
Gita dan Niken segera menuju ke apartemen mereka, karena malam ini mereka butuh pelampiasan. Mereka melaju lebih cepat daripada Agas dan Galih, mereka juga lewat jalan tikus agar tidak dibuntuti agas dan Galih.
Tetapi agas dan Galih tidak kehilangan akal, karena mereka sedari awal sudah mencari tau tentang Gita dan niken. Mereka tau jika Gita dan Niken mempunyai apartemen di apartemen elite milik keluarga grahadista, tepatnya sebelah apartemen agas dan Galih.
Sampai di apartemen Gita dan Niken segera turun dan langsung menuju apartemennya, mereka sedikit berlari karena mereka lebih dulu sampai di apartemen.
Tidak lama pun Agas dan Galih juga sampai di apartemen mereka, hanya agas yang tau bila Gita dan Niken adalah pemilik apartemen sebelah miliknya.
Sedangkan di dalam apartemen Gita dan Niken bersiap untuk korban mereka selanjutnya, mereka akan datang ke club malam untuk mangsa mereka, tidak lupa dengan baju yang sedikit terbuka.
Malam pun tiba, pukul 8 malam mereka berangkat setelah makan malam. Keluar apartemen mereka memakai jaket yang lumayan panjang dan menuju ke parkiran. Tidak lupa barang-barang Gita dan Niken saat mereka melakukan aksinya, yaitu box es tidak lupa di tas mereka juga terdapat pisau lipat kecil dan gunting bedah kecil.
Mereka melakukan mobilnya, menuju ke club malam tempat mereka mencari korban. Tidak lama mereka pun sampai di club malam dan segera masuk, tidak lupa melepas jaket mereka. Saat mereka masuk banyak laki-laki yang mulai digoda para wanita disana. Gita dan Niken menemukan mangsa mereka, mereka berjalan mendekat ke arah mangsanya.
"Hai." Ucap Gita tersenyum manis dan langsung duduk di pangkuan laki-laki itu.Laki-laki itu melihat wajah Gita lalu tersenyum.
__ADS_1
"Halo nona, apa kau ingin bersenang-senang." Ucap laki-laki itu sambil mengusap pipi Gita.
"Tentu, tapi tidak disini." Ucap Gita sambil mengalungkan tangannya ke leher laki-laki itu.
"Kemanapun asal bersama mu sayang." Ucap laki-laki itu. Gita pun bangkit dari pangkuan laki-laki itu dan menarik lengannya untuk ikut bersamanya.
Hal yang sama terjadi pada Niken, dia tidak seperti Gita tetapi langsung menarik lengan laki-laki incarannya. Sedangkan laki-laki itu yang tertegun melihat Niken pun tersenyum senang, karena ia baru melihat wanita seperti Niken.
"Kau agresif sayang, baiklah aku akan menuruti kemana kau membawaku." Ucap laki-laki yang ditarik oleh Niken. Sedangkan Niken hanya membalas dengan senyuman manisnya.
Sedangkan Niken membawa mobilnya sendiri, ia juga membawa ke tempat yang sama dengan Gita. Ia mengikuti mobil yang dikendarai Gita dai belakang. Laki-laki yang ada di mobil Niken sudah sangat mabuk, sehingga ia hanya menurut saja kemana Niken membawanya.
Karena fokusnya mereka pada korban, sehingga tidak sadar ada yang mengikuti mereka dari jarak yang lumayan jauh.
Didalam mobil, paha Gita terus saja di elus oleh laki-laki buruannya. Sebenarnya ingin sekali Gita membunuhnya sekarang, tetapi ia harus sabar dan terus memasang senyum palsunya.
__ADS_1
"Baby jangan ganggu aku dong, nanti kalau kita kecelakaan bagaimana. Gak jadi senang-senangnya." Ucap Gita dengan nada sedikit manja dengan melepaskan tangan laki-laki itu dari pahanya.
"Kita kan kecelakaan berdua sayang." Ucap laki-laki itu.
Ternyata sangat mudah membawa orang sepertimu itu. Batin Gita.
"Biarkan aku fokus mengemudi baby, aku tau kau sudah tidak tahan dengan ku bukan." Ucap Gita yang masih fokus pada kemudinya.
"Kau yang terbaik sayang." Ucap laki-laki itu.
40menit kemudian mereka sampai di tengah hutan dan tidak lupa membawa tas milik mereka yang isinya senjata tumpul.
Gita menggandeng laki-laki itu untuk masuk ke dalam rumah kecil itu, tidak lupa Gita menyalakan lilin karena ia tidak mau tempat siksaannya memakai lampu. Begitu pula Niken yang membawa laki-laki incarannya untuk segera masuk.
Setelah itu Gita dan Niken mengikat laki-laki incaran mereka dengan posisi terlentang, karena disana sudah selalu disiapkan 2 buah kasur kecil. Setiap Gita dan Niken selesai menuntaskan hasrat mereka maka akan segera diganti oleh bodyguard mereka.
__ADS_1