PSYCHOPATH COUPLE

PSYCHOPATH COUPLE
SEMBILAN


__ADS_3

"Lepaskan tanganmu galih." Ucap Niken tanpa menatap wajah galih.


Galih pun semakin gencar untuk menggoda Niken, ia mendekatkan wajahnya di dekat wajah Niken. Lalu ia memanggil Niken dan spontan Niken menoleh ke arah galih, namun malah pipi Niken yang tercium oleh galih. Ia pun menjauhkan wajah galih dari wajahnya, karena ia benar-benar kesal dan malu dengan kelakuan galih. Untungnya digubuk itu hanya ada pencahayaan dari beberapa lilin, sehingga galih tidak dapat melihat wajah Niken yang merah antara menahan amarah dan malu.


"Lepaskan tanganmu, biarkan aku menyelesaikan ini." Ucap Niken sambil menghempaskan tangan galih. Galih pun melepaskan jaketnya dan mengalungkan di pundak Niken, lengan jaket itu pun diikat tapi tidak terlalu kencang.


"Lain kali jangan memakai baju begini, atau aku akan memakanmu." Ucap galih yang sengaja menggoda Niken.


"Dasar mesum." Ucap Niken lalu berjalan mendekati korbannya.


"Lepaskan aku gas." Ucap Gita sambil mendorong tubuh agas, supaya ia dapat menjauh dari dekapan agas.


"Baiklah sayang, jangan buat dia mati. Aku juga ingin bersenang-senang." Ucap agas. Mau tidak mau Gita pun mengangguk agar segera terlepas dari dekapan agas.


"Baiklah kita tuntaskan saja." Ucap Gita sambil memegang pisau dapurnya.


Gita pun mulai memotong jari-jari tangan laki-laki itu. Lalu menusuk bagian perutnya hingga ada 4X tusukan. Laki-laki itu hanya bisa berteriak.


Crashh...krekkk...


Aakkkkhhhhhhh


Jlebb....aakkhhh...jlebb....akkhhh....


"Kau bidadari psycopath." Ucap laki-laki itu di sela sakit-sakitnya.


"Anda sangat pintar." Ucap Gita sambil tertawa sinis.

__ADS_1


Gita pun memberikan pisaunya ke agas, dan agas pun menerimanya dengan senang hati. Karena sedari tadi laki-laki itu dalam keadaan mata tertutup dan tangan terikat jadi ia tidak bisa melawan Gita. Agas melepaskan penutup mata itu dan tali yang ada ditangannya.


Niken memegang pisau daging, dan memotong pergelangan tangan laki-laki itu. Setelah itu ia mengambil pisau lipatnya kembali dan menusukkan ke kedua pahanya.


Crashh..krekk..akkkhhh


Jlebb...akkhhh...jlebb...


"Galih apa kau ingin melakukannya juga." Ucap Niken tanpa menoleh ke arah galih.


"Oh apakah boleh." Ucap galih yang mulai mendekat ke arah Niken.


"Tentu." Ucap Niken lalu membuka penutup mata dan tali di tangannya.


Niken memberikan pisau esnya kepada galih, lalu tersenyum miring ke arah korbannya.


"Ya kami adalah BIDADARI PSYCOPATH." Ucap Gita dan Niken.


"Bangga kan kalian bertemu dengan kami." Ucap Niken santai.


"Hahahaha kalian hanya j*****. Milik kalian longgar sekali." Ucap salah satu laki-laki.


"Oh benarkah." Ucap Gita pura-pura terkejut.


"Ya, tidak apa-apa aku mati. Yang penting sudah bisa merasakan tubuh BIDADARI PSYCOPATH." Ucap laki-laki itu.


"Hahahaha... Nikmati kematian anda tuan." Ucap Gita tertawa santai.

__ADS_1


"Oh iya satu lagi, itu tadi bukan tubuh kami. Melainkan tubuh para j***** yang sengaja kami sewa untuk memuaskan kalian berdua." Ucap Niken. Seketika kedua laki-laki itu sangat terkejut.


"Tidak mungkin." Ucap laki-laki itu.


"Apa yang tidak mungkin, itu semua faktanya." Ucap Niken


"Apa kalian berdua pikir kita rela orang lain menikmati tubuh kita, maaf saja. Kami masih bisa menjaga tubuh untuk masa depan kami." Ucap Gita santai.


"Kalian..." Belum selesai laki-laki itu melanjutkan omongan agas mencengkeram rahang laki-laki yang ada di depannya.


"Wah berani kalian ingin merasakan tubuh kekasihku." Ucap agas.


"Sebelum kalian menjawab, akan kita ucapkan dulu. Kami adalah PSYCOPATH GILA. dan BIDADARI PSYCOPATH itu adalah kekasih kami." Ucap galih sambil mengusapkan pisau lipat di dada laki-laki yang ada didepannya.


Sedangkan Gita dan Niken membelalakkan matanya saat mendengar ucapan galih. Agas dan galih pun melakukan aksinya.


Agas memukul wajah laki-laki yang ada didepannya, tidak lupa ia menginjak dada laki-laki itu. Hingga wajah laki-laki itu memar dan hidungnya pun mengeluarkan darah. Agas mengambil gunting bedah miliknya dan menusukkan ke bagian lengan laki-laki itu, hingga teriakan para korban begitu menggema di gubuk itu. Tapi laki-laki yang dieksekusi agas tidak bisa bertahan lama karena ia sudah kehabisan darah. Jadi saat agas menusukkan guntingnya, laki-laki itu sudah tidak bernyawa lagi.


"Sangat tidak menyenangkan." Ucap agas datar lalu berdiri dan berjalan ke tempat Gita berdiri.


Galih menusukkan pisau lipatnya di dada laki-laki itu dan menginjak wajahnya, sehingga seluruh wajah laki-laki itu penuh dengan darah. Beberapa kali galih menancapkan ke dada laki-laki itu hingga ia tidak bernyawa.


"Dasar laki-laki lemah." Ucap galih.


Baju milik agas,galih,Gita dan Niken penuh dengan cipratan darah. Bau anyir menyeruak di hidung mereka. Tetapi itu mempunyai sensasi sendiri bagi mereka. Saat Gita akan memanggil anak buahnya, agas sudah lebih dulu menyuruh anak buahnya untuk membuang mayatnya disungai. Tidak lupa untuk membersihkan jejak mereka sehingga saat mayat ditemukan tidak dapat ditemukan bukti lain.


Selain bukti lipstik juga agas tambahkan aroma maskulin, agas,galih,Gita dan Niken pun kembali menuju ke apartemen mereka masing-masing. Didalam mobil Gita dan Niken mengganti baju mereka, agar tidak terlalu menimbulkan curiga.

__ADS_1


__ADS_2