
Liam terbelalak kala merasakan benda kenyal menempel di bibirnya beberapa detik. Bisa-bisanya gadis ini mencuri ciuman pertamanya tanpa rasa bersalah.
"hehehe ternyata begitu rasanya berciuman, karna kau sudah jadi pacarku jadi tidak ada salahnya aku menciummu, kan??" Will masih meracau tidak jelas sementara Liam masih terpaku di samping mobil setelah menutup pintu.
"bagaimana kalau yang membawanya tadi orang lain?? dasar gadis ini" kesal Liam namun jelas wajahnya sudah seperti kepiting rebus memerah menahan sesuatu.
Disinilah sekarang Liam berada, di depan rumah megah milik ayah Will. Dia ingin masuk dan memanggil penghuni rumah namun dia sedikit ragu. Dia kembali akan menggendong Will. Namun sepertinya gadis ini belum lelah juga meracau akibat alkohol yang di tenggaknya tadi. Will yang sudah akan diangkat tubuhnya oleh Liam, malah melompat keluar melewati tubuh Liam dari bawah. Liam hanya bisa menghela nafas melihat kelakuan gadis itu.
"heii ayo cepat berdiri kenapa malah duduk disitu, nanti gaunmu kotor" tegur Liam.
"hmmmmmm?" Will menyahut dengan suara khas orang mabuk.
"ck untung aku datang tepat waktu tadi, bagaimana orang lain bisa mengurus bayi besar ini" gerutu Liam walaupun tetap gemas melihat tingkah Will. *aku ingin menggigit pipinya*
"ayo" Liam menyelipkan kedua tangannya diantara ketiak Will berusaha mengangkat gadis itu.
Saat sudah berhasil berdiri, Will memeluk leher Liam erat-erat membuat pria itu tidak bisa bergerak. Tidak mampu memikirkan cara lain lagi, akhirnya Liam mengangkat tubuh Will dan otomatis kedua kaki Will melingkar di tubuh Liam persis bayi koala.
tok tok tok
Lima mengetuk pintu dengan ujung sepatunya, sementara kedua tangan Liam menahan bokong Will takut bayi besar dalam gendongannya terjatuh.
__ADS_1
"astagaa nona Will kenapa" bibi yang sedang memeriksa semua lampu yang harus di matikan dan yang di biarkan menyala, mendengar suara pintu diketuk membuatnya berbelok memeriksa siapa yang bertamu malam-malam begini.
"Will sepertinya tidak sengaja minum alkohol di bar tadi bi" Jelas Liam singkat.
Liam membawa Will masuk dan mendudukkannya di sofa. David yang mendengar sedikit keributan keluar dari ruang kerjanya dan mendapati Will sudah tergeletak di sofa.
"ada apa ini??" tanya David.
"ini om saya mengantarkan Will pulang. Tadi saya melihat dia di bar teman saya, sepertinya tidak sengaja meminum minuman beralkohol" jelas Liam.
"Will ayo daddy antar ke kamar" ucap David namun gadis itu ternyata sudah terlelap dalam posisi duduk.
Liam hanya mengangguk.
Tidak berapa lama David kembali ke ruang tamu setelah meminta bi Nida mengganti baju Will.
"maaf om saya tidak melakukan hal-hal yang kurang ajar kepada Will" jelas Liam melihat mimik kurang menyenangkan di wajah David.
"saya tau, terimakasih Liam. maaf anak saya merepotkanmu" ucap David yang langsung menghapus kegelisahan di hati Liam.
"tidak om, saya tidak repot sama sekali. Kalau begitu saya pamit pulang om. Selamat malam" ucap Liam.
__ADS_1
David mengantarkan Liam sampai ke pintu dan menunggu mobil liam hilang dari pandangannya.
Pagi hari setelah Will bangun dengan kepala sangat berat.
"arrggghh kenapa kepalaku sakit sekali" keluhnya. Beberapa menit kemudian dia ingat bahwa dia semalam memimun cairan yang terasa sedikit pahit dan panas di tenggorokannya, namun karena kehausan dan sedang tidak fokus dia malah meminumnya terus menerus.
Pintu terbuka dan muncul David dari sana membawa segelas lemon tea untuk Will.
"minumlah untuk mengurangi sakit kepalamu" ucap David menyodorkan gelas di tangannya.
"terimakasih daddy" ucap Will tertunduk merasa malu dengan kelakuannya.
"maaf daddy, aku tidak sengaja" lanjutnya.
"kalau kau ingin minum-minum seperti itu, biar daddy ikut bersamamu. Tidak ada orang yang bisa daddy percaya untuk menjagamu dalam keadaan seperti itu" ucap David dengan suara tegas yang lama-kelamaan melemah melihat wajah menyesal Will.
"maaf daddy, aku tidak akan sembarangan seperti itu lagi" sesal Will.
"tapi daddy kenapa Fany dan Dwi tidak menginap disini semalam??" tanyanya heran karena biasanya kalau sudah terlalu larut keduanya memilih untuk menginap saja.
David...
__ADS_1