Pretty Fatty Baby

Pretty Fatty Baby
CHAPTER 13


__ADS_3

Di bandara yang digadang-gadang sebagai bandara paling sibuk di Indonesia, nampak dua orang sedang duduk menunggu waktu untuk lepas landas. Benar! hari ini Will akan pergi ke Negera pecahan es yaitu Kanada. Ini adalah tahun kedua perkuliahannya dan dia memilih untuk melanjutkannya di luar negeri. Entah apa alasan gadis itu.


Will yang sedari tadi menahan pipisnya karena sedang asik mengobrol dengan David akhirnya pamit ke toilet. Selepas membereskan urusannya didalam...


"aaaaa!!!" teriak Will melihat seseorang berdiri tanpa ekspresi.


Will bingung kenapa mahkluk ini bisa sampai disini, padahal ini harusnya adalah area pribadi bukan publik karena Will dan David akan menggunakan pesawat jet pribadi mereka. Dan yang lebih membingungkan lagi, kenapa orang di hadapannya ini suka sekali mengagetkannya di depan toilet.


"apa yang kau lakukan disini??" Will berteriak kecil.


Liam dengan wajah tidak berdosa hanya mengangkat kedua bahunya dan berkata "menunggumu keluar".


Will benar-benar tidak habis pikir. Sekarang apa yang di inginkan pria ini, bukankah urusan mereka sudah selesai.


"kau akan berangkat hari ini??" tanya Liam serius.


"memangnya untuk apa kau membuang waktu disini kalau tidak ingin berangkat" jawab Will tanpa melihat wajah yang bertanya.

__ADS_1


"kenapa kau pindah kesana??" tanya Liam lagi.


Will sedikit bingung, apa ya alasanku pindah kesana pikirnya


"pengen aja, ga ada alasan apa-apa"


"apa karena aku??" Pertanyaan itu berhasil membuat Will tersentak. Dia juga bingung apakah benar dia pindah karena Liam.


"aku memang pernah mencintaimu dan juga pernah kecewa karnamu, tapi bukan berarti apa-apa yang ku lakukan jadi berkaitan denganmu" ketus Will. Gadis itu menjunjung tinggi harga dirinya.


"aku minta maaf Will, aku benar-benar menyesal telah melakukan itu kepadamu", ucap Liam. Pria itu terlihat putus asa. Dia membuang semua gengsi demi gadis di depannya ini.


Melihat Liam diam saja, Will menarik tangannya yang tadi Liam genggam.


"kau akan pergi begitu saja setelah apa yang kau lakukan kepadaku??" ucap Liam dengan suara sedikit keras melihat Will mulai menjauh. Will yang mendengar perkataan Liam sontak berhenti, dia bingung apa yang telah ku lakukan kepada pria ini pikirnya.


Will berbalik dan melihat Liam sudah bergerak mendekatinya.

__ADS_1


"apa yang...hmmm" mata Will membulat sempurna kala serangan tiba-tiba menghampiri bibirnya. Liam menahan tengkuk Will saat ia sedikit berontak.


Will masih terkejut sampai-sampai dia berhenti berontak dan tidak ingat masih ada benda kenyal menempel di bibirnya, ia malah bertanya-tanya dalam pikirannya, apa yang dilakukan pria gila ini.


"apa yang kau lakukan!!!" bentak Will setelah berhasil mendorong tubuh Liam saat kesadarannya sudah kembali.


"itu ganti karena kau sudah berani mencuri ciuman pertamaku" ucap Liam dengan senyum mengejek berhasil mencuri ciuman dari Will. Sejak ciuman mabuk Will terhadapnya, dia benar-benar frustasi ingin merasakan kembali bibir manis yang berani mencuri ciumannya.


Will yang mendengar ucapan Liam mulai bingung, sejak kapan aku mencium si bodoh ini pikirnya.


"dasar mesum, sejak kapan aku menciummu" kesal Will, masih belum ingat tragedi pencurian ciuman pertama Liam.


*dasar!* umpat Liam dalam hati. Memori ciuman pertama dengan gadis yang dicintainya sungguh membekas, namun gadis itu malah dengan mudah melupakannya. Yaa walaupun memang waktu itu Will dalam keadaan mabuk, namun tetap saja Liam merasa kesal.


Liam pergi begitu saja meninggalkan Will dalam kebingungannya, kapan aku menciumnya pikir Will.


Will berjalan menuju ruang tunggu dimana David berada, namun tepat di ambang pintu potongan ingatan mulai menyerang otaknya. Mata Will membulat sempurna dengan mulut ternganga.

__ADS_1


"tidak mungkin!!!"


__ADS_2