
Rombongan mereka kini berada di rumah Roy, Rusdi lalu menyuruh anggota yang lain untuk kembali ke markas.
Di rumah Roy ada ibunya yang membuka pintu mempersilakan mereka bertiga masuk.
Di mata ibu Roy teman-temannya sudah tak asing lagi baginya karena sudah begitu sering datang bertamu, tak jarang sampai menginap.
Ibunya Roy bernama Sr. ia terfokus pada Nandar sepertinya ia baru pertama kali melihatnya, Anton menjelaskan bahwa Nandar adalah teman jauh meski beda sekolah.
Nandar mengumpat dalam hati, berteman apa yang Anton maksud terakhir kali mereka bertemu ketika Anton mengajak Nandar makan di Rumah Makan Mega Rasa.
Setalah menyantap makanan, Anton kemudian meninggalkannya sendiri dan menyuruhnya membayar semua bill nya.
itu hanya sebagian kecil perilaku tak menyenangkan yang di rasakan Nandar dari perbuatan Anton padanya.
Sebenarnya dulu mereka adalah dua kubu yang bermusuhan, sering dihadapkan ketika terjadi pertempuran di jalanan, sebelum akhirnya mereka tertangkap oleh petugas kepolisian.
Mereka di damaikan polisi yang menyuruh mereka berdua untuk mulai membangun hubungan yang lebih baik dari pada bermusuhan.
sejak saat itu Anton sering menemui Nandar dirumah dan markas kandang serigala, karena keseringan bertemu mereka akhirnya lebih dekat dan mengetahui kepribadian masing-masing lebih dalam.
Tapi bukannya senang dengan kedekatan ini Nandar justru merasa terintimidasi oleh Anton dengan sikap sering berbuat seenaknya.
Nandar merasa dikucilkan, seperti tidak memiliki harga diri sebagai Ketua Geng Kandang Serigala, tapi tak ada pilihan lain Nandar tak bisa berbuat banyak.
pertempuran setahun lalu Anton mampu menghajar puluhan anggota Kandang Serigala meski mereka diuntungkan dalam jumlah, tapi itu semua tak cukup untuk menundukkan si Anton.
Roy terbaring di kamarnya dengan tiga orang tadi duduk disampingnya, Anton bertanya pada Roy siapa pelaku pengeroyokan mungkinkan mereka dari siswa NTT jika benar habislah mereka.
__ADS_1
"Tidak tidak!! Akhhh..... aku sama sekali tak melihatnya dengan jelas mereka menutup wajah dengan masker".
"Apa ciri-cirinya ada yang sama dengan dia?" Anton menarik Nandar di hadapan Roy.
"Tidak!!..sama sekali bukan". Sanggah Roy
"Tapi kan dia menutup wajahnya bagaimana bisa kau tahu kalau bukan dia" Anton mencoba memojokkan Nandar.
"Di menutup wajahnya tapi tidak dengan kepalanya" Roy menjelaskan bahwa pelakunya tidak botak seperti nandar
"Hey kenapa kau begitu memaksa ku agar menjadi pelaku, dia sudah mengatakan bukan" Nandar tak terima ia begitu disudutkan disini.
Anton bukannya sengaja ingin menjadikan Nandar sebagai tersangka, tetapi tentang apa yang ia lakukan di hari ini dengan mengambil resiko cukup besar ia pastinya malu jika ia ternyata salah sasaran karena menuduh orang yang salah.
Anton mulai sedikit gelisah dengan memainkan jarinya.
Nandar sudah merasa bebas dari semuanya sebenarnya sudah boleh pergi, tapi rasa penasaran siapa pelaku membuat ia tetap di tempat.
"Dia....... (Diam sejenak) aku tak tahu pasti berapa jumlahnya tapi yang aku ingat mereka tidak memakai seragam SMK NTT, meski mereka menutupi dengan jaket tapi aku tahu itu bukan seragam siswa NTT"
"Kita percepat saja yahh, ahhh ini sedikit membuatku pusing.
Apa urusanmu di SMK NTT tadi pagi?"
"Hmmmm kalau itu..." Mata Roy terlihat gelisah menatap mereka bertiga bergantian.
"Eeiiiii, cepat katakan" Nandar menekan Roy tapi Anton menatap mata Nandar dengan tajam tanda menyuruhnya menutup mulut.
__ADS_1
"Pagi itu aku mengantar lina ke sekolah, dari sana tak begitu jauh aku sudah di hadang orang-orang itu"
"Aii aiii aii... Ahhh aku sudah tahu masalahnya, jadi ini masalah perempuan hahahah, kau pasti merebut pacar orang kan, ahh dasar kau ini... ini lagu lama" Nandar kembali terdiam setelah Anton melempar nya dengan botol minuman plastik (wajah Nandar kesal)
'dasar kejam' Nandar mengumpat dalam hati
Anton mencoba menyimpulkan, jika pelakunya bukan dari SMK NTT berarti dari sekolah lain, Anton bertanya sebelumnya apakah dia punya masalah dengan siswa dari sekolah lain tapi Roy membantah.
hanya saja ketika Anton bertanya lebih jauh ternyata memang Lina punya mantan pacar namun bukan dari SMK NTT, Dugaan Anton kuat jika ini memang masalah perempuan.
Anton melirik ke Nandar yang baru saja menebak masalah lebih cepat darinya, Nandar melipat kedua tangannya sambil bersiul, kali ini Nandar memenangkan sesuatu, ia senang karena Anton tentunya menahan malu dalam hatinya.
Anton sudah memiliki kesimpulan, ia menyuruh Roy untuk beristirahat. Sisanya biar Anton yang mengurusnya, Anton mengajak yang lain untuk keluar rumah dan melakukan persiapan investigasi dalam kasus pengeroyokan roy.
Nandar terus menggoda Anton berharap ia mendapatkan permintaan maaf tapi Anton begitu dingin ia bahkan tak peduli dengan apa yang baru saja terjadi di dalam kamar roy.
__________________________
Malam itu pria dengan switer hitam menutupi kepalanya ia berjalan memasuki kafe Nancy ia memilih ruangan VIP, terlihat ia sudah ditunggu dua orang yang lain di dalam.
Nandar membuka penutup kepalanya membuka percakapan dengan menanyakan kabar dari mereka berdua, bukannya menjawab yang Nandar tanyakan Gio justru melontarkan pertanyaan lain.
"Kau terlihat begitu ramah, setelah mengundang kami berdua kemari.. langsung saja kau punya rencana apa?" Gio bertanya sambil menyeruput kopinya.
"Hmmm kau tak berubah rupanya kau masih tidak sabaran" Nandar mencoba mengendalikan suasana dengan tenangnya.
"Aku mengira kita semua sepemikiran , soal Anton aku pikir sudah lama ia menindas kita bertiga".
__ADS_1
"Kau berniat menyerang Anton yahh? Apa kau lupa terkahir kali dia apakan orang-orangmu, bahkan beberapa orang-orangmu jarinya masih patah belum sembuh sampai sekarang" Bagong mengingatkan tentang masa lalu.
"Kau tidak sadar, tidak hanya aku, kalian berdua juga ditindas olehnya bukan, hanya saja kekuatan masing-masing dari kita tak mampu mengalahkannya, tapi ceritanya beda jika ketiga Geng Kandang Serigala, Black Devil, The Refour bersatu" Nandar menyentak meja dengan kedua telapak tangannya kali ini ia menekan kata-katanya ia terlihat lebih serius.