PISAU TUMPUL

PISAU TUMPUL
Chapter 6 "Penyergapan"


__ADS_3

Rusdi dan orang-orangnya terus mengikuti mereka dari kejauhan, ke empat siswa STM yang di anggap sebagai pelaku pengeroyokan Roy terlihat tak curiga sama sekali.


Mereka berempat menuju ke gedung tua berlantai 2 yang kelihatanya sudah lama tak terpakai, cukup kotor karena sudah tak terawat lagi. 


Pastinya terlihat sangat berhantu ketika malam hari, tapi di siang hari ini menjadi markas tempat persembunyian para siswa yang bolos sekolah...


Mereka berempat sampai di lokasi tapi masih melajukan sepeda motornya jauh kedalam area gedung tua itu yang memang terlihat seperti lorong khusus kendaraan roda 2 maupun 4.


Mereka memarkir motor tepat dibelakang gedung yang pada dasarnya adalah parkiran kendaran yang terlihat begitu luas, ada tangga di belakang yang berfungsi sebagai penghubung lantai satu dan dua kemudian mereka berempat naik sebelum akhirnya masuk kedalam gedung.


Di dalam gedung, mereka berempat sudah disambut oleh 8 orang lainnya, satu orang terlihat duduk di kursi dengan meja dihadapannya...


"Kalian yakin tak ada yang mencurigai kalian?" Tanya anak muda yang duduk itu.


"Kami yakin bos, pakaian sekolah yang kami pake (STM) mirip dengan banyak sekolah lain, apa lagi kami menutupi wajah kami" terang salah satu pengeroyok Roy.


"Aku sudah lama jengkel dengan anak itu (Roy)... Baru kali ini keinginanku kesampaian, kenapa tidak dari dulu aku merencanakan menghajar Roy dengan menggunakan jasa orang lain, dengan begini aku tak perlu takut ketahuan" (tertawa dalam hati memuji diri sendiri).


Sebagai seorang anak geng apa lagi yang memiliki nama yang cukup dikenal dikalangan siswa maupun para anggota geng, Sandi tak ingin merusak reputasinya karna telah mengeroyok satu orang.


Hal seperti itu melanggar prinsip dasar geng Kandang Serigala karena menindas yang lebih lemah dengan kata lain pertarungan yang tak adil. Walaupun sebenarnya Sandi tak begitu peduli pada prinsip itu, lagi pula prinsip hanya sekedar ucapan.


Nilai tertinggi dalam geng adalah kemenangan tercapainya sebuah tujuan yang memuaskan. Sandi merasa begitu percaya diri untuk saat ini, satu hal yang belum ia tahu bahwa ia sedang bermain-main dengan satu orang yang begitu di takuti di jalanan...


Sandi memberi mereka berempat sebuah hadiah tanda terima kasih lalu mempersilahkan mereka berempat pergi dari gedung, tapi sebelum mereka mengangkat kakinya salah satu anggota Sandi dari geng Kandang Serigala berlari terbirit-birit menghampiri Sandi.


Nafasnya tak beraturan dan ia membawa pesan  bahaya, katanya di bawah terlihat beberapa anak STM sedang menapaki tangga menuju lantai dua.

__ADS_1


Sandi terkejut bukan main, jantungnya berdetak lebih kencang, matanya melotot mengarah pada empat orang yang baru saja ia berikan hadiah...


"Sialan.... Kalian menipuku.." sandi mengecam dengan suara geraman.


"Tidak bos.... ini salah paham" mereka membantah dengan wajah bingung ketakutan.


Sandi terlihat begitu sangat marah, ia seakan ingin melompat dengan sendirinya ingin menghajar mereka berempat tapi salah satu anggotanya menahannya...


"Bos.. ini bukan waktu yang tepat mereka akan tiba disini sebentar lagi, cepat cari jalan keluar jangan sampai mereka melihat mu" panik!!..


Sandi mengangguk mengerti ia menunjuk mereka berempat sebelum akhirnya lari melewati jalan pintas.


tak berselang lama Rusdi dan kawan-kawan sudah sampai di tempat, terjadi cekcok yang panjang karena anak SMK NTT  mengelak jika ini ada hubungannya dengan para petinggi Kandang Serigala.


Rusdi terus memaksa mereka mengaku kedua tangannya juga sudah tak sabar melepaskan pukulan.


Tiba-tiba seseorang terlihat menaiki tangga dari ruang tengah.


Wajah sandi terlihat bengkak, tentu saja karena setelah Anton berhasil menyergapnya di bawah pintu samping lantai 1  Anton menamparnya beberapa kali sebelum menyeretnya ke atas lantai 2.


"Kau.... Jelaskan apa tujuanmu mengeroyok Roy?" Anton bertanya dengan nada pelan dan santai.


"Aku... Kau salah paham" sandi menjawab sambil menahan rasa sakit di tambah Anton masih aktif


menamparnya kapan saja.


Setiap Anton bertanya alasan Sandi mengeroyok Roy dan Sandi membantahnya setiap kali pula tamparan menyapu pipinya, itu terjadi berulang-ulang sampai akhirnya sandi menangis merengek seperti anak kecil yang sedang meminta jajan pada orang tuanya.

__ADS_1


Sandi sudah tak tahan dengan rasa sakit yang amat pedih pipinya sudah terasa seperti di iris-iris silet dan rasanya begitu panas.


Anton memberi kode pada Rusdi yang menunjuk ke 4 siswa STM tadi agar memberinya pelajaran juga, Rusdi tak tinggal diam ia sudah menahannya sejak tadi ia langsung memberi beberapa pukulan ke mereka berempat...


Sandi terus menangis cengengesan sembari menjelaskan alasan mengapa ia mengeroyok Roy, itu bermula ketika Sandi akhirnya putus dengan Lina.


Ia tak terima karena setelah hubungan mereka kandas, Ia  sering melihat Roy mengantar lina ke Sekolah.


Anton mengira mantan pacar Lina bukan dari anak SMK NTT menurut keterangan dari Roy, tapi Sandi tidak tahu mengapa Lina merahasiakan itu mungkin saja Lina tak ingin ada yang tahu soal hubungannya sebelumnya.


Anton malah jauh lebih kepo ia terus menanyakan hal-hal yang bahkan sudah begitu jauh dari persoalan.


Anton menanyakan alasan Sandi dan Lina putus awalnya sandi tak mau menjawab tapi lagi-lagi tamparan mendarat di pipi Sandi karena di anggap melawan.


Sandi kembali menjelaskan kalau sebenarnya ia masih suka dengan Lina, tapi entah mengapa Lina tak ingin berhubungan dengan dia lagi..


Hari itu para anggota Kandang Serigala yang berdiam di atas pijakan kakinya sama sekali tak melakukan perlawanan.


Alasan mereka kuat karena tak ingin berakhir seperti Sandi, melawan hanya sia-sia saja.


mereka hanya menyaksikan ke empat orang yang baru saja datang dihajar oleh Rusdi dan  Sandi sang panglima perang di gengnya di tampar secara terus menerus oleh Anton...


Lina adalah siswi SMK NTT kelas 2, dia cukup baik dalam hal prestasi di sekolah, tingginya 160 cm dengan berat badan 48 kilo cukup ideal untuk wanita seumurannya.


Kulitnya putih dan rambut terurai panjang. Dagunya sedikit lancip dan matanya lebar dengan bulu mata tebal dan lentik.


Lina rajin dalam mengikuti lomba-lomba dalam sekolah seperti Porseni antar kelas, lina pandai dalam membuat puisi menulis dan bernyanyi.

__ADS_1


Alasan ia tak lagi menyukai sandi adalah latar belakang sandi disekolah Lina tak senang dengan orang yang terlihat begitu brutal apa lagi aktif dalam anggota geng yang hobi nya tawuran.


Di tambah sandi adalah orang yang begitu posesif, Lina merasa tak begitu nyaman dengan orang seperti itu, sandi sering beralasan bahwa itu adalah rasa sayang tapi bagi Lina itu adalah penjara kehidupan..


__ADS_2