PSYCHOPATH COUPLE

PSYCHOPATH COUPLE
SEBELAS


__ADS_3

Gita dan Niken telah selesai melakukan desainnya. Mereka pun akhirnya bersantai dan memakan, makanan yang dibawakan Niken. Saat mereka sedang menikmati makanan tiba-tiba karyawan Gita masuk ke ruangan kerja.


"Maaf nona." Ucap karyawati Gita.


"Ada apa din?" Ucap Gita lalu menaruh kembali makanannya.


"Di depan ada nyonya besar grahadista, dan meminta bertemu anda nona." Ucap karyawati yang bernama Dina.


"Oh, suruh masuk saja Din." Ucap Gita sambil menutup makanannya yang baru ia makan beberapa suap.


Tidak lama mama agas dan galih pun masuk ke ruang kerja Gita. Gita dan Niken pun berdiri menyambut mereka dengan tersenyum hangat.


"Silahkan duduk nyonya." Ucap Gita


"Terimakasih nona Gita." Ucap mama Ranika


"Panggil saja Gita nyonya." Ucap Gita sambil sedikit menundukkan kepala, lalu menegakkan kembali.


"Ah baiklah Gita, bagaimana dengan desain yang saya pesan." Ucap mama Ranika.


"Semua sudah beres nyonya, jika ada yang ingin diubah bicarakan saja. Saya akan berusaha agar menjadi seperti yang nyonya inginkan." Ucap Gita lembut lalu memberikan kertas yang berisi desain gaun dan tuxedo yang di pesan oleh keluarga grahadista.


Saat mama agas menerima kertas hasil desain gita, mama galih pun menyenggol lengan mama agas agar melihat ke arah yang sedang ia tatap. Mereka pun menatap ke satu arah yaitu Niken. Gita yang menyadari itu pun mengenalkan Niken.


"Dia saudara saya nyonya, Niken." Ucap Gita lembut. Niken pun tersenyum hangat lalu sedikit membungkukkan badan.

__ADS_1


"Saya Niken nyonya, saudara Gita." Ucap Niken sambil tersenyum.


Sedangkan mama agas dan galih pun saling berbisik lalu tersenyum penuh arti. Lalu menatap ke arah Gita dan Niken, sedangkan Gita dan Niken masih tetap dalam posisi santai. Tidak ada raut wajah heran atau apapun itu.


"Baiklah Gita, tidak ada yang perlu kamu ubah. Ini sudah cukup memuaskan bagi saya. Besok kami akan datang bersama yang lain untuk pengukuran bajunya." Ucap mama galih.


"Tidak perlu nyonya, biarkan saya saja yang datang untuk menentukan ukuran baju masing-masing keluarga grahadista." Ucap Gita yang tidak enak hati jika orang paling berpengaruh di negara itu harus mendatangi butiknya.


"A a a kami tidak menerima penolakan Gita." Ucap mama agas dengan nada tegas


Gak anak, gak emak, hobi memaksa. Batin Gita


"Ah baiklah nyonya." Ucap Gita tersenyum pasrah.


"Kami akan kembali besok untuk pengukuran bajunya. Permisi Gita Niken." Ucap mama galih.


Saat Gita dan Niken akan mengantar nyonya besar grahadista ke depan, tiba-tiba mereka melarang Gita dan niken untuk mengantar. Dan akhirnya mereka tetap di ruang kerja Gita.


"Itu tadi mamanya galih." Ucap Niken sambil membuka kembali makanannya.


"Iya, kenapa emangnya." Ucap Gita yang juga membuka kembali makanannya.


"Gak apa-apa, cuma ya sedikit membuat heran aja." Ucap Niken.


"Maksut lo?" Ucap Gita yang tidak mengerti ucapan Niken.

__ADS_1


"Lupakan deh, setelah ini ikut gue ke gallery." Ucap Niken lalu melanjutkan makannya. Gita hanya mengangguk saja.


Mereka melanjutkan makannya hingga habis, setelah itu mereka segera membersihkannya. Walaupun gita dan niken mempunyai pembantu dirumah mereka, tetap saja Gita dan Niken tidak menyukai hal-hal yang kotor. Misalnya di tempat mereka membuka usaha sampai ada kotoran sedikit saja, mereka akan sangat marah lalu membersihkannya tanpa menyuruh orang lain.


Gita dan Niken segera menuju ke mobil mereka yang terparkir, Gita memberikan desainnya ke Rina. Agar diberitahukan kepada penjahit andalannya, tidak lupa dibalik kertas itu terdapat bahan yang harus di buat untuk gaun itu. Gita dan Niken sudah berada di mobil masing-masing, setelah itu melesat menuju ke jalan B.


Sampai di jalan B, mereka segera masuk. Gallery tas milik Niken sangat ramai pembeli. Karena Niken selalu mendesain tas untuk tokonya sendiri, sehingga banyak yang suka dengan karya niken. Niken menemui karyawannya yang bernama dewi.


"Dewa, apa ada pesanan lagi." Ucap Niken santai.


"Iihhh.. saya Dewi bos, ada bos tadi pesanan dari beberapa customer. Mereka bilang ke eyke untuk dibuatkan desain lebih bagus, karena yang kemarin banyak yang minat dan minta desain terbaru lagi. Duh pussyiing deh eyke.." Ucap dewa atau dewi. Ya ia laki-laki hanya sedikit letoy.


Niken menerimanya karena ia benar-benar pandai memasarkan produknya ke customer. Itu yang membuat Niken tetap mempertahankan nya.


"Aahhh baiklah Dewi yang ganteng." Ucap Gita sambil menggoda karyawan Niken di depannya.


"Ehhh nona Gita, saya masih cantik kan cyiinn." Ucap Dewi.


"Selalu cantik bokk." Ucap Gita. Dewi yang mendengar itupun salah tingkah dan mengambil bedak dari saku celananya.


Niken pun menarik tangan Gita menuju ke ruang kerjanya, Niken tau jika Gita bertemu Dewi maka percakapan tidak akan terhenti jika Dewi sudah mengeluarkan bedak andalannya. Sedangkan Gita hanya terkekeh karena sikap Niken yang segera menarik dirinya sebelum lebih lama mengobrol dengan Dewi.


Sampai diruang kerja niken. Mereka langsung membuat desain untuk customer yang meminta. Niken membuat desain yang lebih terbaru, sedangkan Gita hanya tinggal memberikan masukan saja agar tas yang Niken desain sendiri lebih banyak peminatnya.


Gita membantu Niken sampai malam hari, jam 7 pun mereka segera menuju ke apartemen. Untuk urusan tempat usaha, mereka sudah menyerahkan ke bodyguard yang selalu mengikuti mereka. Sampai di apartemen mereka segera membersihkan diri dan memasak untuk makan malam.

__ADS_1


"Gue tadi dapat pesan dari galih. Kalau mereka sebentar lagi akan kesini." Ucap Niken lalu mengambil beberapa makanan. Sedangkan Gita terlalu malas untuk bertanya jadi mengiyakan ucapan niken.


Walau sebenarnya Gita sendiri bingung dengan kedatangan agas dan galih yang secara mendadak menuju ke apartemen miliknya bersama Niken. Ya walaupun apartemen galih dan agas berada di samping apartemen mereka.


__ADS_2