
Malam harinya aku benar benar tidak bisa tidur padahal sudah pukul 23.30, tiba tiba aku kepikiran dengan obrolan Daylon dan Braylon. Mereka saling kenal? apa mereka memiliki hubungan? Nama mereka juga hampir sama, tapi Daylon sepertinya sangat tidak menyukai Braylon.
"Apa aku tanya saja sama Nanda atau Alex? ahh tapi kan aku belum bertukar nomor dengan mereka. Bella, iya aku harus bertanya dengan Bella," Aku mengambil Handphone di meja belajar.
Aku menulis pesan untuk Bella "Bell Aku mau tanya sesuatu." 10 menit tidak ada balasan, ahh, mungkin Bella sudah tidur. Aku menghela nafas.
Terdengar ketukan pintu, aku menoleh. Terlihat papa masuk ke kamarku.
Aku berdiri dari kursi "Papa udah pulang dari Bandung?"
Papa tersenyum dan mengangguk "Via belum tidur, besok masih sekolah kan?"
"Iya pa," Aku melihat wajah papa. Papa terlihat lelah.
"Papa pasti capek, papa istirahat ya," Aku khawatir sama papa dan menyuruhnya istirahat.
Papa tersenyum "Iya papa istirahat, Via juga tidur ya. Selamat malam sayang," Papa keluar dan menutup pintu.
Aku sangat kasihan dengan papa, dia kerja setiap hari. Pasti melelahkan bukan. Disisi lain aku juga merasa kesepian, dari kecil aku belum pernah ngobrol panjang dengan papa. Terlalu sibuk untuk duduk berdua denganku.
Aku menghela nafas lagi, merebahkan diri di kasur, menarik selimut, dan tidur.
***
Aku siap untuk berangkat sekolah dan juga aku tidak lupa dengan bolu cokelat yang nanti akan kuberikan kepada Daylon. Aku keluar rumah menuju mobil.
"Pagi non Via, mau berangkat sekarang?" Tanya seorang laki laki bertubuh tinggi. Aku baru ingat mulai hari ini anak Pak Sapto yang menggantikan.
"Iya," Aku menjawab dengan ramah. Dan aku masuk ke mobil.
'"Ngomong ngomong kakak namanya siapa?" Tanyaku. Jujur aku tidak terlalu paham dengan keluarga Pak Sapto, yang kutahu hanya Pak Sapto memiliki 2 anak, anak pertama sudah kuliah dan anak kedua baru SMP kelas 1.
__ADS_1
"Sadana Non," Jawab Kak Sad, yang fokus menyetir.
"Ohh, aku panggil Kak Sad nggakpapa ya?" Tanyaku.
"Iya Non," Jawab kak Sad singkat.
"Tapi kalau Kak Sad nggak nyaman panggil aku non, panggil Via aja ya. Aku juga lebih nyaman dipanggil Via, kan cuman beda beberapa tahun," Ucapku. Memang, aku lebih suka dipanggil dengan nama. Tapi Pak Sapto sama bibi bersikeras untuk memanggil non. Biar lebih sopan kata mereka.
"He he he iya Non, ehh maksud saya Via," Kak Sad tertawa ringan. Aku juga tertawa.
Mobil terus melaju dan akhirnya sampai di gerbang sekolah.
"Via, nanti di jemput jam berapa?" Tanya Kak
"Jam 15.30," Kataku lalu turun dari mobil.
Yang pertama ku tuju adalah Daylon, aku mencarinya kemana mana tidak ada. Dimana Daylon? apa dia tidak masuk?
"Via" Nanda dan Alex menghampiriku. Yang termenung di tengah koridor.
"Ngapain pagi pagi berdiri disini?" Tanya Nanda kepadaku.
"Aku tadi nyari Daylon tapi nggak ada," Aku sungguh bingung harus mencari kemana lagi.
"Daylon ada di rooftop," Alex berkata santai.
"Ngapain Daylon di rooftop?" Aku bertanya penasaran.
"Kalau penasaran samperin aja Via. Kita mau nyontek PR dulu, mumpung masih pagi," Nanda dan Alex pergi ke kelas mereka.
Tanpa pikir panjang aku langsung berlari menuju rooftop. Dengan mata terpejam Daylon terlihat menikmati angin pagi. Sinar lembut matahari menerpa wajah Daylon. Aku sungguh terpesona.
__ADS_1
Aku melangkah mendekati Daylon "Daylon."
Daylon menoleh, dengan wajah dinginnya dia berkata "Ngapain disini?"
"Mau ngasih ini," Aku menjulurkan kotak bekal berisi bolu cokelat.
Daylon tidak tertarik. Dan aku juga tidak mau menyerah begitu saja.
"Ini aku yang buat loh, memang baru belajar tapi aku jamin rasanya pasti enak," Aku berkata riang. Daylon terlihat tidak suka, dan seperti nya dia akan menyuruhku untuk pergi. Aku bersiap pergi, membalikan badan.
"Lo niat ngasih nggak?" Tangan Daylon meminta. Aku refleks menoleh.
Daylon berdiri dari duduknya menyahut kotak bekal yang ku pegang. Aku melongo.
"Thanks," Daylon pergi dengan gaya cool nya.
Demi apa? cara ini berhasil? Daylon mau menerima bolu cokelat nya? Aku kegirangan ditempat. Sungguh aku senang sekali. Sepertinya ini adalah titik cerah untuk mendekati Daylon. Semangatku bertambah.
***
"Dari mana aja lo?" Ucap Bella ketika melihatku memasuki kelas.
"Dari rooftop," Jawabku singkat.
"Ngapain?" Bella mengeluarkan buku.
"Ngasih Daylon Bolu cokelat," Aku juga menyiapkan buku untuk pelajaran pertama.
Bella menghela nafas "Sabar ya Vi. Lo juga sih, udah tau bakal ditolak masih aja ngasih ngasih."
"Dia mau kok, dia nggak nolak" Aku berkata ceria.
__ADS_1
"Tuh buktinya," Aku menunjuk Daylon yang baru masuk kelas dengan membawa kotak bekal yang ku kasih tadi.
Bella melihat tak percaya dan aku tersenyum bahagia.