PSYCHOPATH COUPLE

PSYCHOPATH COUPLE
DELAPAN


__ADS_3

"LETS PLAY BABY." Ucap Gita dan Niken menyeringai.


Gita dan Niken menutup mata kedua laki-laki itu, mereka sudah menyewa wanita j***** untuk membuat laki-laki itu lemas. Wanita itu mulai aksinya, sedangkan Gita dan Niken hanya menonton saja.


Gita dan Niken sebenarnya sedikit mual melihat para wanita melayani laki-laki itu, sayangnya mereka berusaha menahan mati-matian rasa jijik mereka. Dan saat mereka melihat laki-laki itu akan memasukkan milik mereka, Gita dan Niken menutup mata rapat karena walaupun mereka sering melihat ini saat melakukan aksinya, tetapi entah kenapa perasaan mereka sedikit jijik saat adegan itu terjadi.


Saat milik laki-laki itu sudah masuk, Gita dan Niken mendengar ucapan kedua laki-laki itu yang sangat sama.


"Oh baby, punyamu begitu longgar." Ucap laki-laki yang dibawa gita. Gita dan Niken mengerutkan dahinya.


"Berapa laki-laki yang selalu kamu layani sayang." Ucap laki-laki yang dibawa Niken.


"Kurang ajar mereka, mereka berbicara hal vulgar di depan gadis." Bisik Gita.


"Lah kita ini gadis tapi malah nyaksiin ini apalagi secara live. Kan bener-bener aneh." Bisik Niken.


Desahan demi desahan keluar dari kedua wanita itu. Gita dan Niken benar-benar menutup telinga mereka bahkan memakai earphone bluetooth dan menyalakan musik dari ponsel mereka dengan volume cukup besar.


2 jam kemudian mereka dibuyarkan dari pejaman mata mereka. Karena 2 wanita itu sudah berhasil membuat 2 laki-laki itu lemas tidak berdaya. Bahkan 2 wanita itu sudah memakai pakaian lengkap, mereka membangunkan Gita dan Niken untuk meminta bayaran.


Gita dan Niken menyodorkan cek kepada mereka, mereka menerimanya dengan senang hati. Gita dan niken berjalan mendekat ke arah laki-laki itu, benar saja kedua laki-laki itu lemas dan keadaan matanya masih tertutup kain.


"Bagaimana baby, apa kau menikmatinya." Ucap Gita dengan nada manja.


"Kau benar-benar pandai memuaskan diriku baby." Ucap laki-laki itu.


"Baiklah sekarang kau harus bisa memuaskan diriku." Ucap Gita lalu mengambil gunting kecilnya yang ada di dekat mereka.


Gita pun mulai menusukkan gunting itu ke paha laki-laki yang ia jadikan korbannya malam ini.

__ADS_1


Jlebb


Akkhhhh..


"Apa yang kau lakukan." Teriak laki-laki itu.


"Ini permainan selanjutnya baby." Ucap Gita santai. Lalu menarik gunting itu. Ia menikmati rintihan sakit yang keluar dari mulut laki-laki itu.


Niken pun melakukan hal yang sama, tetapi ia memakai pisau lipatnya dan menggores ke dada laki-laki itu.


Sreettt


Akkhhhh...akkkhhhhhh....


"Lanjutkan sayang." Ucap Niken sambil terus menggoreskan pisau lipatnya.


"Dengar kan baby, laki-laki di sebelahku begitu menikmati permainan saudaraku." Ucap Gita. Laki-laki itu menahan rasa sakit di pahanya dan mencoba untuk tetap tersenyum.


"Kau suka yang pelan-pelan atau yang langsung hmm." Ucap Gita sambil mengelus dada laki-laki itu.


"Aaahhhssss.. pelan-pelan saja sayang." Ucap laki-laki itu, ia meringis antara sakit karena tusukan dan menikmati tangan Gita yang halus.


Gita dan Niken saling pandang lalu melakukan kesenangan bagi mereka, padahal kebanyakan wanita akan sangat takut jika soal membunuh. Tetapi bagi Gita dan Niken itu cara mereka untuk bersenang-senang, bukan berbelanja atau mabuk-mabuk an.


Gita beralih ke pisau dapur yang sudah ia siapkan di tempat itu, ia pun menarik salah satu telinga orang itu dan memotongnya.


Crasshhh


Hal yang sama pun dilakukan Niken, hanya saja ia memotong jari kelingking.

__ADS_1


Crasshhh


Aakkkhhhhhh


"Apa yang kau lakukan." Bentak laki-laki itu pada Gita dan Niken.


Saat Gita dan Niken akan melanjutkan aksinya, tiba-tiba saja terhenti karena ada suara yang membuat mereka berhenti sejenak.


"BIDADARI PSYCOPATH."


Gita dan Niken pun menoleh ke sumber suara, mereka melihat 2 orang pria yang bersandar di dinding gubuk. Gita dan Niken tetap santai saja, karena memang benar adanya jika seorang psycopath itu tidak memiliki rasa takut. Gita dan Niken memang terkenal dengan julukan BIDADARI PSYCOPATH, banyak yang tau jika pembunuhan dihutan lebih sering dilakukan oleh psycopath wanita.


Sayangnya tidak ada yang tau siapa Bidadari Psycopath itu, bahkan para polisi dan detektif tidak bisa melacak keberadaan mereka.Walau Gita dan Niken lebih sering jalan-jalan dengan santai dan memperlihatkan wajah mereka di depan umum. Setelah mereka melakukan aksinya, maka tidak ada 1 jejak pun yang tertinggal.


"PSYCOPATH GILA." Ucap Gita dan Niken santai lalu menghampiri kedua laki-laki itu.


"Agas apa kau dan galih mengikuti kami." Ucap Gita yang sudah berdiri di depan kami.


Ya orang yang mendapat julukan PSYCOPATH GILA adalah Agas dan Galih. Mereka berdua lebih sering melakukan aksi mereka dihotel atau pabrik yang sudah terbengkalai, itupun sama seperti Gita dan Niken tidak meninggalkan jejak sama sekali.


Mungkin banyak yang bertanya bagaimana para polisi dan detektif bisa membedakan antara psycopath laki-laki dan wanita. Karena setiap kali mayat dihutan ditemukan, pasti akan ada coretan lipstik di baju atau tubuh korban. Sayangnya hal itu pun tidak dapat dipecahkan para polisi dan detektif, korban pun selalu berjenis kelamin laki-laki.


Sedangkan mayat yang selalu ditemukan polisi dan detektif di hotel atau pabrik yang sudah tidak digunakan, kebanyakan adalah wanita. Itupun diantaranya pasti meninggalkan aroma maskulin yang sama, hal itu juga tidak dapat dipecahkan oleh polisi ataupun detektif. Karena memang agas dan galih memakai aroma maskulin yang sama saat membunuh, berbeda dengan mereka melihatkan wajahnya di depan semua orang.


"Aku tidak akan membiarkan kekasih ku yang nakal ini bermain sendirian." Ucap agas sambil merengkuh pinggang Gita. Gita pun tersenyum miring.


"Aku bukan kekasihmu tuan agastha." Ucap Gita sambil menahan tangannya di dada agas, agar mereka tidak terlalu menempel.


Sedangkan galih merangkulkan tangannya di pundak Niken, Niken tidak menatap ke arah galih. Ia hanya menatap tangan galih yang merangkul pundaknya.

__ADS_1


__ADS_2