PISAU TUMPUL

PISAU TUMPUL
Chapter 8 "Bintang Gym"


__ADS_3

Rusdi bersama dengan beberapa temannya yang lain sedang berada di basecamp utama. sudah menjadi rutinitas mereka ketika malam hari semua para bawahan Anton nongkrong di basecamp utama yang berlokasi di pinggiran pemukiman warga, untuk sampai ke sana harus melewati jalan yang panjang dan gelap...


Alasan Anton memilih tempat itu sebagai basecamp adalah untuk menghindari kritikan dari warga karena keributan yang dibuat para anggotanya.


Plogelteam adalah nama geng Anton setidaknya itu tertulis didepan basecamp mereka, tapi Anton enggan menyebut itu diluar ia lebih sering mengatakan jika gengnya tak punya nama. Alasannya karena nama itu iya copy paste dari kata bahasa Inggris yang dia sendiri tidak tahu apa artinya dia justru memberi arti yang lain Plogelteam yang berarti penghuni lorong gelap, memang nama yang tak memiliki arti nilai sama sekali. Beberapa orang pastinya akan tertawa setelah mendengar nama ini.


Rusdi dan kawan-kawan duduk di depan basecamp sambil membahas beberapa hal yang menyangkut geng mereka kebanyakan hanya basa basi saja. Sesekali mereka tertawa ketika mengatakan sebuah lelucon.


Di tengah keasikan mereka, tiba-tiba Amir datang, kedatanganya merubah suasana, bukan Amir namanya ketika tidak berbicara keras dengan omong kosongnya serta tak memiliki manfaat sama sekali. Seseorang yang mendengarnya hanya memilih menepuk jidat mereka karena tak ingin berurusan dengan Amir.


"Dari mana saja kau Amir?" Rusdi bertanya.


"Aku baru saja mendapatkan info penting" senyum Amir.


"Owh iya?..." Rusdi pura-pura penasaran tapi hanya menjaga perasaan Amir saja


"Rusdi apa kau melihat Anton?"


"Jam segini kau masih menanyakan dia, tentu saja dia masih berada di tempat kesukaannya" menghela nafas.


"Sebaiknya kau harus menyadarkan Anton " tegas Amir.


"Apa maksudmu?" dahi Rusdi berkerut.


"Ayolah kita ini masih di fase pertumbuhan, melakukan aktivitas fisik yang berat seperti itu akan menghambat pertumbuhan, tinggi badan Anton hanya akan stag disitu saja".


"Hmmmm .. omong kosong apa lagi itu?".


"Hei-- hei kau tak pernah belajar yahh.. ketika usia pertumbuhan kemudian melakukan aktivitas fisik yang berat, maka otot-otot kita menjadi keras akhirnya tubuh kita tak mampu memanjang lagi, itu logika sederhananya".


"Dasar naif .. tubuh manusia tak sesederhana itu" Anton membantah kesal.


"kau tak melihat nenek kita 30 tahun yang lalu tinggi mereka rata-rata 155cm itu karena aktivitas fisik yang berat"

__ADS_1


"heii .. lebih tepatnya 30 tahun yang lalu gizi manusia belum sebaik sekarang" Rusdi masih membantah


"Sudahlah kau tak tahu apa-apa Rusdi, nanti aku jelaskan lebih detail lagi tapi tidak sekarang.. sekarang kita harus ketempat Anton aku ingin menyampaikan sesuatu".


"Kau tak berniat memberitahuku terlebih dahulu?"Rusdi penasaran.


"Nanti sajalah... ini mendesak"


Mereka berdua Rusdi dan Amir meninggalkan basecamp dan menuju ke tempat Anton melakukan olah fisik.


__________________


Di salah satu pusat kebugaran di Wonomulyo, Anton dengan memakai baju ketat kaos gym polos hitam yang terbuat dari kain khusus. Anton terlihat begitu atletis dengan air keringat bercucuran di seluruh tubuhnya, jiwa Anton terlihat begitu menggebu-gebu dengan pukulan keras dan cepat. Anton terlihat memukuli samsak yang tergantung di sudut ruangan, seolah samsak adalah Lawang tandingnya, Anton terus memukul tanpa henti.


"Pukulan mu memang begitu keras, tapi kecepatan pukulan mu masih kurang, aku juga tak menganggap teknik mu bagus" sahut pria berumur 45 tahun dengan tinggi 180 cm tubuh yang jauh lebih besar dari Anton.


"Kau sudah menegurku beberapa kali dengan alasan sama, kenapa tak melatihku saja pak Bima?" Anton menyudahi latihannya. Ia berjalan sambil menghapus keringatnya dengan handuk, Anton duduk di samping pak Bima.


"Aku personal trainer disini, aku akan mengajarimu beberapa gerakan untuk melatih otot mu, tapi untuk tinju itu diluar dari kontrakku" pak Bima tersenyum.


"Itulah sebabnya aku disini Anton, lagi pula aku hanya bekerja sesuai kapasitas ku disini dong" pak Bima tertawa.


Ini bukan kali pertama Anton meminta di ajari beberapa teknik tinju yang benar tapi pak Bima menolak, meski tak sekesal sejak pertama pukulannya di kritik tapi Anton masih sering meminta di ajari teknik yang benar walaupun dengan sikap cuek menjaga harga diri. di tengah perbincangan Rusdi dan Amir akhirnya sampai di tempat Anton


"Heii heiii... Anton jadi ini alasan kau betah disini" mata Amir melebar memerhatikan salah satu member wanita melakukan gerakan squat dengan barbell..


"heii jaga sikapmu, kau bisa di usir jika tak sopan begitu" Anton menegur Amir yang selalu saja tak terkendali.


"Anton... ajari aku beberapa gerakan aku yakin mungkin saja aku cocok dengan olahraga ini" Amir tak menunggu respon dari Anton ia langsung menuju ke salah satu alat gym, Rusdi menghela nafas. Setahunya mereka datang kesini untuk memberi tahu info ke Anton tapi amir malah melakukan hal yang tidak penting begitu. Anton menatap Rusdi mereka berpandangan sebelum akhirnya tersenyum.


Anton berdiri dari tempat duduknya Anton menuju ke alat latihan chest.


"Heiii... bodoh... sini aku ajari kau satu gerakan yang perlu" Anton memanggil Amir.

__ADS_1


"Wahhh . apa gunanya ini Anton?".


"Ini untuk melatih dada agar terlihat bidang, terutama agar kau tak masuk angin lagi ketika keluar malam, lihat dada mu rata begini" Anton memegang dada Amir.


"Heiii.. kau ini tak sopan" Amir kesal.


Anton kemudian menyuruh Amir untuk berbaring dan mulai menaruh beban pada alat chest itu, tapi Anton menaruh beban jauh melebihi berat badan Amir.. 70× 70 Anton memberi masing-masing berat kiri dan kanan 70 kg yang berarti itu adalah 140 kg, Anton lanjut memberi instruksi ke Amir.


"Busungkan dada mu keatas lalu tahan beban ini ke bawah" Anton memegangi barbel yang di angkat Amir, Amir menuruti.


Ketika barbell menekan kebawah dan barbell rapat menekan dada Amir Anton lalu melepaskan pegangannya kemudian pergi meninggalkan Amir, tapi amir tak kuat mendorong barbell kembali keatas meski mengeluarkan semua tenaganya.


wajah Amir memucat badannya tegang dan kaku nafasnya berat, seisi ruangan tertawa melihatnya.. terutama Anton yang baru meninggalkannya.


" Heii.. tolong.. aku bisa mati" Amir minta tolong tenaganya hampir pada batasnya.


Wajah Amir semakin memucat, pak Bima yang berada didekatnya kemudian membantu mengangkat barbel itu..


Amir bagaikan terlepas dari kematian, ia bernafas dengan cepat jantungnya berdetak begitu kencang wajahnya masih pucat. Ia menunjuk mengecam dengan begitu kesal kepada Anton dan rusdi yang masih tertawa melihatnya.


______________________


Beberapa menit berlalu amir kemudian memberi tahu maksud kedatangannya.


"Heiii Anton aku membawa kabar baru" Amir bertanya dengan nada keras.


"Katakan saja" jawab anton.


"Si Nandar mengajak kita membentuk aliansi, dimana yang terkuat yang akan menjadi ketuanya"


"Mereka sudah tahukan kalau Anton yang terkuat" Rusdi bertanya dengan sigap.


"Tentu saja.. tapi ada satu geng lagi yang ingin masuk aliansi, Nandar ingin orang itu bertarung dengan Anton"..

__ADS_1


Anton melirik dengan perlahan menatap Amir...


__ADS_2