Pluviophile

Pluviophile
Chapter 07. The Gang


__ADS_3

Jangan Lupa pencet tombol ❤ dan 👍. Dukung author juga dengan Vote/tips and Rate bintang lima ya😉Comment di bawah tentang chapter kali ini! Enjoy readers!🥰


Bel berdentang menandakan berakhirnya istirahat pertama. Salma dan Kiara masuk ke kelas tepat sebelum guru datang. Dan orang yang pertama kali Salma lihat dalam kelasnya adalah Gita. Ya, Gita serta dayangnya Larasati satu kelas dengannya. Sungguh sial!


Gita menatap Salma dan Kiara bergantian dengan tatapan mengintimidasi. Salma tetap santai, tak ingin terpancing. Mungkin kalau tidak ada guru sudah terjadi keributan besar.


"Sikapnya sok penguasa banget. Pengen gue tampol tuh muka," batin Salma dongkol.


Tak terasa bel berdentang menandakan istirahat kedua. Gita dan Larasati berjalan menuju meja Salma dan Kiara. Gisel dan Rosi yang memang satu geng dengan mereka ikut mendekat. Aura mencekam sudah terasa. Beberapa murid langsung memilih meninggalkan kelas.


"Gita, ke kantin yuk!" ajak Eleo tiba-tiba.


"Ck, apaan sih lo!" ujar Gita ketus. Tidak lihat apa dia ini mau bersenang-senang dengan cupu baru, tapi malah Eleo ganggu aja.


"Wasselaw waselaw ... ane kagak ngajak ente ribut munaroh," ujar Eleo santai dengan kata ane-ente yang bikin geli.


"Kalo ente kagak mau ya udah. Padahal mumpung JETZ lagi komplit!" ujar Eleo sedikit menggebu.


"Kan jarang-jarang pacar ente Zalatan ke kantin," lanjutnya.


"Joshua berarti ada dong. Yaudah yuk!" ujar Gita semangat.


"Eh Git, ini cewek cupu gimana?" tanya Gisel.


"Masih banyak waktu buat ngurusin mereka," ujar Gita santai. Akhirnya dayang-dayang Gita juga ikut ke kantin. Kiara bernapas sangat lega. Dewi fortuna sedang berpihak padanya hari ini.


"Pacar Gita siapa sih sebenernya," Salma menggelengkan kepala bingung. Kiara hanya tersenyum kikuk.


"Gue pusing sama ini sekolah," celetuk Salma.


"Ehehe ... emang sekolah kamu dulu gak ada kayak gini ya?" tanya Kiara.


"Ya ada, tapi jarang banget sih." Salma menghela napas berat. Kenapa hidupnya akhir-akhir ini jadi sangat ngawur dan ngaco? Ini bukan dunia orange kan? Atau dunia biru?


Ingin rasanya Salma meminta penjelasan pada Kiara. Sungguh membingungkan sekolah satu ini. Tapi mengingat kondisi Kiara bercerita terakhir kali, sepertinya tidak memungkinkan. Salma menahan rasa penasarannya.


cCc


Bel berbunyi tanda berakhirnya pelajaran hari ini. Gita serta para dayangnya tidak kembali ke kelas sejak tadi. Salma tidak ke kantin lagi. Ia sempat nimbrung makanan Kiara, tapi ya tidak cukup untuk mengenyangkan perutnya. Salma ingin segera sampai rumah.


Salma dan Kiara sudah berada di pintu gerbang sekarang, berencana memesan ojek online di ponsel masing-masing.


"Aduh ... ponsel gue ketinggalan!" ujar Salma panik. Salma langsung berlari menuju kelasnya tanpa menunggu Kiara buka suara.


"Nah, ini dia." Salma mengambil ponsel di laci mejanya. Ada sebuah pesan masuk. Salma spontan berdecih melihat nama di layar ponselnya.

__ADS_1


Hot Daddy Gans : Nanti tunggu Gans depan gerbang ya Cecans! Pull op lop❤


Salma tersenyum membaca pesan dari Abhimanyu. Gadis itu yakin bahwa Ayahnya sendiri yang sudah mengganti nama kontak di ponselnya dengan sifat narsis yang dimiliki.


Belum sempat Salma membalas pesan itu, seseorang memasuki kelasnya. Wajah Salma pucat seketika. Dia adalah Joshua. Laki-laki yang membuatnya sempat shock hingga tak bisa tidur semalaman karena pistolnya. Laki-laki yang baru tadi pagi ia jambak rambutnya. Laki-laki yang baru saja mengeluarkan aura mencekam yang membuat dada Salma sesak.


"Datang jam 7 pagi kalo gak mau dapet masalah," kata Joshua meletakkan secarik kertas pada bangku meja. Joshua memberi tatapan elang yang membuat Salma tak bergerak sedikit pun bahkan untuk bernapas.


"Huuuhhhhh ...." Salma akhirnya bernapas panjang setelah Joshua keluar kelasnya. Masalah tadi pagi ternyata akan berakhir runyam.


cCc


"Bun, Salma mau nanya." Kini ia sedang berada di meja makan rumahnya.


"Iya?" tanya Ratna.


"Gak jadi deh." Salma mengurungkan niat untuk bertanya soal eyangnya. Dia sangat lapar.


"Malu bertanya, sesat di jalan." Abhimanyu menanggapi.


"Banyak bertanya, dikira wartawan." Salma tak mau kalah.


"Yaudah penting sekolah yang rajin."


"Kenapa Cans?"


"Rajin pangkal capek!"


"Cakep! Anak Ayah udah pinter sekarang." Abhimanyu mengacungkan dua jempolnya.


cCc


Hari sabtu pukul 04.30 pagi.


Salma memang sudah terbiasa bangun pagi untuk melaksanakan kewajibannya. Salma tidak bisa menahan ke-kepo-annya. Ingin tau siapa itu Joshua? Apa itu JETZ? Ada apa di sekolahnya?


Ia sedang menelpon Kiara yang memang sudah bangun tidur.


"Gue gak mau tau lo harus ceritain semuanya!" seru Salma.


"O-oke," jawab Kiara dari seberang telpon.


Percaya tidak percaya, tapi kalian harus percaya, setiap sekolah memang memiliki geng-nya masing-masing. Tidak memandang sekolah negeri maupun swasta swasta. Geng itu semacam 'pembela' dan 'pelindung' sekolahnya. Dan tak jarang terjadi bentrokan atau tawuran antar sekolah karena alasan 'membela' sekolah atau teman satu gengnya itu. Harga diri coey bagi mereka.


SMA Garuda merupakan salah satu sekolah elite di Jakarta. Sama seperti sekolah lainnya, sekolah ini tentu memiliki 'pelindungnya'. Namanya adalah Pasgar alias Pasukan Garuda. Para gangster Pasgar terkenal cakep-cakep euy. Kalau bertempur jangan diragukan lagi. Geng lain lebih memilih menjalin pertemanan daripada permusuhan dengan Pasgar.

__ADS_1


JETZ merupakan geng yang beranggotakan Joshua, Eleo, Theo dan Zalatan. Geng dalam geng (?). Catat, ini geng 'persahabatan', bukan geng sekolah. Mereka berempat merupakan inti dari geng Pasgar.


"Joshua?" Salma jadi teringat bule sialan sintingg itu.


"Boleh dilanjut?" tanya Kiara.


"Eh, monggo neng."


Yang pertama adalah Joshua, Pemimpin geng Pasgar. Si populer dan primadona. Ganteng guiilaaa dah! Keturunan eropa gitu. Tapi sayang, dinginnya kayak es kutub. Dengan tatapan mata saja sudah bikin bulu kuduk berdiri. Dia hanya pandai bermain dua huruf yaitu 'h' dan 'm', jika diucapkan menjadi 'hm' atau dengan kata lain dia hanya berdehem.


"Lo berani kabur, gue tembak! Ikutin kata-kata gue kalo lo mau selamat!"


Kalimat itu tergiang di kepala Salma. Lihat, ada berapa kata yang ia ucapkan? Satu, dua, tiga, empat ... tiga belas? Iya, tiga belas! Tepatnya tiga belas kata penuh ancaman. Entah Salma harus bangga atau miris. Lelaki berbahaya dan menakutkan, itulah yang dipikiran Salma.


Dan Salma bisa menebak bahwa sebenarnya Gita menyukai Joshua. Tapi karena ia terlalu dingin akhirnya Gita memanfaatkan Zalatan. Gadis ular!


Yang kedua adalah Eleo. Anggota geng-nya sering memanggilnya Lele (?). Wajahnya mirip oppa-oppa korea, hehe. Lele ini terkenal kocak dan kerap melontarkan jokes renyah. Oh satu lagi keahliannya, raja gombal. Playboy cap badak tersemat padanya. Namun meski begitu, jangan main-main dengan dia. Pangkatnya dalam geng Pasgar merupakan Jenderal loh.


Yang ketiga, Theo. Sebelas empat belas dengan Eleo. Kenapa tidak sebelas duabelas? Karena dia juga orang paling galak dalam geng-nya. Berani macam-macam? Harus berhadapan sama dia! Pangkatnya sendiri dalam geng Pasgar adalah Jenderal Besar. Jenderal Besar sendiri beda dengan Jenderal. Jenderal Besar adalah pangkat tertinggi dan sekaligus merupakan gelar kehormatan.


Dan yang terakhir adalah Zalatan. Bisa dibilang si anak baik-baik. Dia seorang ketua OSIS di sekolah ini. Tak kalah populer sama Joshua. Apalagi karena sikap baiknya, iya baik ke semua orang. Sayang sekali harus pacaran sama Gita gurita yang berhati busuk. Jabatan Zalatan dalam geng Pasgar tidak main-main, ia adalah seorang Panglima. Panglima adalah pimpinan tertinggi dan ditunjuk serta berada di bawah Pemimpin/Ketua. Seorang Panglima pasti berpangkat Jenderal.


Eits, masih belum selesai. Ada satu geng lagi di sekolah ini, geng cewek-cewek caper. Ini pendapat Salma loh ya kata caper, Kiara mana berani. Nama geng-nya adalah Sailor Moon. Mendengar hal itu membuat Salma ingin tertawa saja. Dibentuk untuk melakukan hal unfaedah seperti bullying. Ketua geng-nya kalian sudah tahu, yup Gita Gigi Gurita Gila. Dan sepertinya tidak perlu membahas pangkat atau jabatan karena mereka cuma seperti para dayang saja bagi Gita.


"Keren Kia," ucap Salma terkagum. Pasalnya baru pertama kali ia mendengar langsung penjelasan mengenai sebuah geng, komplit beserta pangkatnya.


"Kok lo bisa tau banyak sih?" tanyanya penasaran.


"Semua orang di sekolah juga tau Sal," jawab Kiara. Salma ber-oh ria.


"Gue harus segera selesain urusan gue sama Jo sialan itu," batin Salma.


-----------------------------------------------


Hayo disini ada yang punya apk orange gak?🤣


Bapak kalian gimana gaes kalo di rumah atau lagi nge-chat kalian?


Kalian tau nama geng sekolah masing-masing gak sih gaes?🤔


Apa sekolah kalian masih ada yang namanya bullying? Seperti kakel yang nglabrak adkel? Murid SMP aja ada yang main labrak-labrakan. Memang susah ya gaes ngilangin hal semacam senoritas dan bullying😤


Oke kalian bisa Komen dibawah ya😚


Pull Op Lop dari Autor😘

__ADS_1


__ADS_2