak.


"Mommy, bantuan akan segera datang. Aku mohon Mommy harus bertahan. Aku tidak ingin sendiri." Sebelum Abel memeriksa keadaan Ibunya, dia lebih dahulu memeriksa keadaan Ayah dan juga Adik laki-lakinya yang sudah tidak bernyawa.


"Mommy sudah tidak kuat sayang.. I ini juga jan janji yang sudah Mommy buat bersama Daddy.."


"Tidak Mom, tidak! Aku tidak mau sendiri." Abel menangis terisak, mencoba membersihkan noda darah pada wajah Nara.


"Ka kamu tidak akan sen sendiri. Ada me mereka Abel. Me mereka akan menerima mu sebagai anak perempuannya." Abel tidak mendengar dengan apa yang di katakan Nara. Dia lebih fokus meminta bantuan namun Nara terlanjur menghembuskan nafas terakhirnya.


Mommy..... Tidak....


Abel terbangun dari tidurnya. Di ranjang empuk nan mewah tapi tidak bernyawa. Maniknya menoleh ke arah ranjang sebelah kanannya yang terlihat kosong lalu beralih pada jam dinding yang tergantung.


"Tentu saja dia tidak akan pulang." Tangannya meraih handuk kimono yang tergantung untuk menutupi tubuhnya yang hanya mengenakan baju tidur tipis.


Pernikahannya sudah tiga bulan berjalan. Bersama Demian, Putra tunggal pemilik Dans grup. Mungkin darah pembisnis tidak mengalir di darah Demian. Sehingga dia lebih memilih dunia entertainment daripada harus mengelola bisnis Ayahnya yang mengakar.


Perjodohan yang sudah di rencanakan jauh-jauh hari, harus mampu Abel jalani demi menjalankan permintaan terakhir Nara, Mama nya.


Flash back


Satu Minggu sebelum inside kecelakaan terjadi.


"Sayang sekali anak Bella laki-laki, padahal aku ingin berbesan dengannya." Ujar Nara di tengah makan malamnya.


"Ya sudah lupakan saja sayang. Aku juga sudah berhubungan baik dengannya."


"Maka dari itu sayang. Aku mau hubungan kita bisa lebih baik lagi."


"Nyatanya itu tidak mungkin." Nara melihat ke arah Abel yang terlihat sudah dewasa dan cantik. Peraturan ketat dari Joy membuatnya tidak bisa bergaul bebas sehingga Abel lebih banyak beraktivitas di rumah.


"Bukankah kamu mengidolakan Om Daniel sayang." Tanya Nara lembut.


"Iya Mom. Om Daniel tetap saja terlihat tampan apalagi dia sangat baik dan ramah." Senyum Nara mengembang mendengar jawaban Abel hingga terlintas suatu kegilaan.

__ADS_1


"Demian juga tampan, bukankah mereka seperti pinang di belah dua." Abel mengerutkan keningnya menatap Nara.


"No Mom. Aku tidak suka Demian. Wajah mereka memang sama tapi Demian kasar sekali."


"Dia akan melunak karena cinta."


"What does the word Mommy mean?"


"Seperti Mommy dan Daddy, seperti Om Daniel dan Tante Bella. Kita menikah tanpa cinta tapi berakhir bahagia. Cinta datang karena terbiasa sayang, kamu harus yakin itu." Abel meletakkan sendoknya menatap serius ke arah Nara.


"Yakin? Apa maksud Mommy."


"Kamu tidak memiliki pacar kan?" Tanya Nara dengan senyum mengembang.


"Bukankah Mommy tahu jika Daddy tidak mengizinkan aku mengenal lelaki. Bagaimana mungkin aku memiliki seseorang."


"Keinginan masa kecilmu akan terwujud sayang."


"What? Abel tidak mengerti."


"Kamu harus menikah dengan Demian." Joy menoleh cepat, begitupun Abel yang langsung menatap Nara tajam." Och Baby.. Jangan melihat Mommy dengan tatapan itu." Adik laki-laki Abel tersenyum dan pura-pura tidak perduli.


"No Mom!! Abel tidak mau menikah dengan anak laki-laki itu."


"Kamu harus mau. Bukankah kamu tahu jika permintaan Mommy tidak bisa di ganggu gugat!" Joy menarik nafas panjang mendengarkan perdebatan yang kerapkali terjadi. Pemenangnya pun sudah bisa di tebak olehnya. Apapun hanya untukmu sayang. Sungguh Nara mengunakan senjata itu untuk mengancam Joy yang terlalu lemah untuk melontarkan penolakan.


"Dia bahkan lebih muda dariku Mom."


"Daddy! Bilang pada Mommy. Aku tidak mau menikah dengan Demian."


"Sayang, jangan memaksakan kehendak seperti itu." Jawab Joy merajuk dengan suara selembut mungkin.


"Hm biarkan dia berpacaran dan mencari sendiri. Kau mau!!" Joy tersenyum aneh. Dia memang tidak pernah mengizinkan Abel berkeliaran sembarangan. Sehingga pergaulan Abel terhambat. Teman perempuan pun tidak ada, apalagi teman lelaki." Dia sudah dewasa sayang. Sudah waktunya menikah. Sementara kau tetap saja berbelit-belit dan tidak membiarkannya keluar. Kau mau dia jadi perawan tua?" Joy menatap Abel dan Nara secara bergantian.


Otaknya berjalan dengan cepat sehingga dia punya satu juta alasan untuk melancarkan keinginannya..


"Iya tapi jangan memaksanya seperti itu sayang. Kita cari pelan-pelan jodoh untuk Abel." Nara segera berdiri dengan wajah kesal.


"Ya! Cari saja! Jika dia tidak lebih baik daripada Demian! Akan lebih baik Abel jadi perawan tua saja!!" Ketiga nyawa yang masih duduk di kursi makan saling melihat ketika Nara meninggalkan meja makan lalu menaiki tangga.


"Cinta datang karena terbiasa Abel." Ucap Joy terpaksa berdiri.


"Tapi Dad?"


"Itu kelemahan Daddy sayang. Tolong mengerti posisi Daddy." Rajuk Joy berjalan mengikuti Nara untuk merajuk.


"Cieee Kak Abel menikah." Ledek Adik laki-laki Abel.


"Tidak akan terjadi!!!" Abel berdiri dan pergi hingga meninggalkan Adik laki-lakinya.

__ADS_1


"Ya pergi semua. Aku bisa makan dengan puas setelah ini.."


Flash back off


"Sudah ku katakan Mom, jika Demian tidak akan bisa bersikap manis padaku. Mulutnya begitu busuk jika mengumpat." Gumam Abel masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Handuk kimono dan baju tidurnya di tanggalkan seraya menunggu bak mandi yang sedang di isi air. Tidak lupa dia menambahkan beberapa aromaterapi untuk perawatan tubuh yang setiap hari rutin di lakukan. Perlahan, kedua kakinya di masukkan dan di teruskan dengan tubuhnya.


"Ahh nyaman sekali." Matanya mulai terpejam, menikmati aromaterapi yang menyeruak masuk ke hidung.


Tiba-tiba bel pintu berbunyi. Abel ingin tidak perduli dan melanjutkan aktivitasnya. Namun bel itu berbunyi lagi dan lagi hingga dengusan kesal terdengar.


"Dia selalu datang di saat yang tidak tepat!!" Umpatnya seraya berdiri. Dia memakai lagi handuk kimono nya. Bergegas berjalan ke depan untuk membukakan pintu.


"Kau mengganti kata sandinya lagi!!" Ucap Demian menerobos masuk. Dia bahkan tidak melirik ke arah Abel sedikitpun.


"Bukakan kau tahu itu peraturannya. Kenapa tidak menelfon dulu agar aku bisa memberitahu pin nya." Abel menutup pintu. Membalikkan badannya menatap ke Demian yang tengah berbaring di sofa.


Tampan tapi!! Cih!!! Dia tidak ayal seperti manusia bermulut busuk!!


"Kau mungkin tuli sebab aku sudah menelfon mu."


Tak!!!


Demian melemparkan ponsel mahalnya ke meja samping sofa tersebut.


"Oh mungkin aku tidak dengar. Lepas sepatu mu dan letakkan di tempatnya! Kau tahu jika Bibik sedang pulang kampung."


"Bukankah seharusnya kau yang meletakkannya." Demian menggerakkan kakinya hingga sepatu terlempar hampir mengenai Abel.


"Oke Tuan. Akan ku lakukan." Abel mengambil sepatu mahal tersebut dan memasukkannya ke dalam tong sampah.


"Itu sepatu mahal Abeeeelll" Teriak Demian berjalan tanpa alas.


"Perduli apa aku!! Aku sudah berkata jika Bibik sedang pulang kampung jadi kau jangan manja anak kecil!!"


"Ini tugasmu! Tidak berguna sekali kau sebagai istri!!" Abel terkekeh-kekeh hingga membuat kening Demian berkerut.


"Kau lupa! Aku menantu bukan pembantu!! Jangan manja! Bereskan barang mu sendiri jika tidak ingin ku bakar!!" Abel melewati Demian begitu saja, berniat untuk melanjutkan ritual mandinya yang tertunda.


Tidak berguna sekali memiliki istri!! Dasar Tante gila!!!


~Bersambung


Mungkin updatenya di bagi sama novel sebelah😁


Jadi doakan aku sehat terus biar bisa update setiap hari 🎉🎉


Mohon dukungan dengan cara like, vote dan share sebanyak-banyaknya 🥰🥰

__ADS_1


Terimakasih..


__ADS_2