Pluviophile

Pluviophile
Hujan dan Kebahagiaan Diatas Luka


__ADS_3

Siang itu awan Cumulonimbus tidak menampakkan dirinya, namun tetes air jatuh ke permukaan. Keadaanya aku baru saja pulang sekolah, baru saja mau mengambil motorku di parkiran depan sekolahan ku.


Segelombolan teman temanku sekelas berjalan beriringan, hanya aku yang sendiri tanpa ada teman. Kadang aku malu saat adek kelas atau orang orang lain memandangku aneh, aku tau arti pandangan itu.


Setelah aku mengantri untuk mengambil motor, setelah aku mencoba untuk tidak mendengarkan cuitan cuitan dari Mereka meraka yang sengaja membicarakan ku dan menertawakan ku yang berdiri sendiri tanpa ada teman berbincang.


Kadang tidak habis pikir dengan mereka, apakah harus membicarakan orang sefrontal itu di depan umum.


Aku mulai mengendarai motorku menuju rumah, jalanan licin karena air hujan. Aku mulai berhati hati karena jalanan juga rusak, banyak terdapat lubang.


Tidak sadar motorku mulai limbung dan aku terpeleset, motorku terjatuh sampai aku juga tersungkur.


Tidak ada orang yang membantu, aku berdiri sendiri menahan rasa perih oleh luka di kaki dan tanganku, motorku lecet semua dan aku mulai menitihkan air mata. aku juga merasa perih di bagian dagu ternyata memang ada luka disana.


Aku bangkit, aku kembali mengendarai motorku ingin segera pulang. kaca helmku aku tutup aku menangis diam diam.


Kenapa hujan seakan ikut membenciku dan memberi luka. Tapi tidak, aku menyukai hujan jatuh cinta terhadap hujan aku menganggap hujan adalah penenang yang menemani kesedihanku.


Setelah sampai rumah.


Aku memarkirkan motorku di garasi rumah, mengetuk pintu rumah dan mengucap salam


"Assalamualaikum, Mah aku pulang. Aku jatuh dari motor, Kaki sama tanganku lecet" Ucapku memanggil mama.


Saat itu mama sedang memasak dan langsung saja kaget saat mendengar kabar dariku.

__ADS_1


"Mana biar mama liat, ya Ampun itu lecet banyak begitu. sini mama obatin." Mama mulai sibuk mengambil P3K yang ada dirumah.


Mama mulai membersihkan luka luka sebelum diobati.


"Tadi ada yang nolongin?" Tanya mama


Aku hanya menggelengkan kepalaku, "Nggak ada, tadi ada yang lewat cuman di lihatin aja" Ucapku sesekali meringis saat mama mulai meneteskan obat merah ke lukaku.


"Ya Ampun, emang nggak punya belas kasih itu orang, Semoga aja dia kalo jatuh ada yang nolingin" Mama geregetan saat tau hal itu.


"Apaan sih mah, udahlah gapapa. Ini juga nggak parah, aku juga masih bisa mengendarai motor sampai rumah kok. cuman lecet aja. Makasih ya mah" Ucapku mencoba menenangkan.


"Yaudah sana, Ganti baju terus istirahat. Mama selesaikan masak dulu sebentar."


Membuka Jendela dan menikmati suara rintik hujan yang menenangkan. Memutar musik di Hp ku dan memejamkan mata, Hatiku Tenang.


Aku mengambil Hp, membuka kamera dan memotret luka yang ada di kaki dan tanganku.


Menekan Aplikasi WhatsApp dan membuat Snap disana dengan foto tadi aku menambahkan Caption Lain kali hati-hati.


Baru beberapa menit aku membuta Snap banyak teman teman yang mengirimkan pesan


kenapa?


jatuh dimana?

__ADS_1


Kecelakaan?


Gimana kejadiannya?


Aku kaget karena salah seorang teman yang selalu membullyku di kelas ternyata juga ikut menanyakan keadaanku. Aku pikir emang dia masih punya hati nurani.


setelah satu persatu pesan kujawab, ternyata mereka hanya ingin tau mereka tidak perduli. hatiku sakit setelah melihat story' temanku yang membuat Screenshot chat sedang membicarakan aku yang baru saja terjatuh. aku sempat membaca dan masih ingat sekali saat itu temanku mengetikkan pesan di grub mereka sendiri. kurang lebih begini Harusnya kita syukuran sih, akhirnya dia dikasih azab. Sukurin tuh motor barunya mesti lecet semua, Kecelakaan deh tuh orang songong.


Aku bertanya tanya, apa salahku? apa yang membuat mereka membenciku? bukankah aku pernah meminta maaf? Oh mungkin kesalahanku sudah sangat fatal sampai tidak dimaafkan, meskipun aku tidak tau apa yang sebenernya terjadi.


*Kadang kita memang harus menerima kenyataan, mereka yang bertanya tanya bukan berarti mereka peduli bisa saja hanya ingin tau.


---


**Hey, kembali lagi.


semoga di part ini kalian suka ya sama ceritanya. maaf masih sedikit percakapan karena aku ambil inti dari kisah yang pernah aku alami.


jangan lupa kasih saran dan kritikan lewat coment, dan jangan lupa kasih like kalau kalian suka.


SEMOGA KALIAN SUKA, TERIMAKASIH 🙏***



🙏

__ADS_1


__ADS_2