
Mungkin singkat cerita aku sewaktu itu sudah mulai terbiasa dengan keadaan, sudah hafal betul bagaimana alur pada setiap harinya dan aku sudah mulai bisa menerima, toh manusia tidak akan diberi cobaan dalam satu masalah didalam hidupnya, oh mungkin kecuali teruntuk orang orang yang tak mau berusaha.
Di waktu waktu ini aku lebih fokus kepada persiapanku menjalankan Try Our dan Ujian ujian yang akan dilaksanakan. Aku ikut les yang letak persinggahan nya cukup jauh dari rumahku. Setiap pulang sekolah, aku langsung pergi les, kalian tau? Cukup banyak lintangan yang aku hadapi saat itu. Kebetulan musim hujan sedang lebat lebatnya, sering sekali aku kehujanan atau terjebak di suatu tempat berteduh beberapa jam karena lupa tidak membawa mantel.
Hal itu terjadi selama kurang lebih 1 bulanan.
Iya, aku memang suka hujan. Tapi, nampaknya terus terusan diguyur hujan hampir 1 bulan penuh membuat kesehatan fisikku menurun. Tiba saat waktunya, aku jatuh sakit, demam tinggi. Hampir satu Minggu aku tidak berangkat sekolah, orang tuaku memang mengabari wali kelas mengenai ketidak hadiranku. Bukan aku berharap untuk di jenguk atau bagaimana, tetapi biasanya setelah tiga hari teman sekelas jatuh sakit, ada beberapa perwakilan yang akan menjenguk teman tersebut. Tapi nyatanya hal itu tidak terjadi denganku.
Aku sempat sedih, aku berfikir mereka memang sudah tidak perduli lagi denganku.
__ADS_1
Tentang setelahnya, aku menjadi seseorang yang kaku. Aku tidak perduli dengan teman teman yang selalu membuatku terpuruk, yang aku pikirkan adalah diriku harus nyaman dan bahagia dahulu. Sabar terus lelah, aku juga butuh bodoamatan saat itu.
Firman dan Ardian juga nampaknya sedang asik dengan dunia mereka, yang aku tau mereka sama sama memiliki kekasih di hatinya. Aku ikut senang mendengarnya, walau saat saat itu semakin sulit aku bertukar kabar dan cerita dengan kedua sahabatku.
Mengenai kesehatanku saat mulai Try Out semakin melemah, bahkan aku sering pingsan di sekolahan. Mungkin karena faktor kelelahan atau banyak pikiran.
Beberapa nilai Try Outku yang sudah keluar juga tidak mencapai angka 8, Semakin sungguh aku berusaha semakin stress juga aku.
Aku memutuskan untuk berhenti les, dan belajar secara otodidak, karena kemampuanku belajar saat itu ada di bahasa Indonesia dan IPA, aku terus belajar semaksimal mungkin. Aku juga belajar bahasa Inggris dan Matematika tapi tidak sesering mungkin, hanya beberapa teori dan mengerjakan soal soal langsung. Entah mengapa, keputusan saat itu membuat aku menyesal saat ini walaupun hasilnya memang tidak jauh dari perkiraanku.
__ADS_1
Setalah aku mengatur strategi itu, nilai bahasa Indonesia dan IPA ku selalu di atas rata-rata. Bahasa Inggris dan Matematika juga ada kenaikan nilai walau tak seberapa, karena aku sadar kalau aku memaksa untuk mempelajari semuanya aku akan stress dan tak mampu menerima materi materi itu secara maksimal.
Aku jarang sekali membuat snap di sosmed, malas dan tidak ada yang penting penting banget.
Ternyata hal itu membuat Firman bertanya dan merasa rindu katanya.
Dia sempat mengajakku pergi, katanya untuk refreshing agar otakku tidak stress, tapi aku tolak karena alasan sibuk les tambahan pembelajaran dan dihari Minggu aku ingin beristirahat saja dirumah.
Padahal saat itu memang aku merasa senang karena diajak pergi, tapi dilain sisi aku merasa tidak enak hati dengan kekasih Firman, aku tidak mau ada kesalahpahaman. Lagian aku fikir, lebih baik menjaga jarak entah dengan Firman Atau Ardian. Untuk mengurangi problem yang kemungkinan akan terjadi.
__ADS_1
Semenjak penolakan itu, Firman lama tidak mengirimkan pesan untukku lagi, sama seperti Ardian yang juga tidak pernah mengirimkan pesan.
Lama kelamaan aku terbiasa dengan keadaan, aku mulai bisa mengatur emosi saat mendengar teman teman membicarakan aku, aku mulai bisa mengatur waktu belajarku, dan aku mulai fokus dengan kesehatanku karena aku sadar sebentar lagi akan masuk Ujian dan aku harus sehat saat menghadapi ujian ujian tersebut.