PSYCHOPATH COUPLE

PSYCHOPATH COUPLE
EMPAT


__ADS_3

Sore pun tiba,gita dan niken segera menuju ke pesisir pantai. Mereka tidak tau bila dibelakang mereka ada agas dan galih yang juga ingin menikmati sunset.


"Git kayak ada yang berjalan di belakang kita." Ucap niken santai


"Semua orang juga mau ken nyaksiin sunset ya wajarlah kalau ada yang berjalan di belakang kita." Ucap gita


"Lah kan ini udah di pantai tapi kenapa mereka masih di belakang kita." Ucap niken


"Niken lo itu manusia bukan spion lagian gak penting banget sih." Ucap gita


"Wah minta di hantam ini bocah, niken cantik kayak gini dibilang spion." Ucap niken


"Ya lo juga ada-ada aja sok tau banget kalau ada orang berjalan di belakang kita. Lagian ini pantai untuk umum bukan untuk kita berdua doang." Ucap gita


"Ya kali gitu lo bikin kejutan kecil buat gue." Ucap niken menaik turunkan alisnya. Gita pun menepuk dahi niken.


PLAKK


"Gue normal ken, jauh-jauh sana lo." Ucap gita lalu berlari meninggalkan niken yang mengelus dahinya dan yang pasti akan berteriak. Benar saja gita selalu menghitung itu ketika setelah menepuk dahi niken


SATU


DUA


TIGA....


"GITAAAA....." Teriak niken lalu mencoba mengejar gita, entah kenapa niken begitu kesal ketika gita menepuk dahinya.


Sementara agas dan galih yang baru tau bila 2 wanita di depannya adalah gita dan niken pun mencoba untuk terus mengikuti mereka. Mereka juga tau bila sedari tadi niken sudah curiga kepada mereka.

__ADS_1


"Weh firasatnya tajam juga ini wanita." Ucap galih tersenyum miring


"Buat apaan sih kita ngikutin mereka." Ucap agas datar


"Siapa tau salah satunya jodoh lo." Ucap galih santai


"Gak mungkin dan gak akan." Ucap agas datar


"Awas aja kemakan omongan sendiri." Ucap galih


Agas dan galih juga melihat tingkah gita dan niken. Mereka bisa tau tingkah mereka yang ceria dan baik hati,tetapi itu semua hanya topeng mereka untuk menutupi jiwa psycopath nya. Gita dan niken memang selalu ada saja orang yang ingin menjatuhkan mereka dan membuat mereka sangat kesal, tetapi gita dan niken tidak mengambil pusing karena pasti malam harinya mereka akan mencari korban untuk meluapkan kekesalannya walaupun orang itu tidak ada hubungannya dengan orang yang berusaha menjatuhkan mereka.


Gita dan niken duduk dipesisir pantai tanpa alas apapun karena mereka lebih cenderung bodo amat. Agas dan galih duduk-duduk dibangku dekat pantai, tetapi tiba-tiba galih beranjak dan duduk di samping niken. Agas pun terkejut karena selama ini galih menutup hatinya tetapi tiba-tiba ia duduk di sebelah niken.


Niken yang melihat galih tiba-tiba duduk di sampingnya pun terkejut begitu juga dengan gita.


"Tuan galih, ada apa?" Ucap niken


"Hahah siapa sih yang gak kenal Galih Prasetyo Grahadista. Kesini bersama tuan agas ya." Ucap niken


"Plis panggil galih aja gak usah pakai embel-embel tuan, kayaknya umur kita sama deh." Ucap galih


"Oh tentu saja beda, umur kami masih 23 tahun sedangkan anda dan tuan agas berumur 27 tahun." Ucap niken santai


"Ken gue mau beli air kelapa dulu, haus gue." Ucap gita lalu berdiri dan menepuk-nepuk celana belakangnya karena ada pasir yang menempel.


"Oke gue nitip ya lo yang bayarin." Ucap niken


"Huh iya." Ucap gita lalu meninggalkan niken dan galih.

__ADS_1


"Kamu suka ke pantai." Ucap galih diangguk i oleh niken.


"Oh iya maaf nih, sekiranya kamu gak punya cewek gitu, karena aku gak mau di cap sebagai pelakor." Ucap niken.


"Tidak. Wanita yang saya cintai sudah tenang disana." Ucap galih sambil menunjuk ke atas.


"Ups sorry ya." Ucap niken karena merasa tidak enak dengan pertanyaannya tadi.


"Gak apa-apa kok udah biasa." Ucap galih.


Tidak lama gita pun datang ke tempat ia duduk, gita juga membelikan untuk galih. Gita tidak datang sendirian tetapi bersama agas, galih pun sedikit terkejut karna agas tiba-tiba bersama gita.


"Nih ken minuman lo." Ucap gita sambil menyodorkan air kelapa pada niken. Niken menerimanya dengan senang hati tetapi niken melihat wajah gita yang kurang senang dengan agas di sampingnya.


"Oh ada tuan agas." Ucap niken.


"Panggil agas gak usah embel-embel tuan." Ucap agas santai


"Weh gas sama gita lo tadi." Ucap galih diangguk i agas.


"Asal kamu tau git, agas ini kurang begitu minat sama cewek." Ucap galih


"Oh iya perasaan galih ini orangnya dingin tapi kok care gini ya." Ucap gita santai. Agas menahan tawanya.


"Karena sepertinya kalian ini berbeda, bila wanita lain melihat kita pasti akan jadi penjilat. Sedangkan kalian tidak ada sama sekali." Ucap galih. Gita dan niken hanya mengangguk-anggukkan kepala.


---------^^^^---------


Jangan lupa untuk Like,Comment dan VOTE 😗

__ADS_1


Terima Kasih 😃


__ADS_2