
Pukul 09.00 aku baru keluar kamar dan juga melewatkan sarapan.
"Non Via mau kemana?" Bibi yang sedang menyapu di ruang tamu menanyaiku.
"ke rumah teman Bi," Jawabku tersenyum. Tampak wajah bibi sangat khawatir terhadapku.
Pelan pelan bibi bertanya "Non Via nggakpapa?"
"Iya nggakpapa. Via duluan ya bi" Balasku singkat dan pergi ke garasi.
Kak Sad yang sedang membersihkan mobil ku minta untuk mengantar ke rumah Daylon.
***
"Nanti dijemput jam berapa Via?" Tanya Kak Sad setelah sampai di depan rumah Daylon.
"Nanti Via telepon saja, Kak Sad," Jawabku dan menyuruh Kak Sad pulang duluan.
Rumah Daylon berpagar hitam, sederhana dan asri.
Ternyata Daylon sedang duduk di beranda rumah. Aku masuk dan menghampirinya.
"Hai Daylon," Sapa ku terlebih dahulu. Daylon tak menjawab.
"Nih aku kembalikan, terimakasih ya," Kataku.
__ADS_1
Daylon menerimanya, lalu masuk ke dalam rumah. Aku diam di tempat, tidak bergerak. Bingung dengan sikap Daylon.
Tiba tiba Daylon berhenti dan menoleh "Lo mau berdiri disitu? masuk," Perintah Daylon terhadap ku.
Aku tersenyum dan berlari kecil ke arah Daylon "Aku kira Daylon marah."
"Duduk, mau minum?" Daylon bertanya kepadaku.
"Boleh, tapi Daylon yang buatin ya?" Aku meminta Daylon yang membuat minum.
"Gue buat minum?" Daylon menunjuk dirinya. Aku membalas dengan anggukan cepat.
Bukan nya menjawab, Daylon pergi ke dapur dan kembali membawa minuman kaleng.
"Kalau ada yang instan kenapa harus bikin?" Ucap Daylon dan menyodorkan minuman nya kepadaku.
"Biasa aja, udah jadi kebutuhan pokok juga," Kata Daylon ringan sambil meminum nya.
Aku melihat wajah Daylon "Daylon minum kayak gini setiap hari?"
"Kenapa?" Daylon menatapku heran. Aku mendecak dan berjalan ke arah dapur.
Dan benar saja, seluruh rak makanan hanya berisi mie instan dan makanan ringan. Lalu aku membuka kulkas. di dalam terpampang banyak minuman kaleng dan beberapa botol air putih. Aku melirik tempat sampah, kotak pizza terbuang di sana. Aku tidak mengira selama ini Daylon makan makanan yang tidak sehat
"Lo kepo banget ya," Daylon sudah berdiri di depan pintu dapur.
"Daylon, selama ini kamu makan ini semua?" Aku memasang muka marah.
__ADS_1
"Untuk orang yang tinggal sendiri nggak masalah kan?" Lagi lagi Daylon berkata ringan.
"Tinggal sendiri? orang tua Daylon?" Aku tak mengerti, ku pikir Daylon tinggal bersama orangtua nya.
"Di Malang," Ucap Daylon singkat dan kembali ke ruang tamu.
Aku tak ambil pusing dan lebih mementingkan masalah makanan Daylon. Aku bergegas mencari trash bag dan membuang semua makanan dan minuman instan yang Daylon punya. Lalu membuang nya di tempat sampah belakang rumah Daylon.
Aku menghampiri Daylon di ruang tamu, yang sedang asik menonton televisi.
"Yuk," Aku menarik tangan Daylon.
"Kemana?" Daylon bergegas mematikan televisinya.
"Belanja," Kataku singkat. Aku langsung mengambil kunci mobil Daylon yang tergeletak di meja beranda.
"Nih," Aku menyerahkan kunci mobil Daylon ketika sampai di halaman.
"Mau Lo apa sih?" Daylon menerima kuncinya dengan kasar.
Aku tersenyum lebar dan berkata "Memperbaiki hidup mu, Daylon."
"Hidup gue udah bener," Daylon membalikan badan dan berniat kembali ke dalam. Tapi dengan cepat aku menahan nya.
Dan mendorong Daylon untuk duduk di kursi kemudi. Setelah beres, aku masuk ke mobil dan memasang sabuk pengaman. Daylon melihatku tajam.
"Kenapa? mau aku yang nyetir?" Ucapku bercanda.
__ADS_1
"Ayoo jalan," Kataku semangat. Daylon menuruti dengan pasrah.