Pretty Fatty Baby

Pretty Fatty Baby
CHAPTER 9


__ADS_3

"entah siapa yang harus di kasihani dalam masalah ini. Entah aku atau kau" ucap Will.


Liam diam mendengarkan.


"apa waktumu tidak sayang di buang-buang hanya untuk melakukan hal seperti itu?? apa perasaan seseorang hanya permainan bagimu?? kau kehilangan banyak hal Liam" Will diam sejenak.


"kau kehilangan banyak waktu. Kau menghabiskan banyak waktu bersama seseorang yang sebenarnya tidak kau inginkan. Apa sebenarnya tujuanmu??" lanjutnya.


"perasaanku menggebu-gebu bersamamu, seolah tiada hari esok. Ku habiskan semua perasaanku bersamamu" kali ini mata Will mulai menggenang. Dia terlalu kesal namun dia tidak bisa marah-marah atau berteriak-teriak untuk meluapkan kekesalannya. Dia tidak ingin ada keributan disini.


"maafkan aku Will" Liam menunduk. Dia terlalu malu untuk menatap wajah Will.


"aku memaafkanmu" Liam seketika mendongakkan kepalanya.


"hanya saja, selanjutnya jangan berbuat seperti kepada gadis lain Liam. Itu menyakitkan. Jangan membuang-buang waktu dengan permainan seperti itu" sambungnya. Jelas tersirat kekecewaan didalam suara Will.


"biarkan aku menebus kesalahanku" ucap Liam.


"sebaiknya kita akhiri disini, sebelum ada hati yang semakin terluka antara kita"


"sayang beri aku kesempatan, jangan seperti ini" wajah liam terlihat panik.


Will tersenyum sinis mendengar panggilan Liam.

__ADS_1


"tidak heran kenapa selama ini kau tak pernah memanggilku seperti itu. Semua yang kau lakukan bersamaku hanya omong kosong" pandangan Will jauh menerawang.


"kenapa baru sekarang kau memanggilku seperti itu Liam??" tanya Will.


Liam diam saja.


"aku tak mengerti kenapa kau rela membuang waktumu bersamaku selama ini hanya demi taruhan kalian yang tak berarti itu" banyak sekali kekesalan dan kekecewaan dalam hati gadis itu.


"kesempatan apa lagi yang kau minta?? bukankah semuanya sudah berakhir?? aku sudah mengetahui tentang taruhan kalian dan aku memaafkanmu. Lalu apalagi?? Kenapa kau meminta kesempatan??" Will kesal sekaligus bingung. Liam diam saja mendengar pertanyaan Will yang bertubi-tubi. Dia tidak tau harus darimana menjelaskan apa yang ada di kepalanya. Dia terlalu takut ucapannya akan di anggap omong kosong oleh Will.


"pulanglah, kita akhiri disini" ucap Will.


"terimakasih sudah memberikan kesempatan merasakan menjadi gadis yang dicintai Liam. Aku sungguh berterima kasih. Lain kali lakukan itu karena kau benar-benar mencintai gadismu, jangan jadikan perasaan seseorang permainan. Itu menyakitkan" tegas Will.


"jangan mengejarku Liam. Sampai bertemu lagi, entah itu kapan kita tidak tau. Tapi aku berharap saat kita bertemu lagi kau sudah menyadari bahwa apa yang kau lakukan kepadaku ini tidak pantas dan sangat menyakitiku" Will pergi melangkah. Liam menatap Will sampai bayangannya menghilang di pintu.


Liam pulang dari rumah Will. Saat dia akan melajukan motor gedenya David datang menepuk pundaknya dari belakang.


"hati-hati di jalan " David berlalu dari sana, meninggalkan Liam dalam kebingungannya. Seolah pria itu tau tentang kegelisahan hati Liam.


Liam tiba di apartemennya pukul 2 malam, dia berkeliling kota berharap kegelisahannya ikut terbang bersama angin malam. Namun bukannya menenangkan, pria itu malah semakin gelisah.


Dia memang ingin memberitahukan kepada Will mengenai hal tersebut, namun dia tidak menyangka rahasia mengenai taruhan bodoh terbongkar dengan cara seperti itu.

__ADS_1


Sekarang dia bingung, harus merasa lega atau malah khawatir. Entahlah dia sekarang kalut sekali, padahal seharusnya dia bisa tenang sekarang Will sudah mengetahui pertaruhannya dengan kedua sahabatnya, namun sepertinya hatinya mengkhianati dirinya sendiri. Hatinya malah jatuh sayang kepada gadis gendut dan ketus itu disaat dia mencoba mendekati gadis itu.


"aaarrrggghh.." Liam berteriak kencang di dalam kamarnya yg kedap suara.


Entah sejak kapan hati Liam terpaut pada gadis yang awalnya ia dekati karena tantangan dari kedua sahabatnya. Sejak pertemuan pertama mereka yang kurang mengenakkan namun berhasil membuat Liam sedikit terkesan dengan ketegasan gadis itu, hingga tiba-tiba muncul ide gila dari Rian saat mereka membahas tentang gadis yang tidak sengaja di tabrak oleh Liam di kantin.


Flashback..


Malam di hari Liam menabrak Will di tikungan lorong..


Ketiga sahabat ini sedang duduk di sebuah cafe yang sudah seperti basecamp bagi mereka.


"mungkin dia ga tau lo siapa di kampus, makanya berani ngomong gitu" kata Beth setelah mendengar cerita sahabatnya Liam tentang bagaimana seorang gadis bernama Will berbicara begitu menantang kepadanya.


"siapa sih namanya??" tanya Rian penasaran.


"Will.." jawab Liam singkat.


"lahh kaya nama cowo, masa namanya Will doang??" heran pria itu. Liam diam saja menanggapi, dia masih sedikit kaget dengan keberanian gadis tadi.


"berani-beraninya maba bentak-bentak senior apalagi Presma" Rian masih terlihat membara mendengar cerita Liam tadi.


"apaan sih senior-senioran, norak lo" sanggah Beth disana.

__ADS_1


Hingga muncul ide somplak bin ngawur dari Rian...


__ADS_2