PISAU TUMPUL

PISAU TUMPUL
Chapter 5 "Cinta Membuatku Mual"


__ADS_3

Pak Agus menikmati kopi hangatnya sembari memperhatikan para siswa berdatangan memasuki pintu gerbang.


'hari ini terasa begitu berbeda dari hari kemarin, suasananya terasa lebih sejuk, melihat para siswa  aku jadi ingat ketika masih muda dulu hahaha... masa muda adalah masa terbaik mengukir kisah cinta, puisi kasih sayang, perhatian dan pelukan semua indah dan kekal disana. dulu aku pikir setelah menikah hidupku akan jauh lebih indah tapi ternyata itu hanya di awal saja, lambat laun suara lembut istriku berubah menjadi kasar, sikap patuhnya kini berubah menjadi perilaku yang suka memerintah. mana galak lagi hmmm'.


hampir setiap hari pak Agus (satpam STM) selalu merenungi nasibnya, ia berpikir mungkin dirinya terlalu terburu-buru sehingga ia menikahi wanita yang salah....


Lamunan pak Agus terhenti ketika ada yang menepuk punggungnya


"Pagi pak Agus" sapa Anton... pak Agus kaget berbalik


"Astagfirullah.... Waduh mas Anton ngagetin aja?" Pak Agus berbalik kaget


"Sepertinya lamunan mu lagi seru nih pak, maaf ya ganggu" Rusdi mencoba mencairkan suasana


"Tidak apa mas Rusdi... Owh iya tumben kalian datangnya pagi begini biasanya juga terlambat"


pak Agus menghargai sikap santun Rusdi


"Apa kau mengenal nama-nama ini?" Anton menyodorkan daftar nama 8 tadi siswa ke pak Agus..


"Kau terlalu cepat masuk ke inti, ibuku mengajariku sikap seperti itu adalah etika yang buruk" Rusdi menegur anton


"Kita tidak sedang belajar tata krama kan, kita tak punya waktu untuk berbasa-basi" Anton menatap mata Rusdi ia merasa sedang dihalang-halangi..


Pak Agus melihat mereka berdua secara bergantian, tak baik berdebat hanya karena masalah sepele apa lagi menyangkut dirinya.


Pak agus sendiri tak keberatan jika para siswa berkomunikasi secara terbuka dengannya, sepanjang perjalanan hidupnya itu membuat ia merasa awet muda.


"Sini... biar kulihat lebih jelas lagi mungkin aku mengenal salah satunya" pak Agus mengambil daftar nama dari tangan Anton bertujuan melerai mereka berdua.


Rusdi dan Anton menghentikan perdebatan pandangan mereka dengan cepat berubah haluan ke pak Agus.


"Hmmmm ini.. kalau ini sihh , sepertinya aku tahu".

__ADS_1


"Siap dia apa kau mengenalnya, ceritakan padaku" Anton merapatkan wajahnya perasaan tak sabar untuk mengetahui siapa orang dibalik nama-nama itu.


"Ahh siswa disini terlalu banyak, aku tak banyak mengenalinya.... hanya kalian berdua yang aku betul-betul kenal baik".


"Aisssshhhh..." Anton kesal berbalik memukul meja, ia merasa ini akan sia-sia.


"Tapi tunggu, ini daftar nama yang tidak masuk sekolah kemarin kan?"


"Yahhh...." Anton kembali menoleh kali ini terlihat tak begitu berharap


"Kemarin ada 4 siswa yang datang terlambat"


"Benarkah, kau mengingat wajahnya?" Anton bertanya dengan cepat


"Tentu saja aku bahkan sempat mengejarnya"


"Nahh itu dia...." Rusdi menjentikkan jarinya rusdi dan Anton saling tatap sebelum akhirnya tersenyum bersama.


Anton mengajak Pak Agus untuk memeriksa semua siswa dengan berpura-pura berpatroli, Anton meminta Pak Agus untuk memberinya isyarat jika sudah menemukan siswa yang terlambat kemarin agar tak merasa di curigai mereka memeriksa pada jam istirahat.


"Hhhmmmm... aku tak menemukan dua lainnya, mungkin dia masih belum datang ke sekolah hari ini" Pak Agus menjelaskan bahwa cuman ini yang dia bisa lakukan ia harus segera kembali ke pos jaga.


Anton rasa bantuan Pak Agus sudah lebih dari cukup, ia mempersilakan Pak Agus untuk kembali berjaga. Anton memerintahkan Rusdi untuk mengajak anggota yang lain agar menemaninya mengawasi dua orang yang dicurigai tadi.


Anton lalu kembali ke rumah Roy sekali lagi ada sesuatu yang ingin dia pastikan sebelum melakukan tindakan penyergapan. Anton pun


Rusdi terus mengawasi seharian agar tak curiga ia dan orang-orangnya mengintai dari kejauhan


_____________________________


Anton telah sampai dirumah Roy. Ia kembali menanyakan tentang hubungannya dengan Lina dan siapa mantan pacar Lina, tapi Roy menjawab bahwa ia juga tak tahu, Lina merahasiakan itu.


sebenarnya Lina juga meminta Roy untuk tidak mendekatinya lebih jauh ini bisa buruk bagi Roy jika mantan pacar Lina sampai tahu.

__ADS_1


"Kau ini... Seharusnya kau tak lagi mendekatinya, ia sudah memintamu menjauhinya" Anton menunjuk Roy marah.


"Kau tak mengerti.... Bagi laki-laki wanita sejati perlu di perjuangkan".


"Sejati apanya.. yang ada kau sudah menjadi budak cinta" Anton membantah Roy yang dimabuk asmara.


"Lina dia adalah tipe wanita yang susah didapatkan oleh semua laki-laki, itulah yang membuat dia layak diperjuangkan".


"Aku tak mengerti, kau terlalu bertele-tele.."


"Anton.. jika laki-laki setampan aku saja sulit mendapatkan Lina, lantas bagaimana sulitnya laki-laki yang lebih jelek dari saya ketika mengejar lina.. kau mengerti kan?"


"Isi kepalamu hanya ada wanita saja" Anton muak terhadap kalimat yang  dikeluarkan oleh Roy yang isinya hanya tentang wanita itu membuatnya mual..


Anton teringat waktu mereka masih di duduk di bangku SMP, tak sengaja ia dan Rusdi ketika duduk berdua di ruangan kelas mereka mendengar ada suara dua orang yang berpacaran di belakang kelas mereka berdua penasaran lalu mendekat ke sumber suara.


ternyata itu adalah Roy bersama dengan pacarnya.


Roy mengeluarkan kata-kata rayuan maut berulang kali...  Anton yang mendengarnya jijik.. ia lalu menjulurkan lidah dengan memasang wajah ingin muntah, Rusdi hanya cemberut menyaksikannya..


Drrrtttt


Drrrtttt


(suara ponsel bergetar)


Rusdi menelpon Anton ia menyampaikan bahwa dua orang yang dia awasi sekarang kini telah berempat.


"Sepertinya dua orang yang baru datang tadi yang di sebut pak agus" Rusdi berbicara lewat telpon sambil mengawasi targetnya


"Kau bisa ke pos sekarang, tanyakan pada pak Agus apakah mereka berdua adalah orang yang sama"


"Tak perlu... Karena mereka berempat sudah ingin meniggalkan sekolah" Rusdi mengucap pelan...

__ADS_1


"Apa....? .... Kalian kejar dia cepat, tunggu aku.." tuttt..... Anton mematikan telponnya lalu berpamitan pada Roy, Anton buru-buru berangkat menyusul Rusdi.


__ADS_2