
"Git gimana ceritanya lo bisa sama dia." Ucap niken santai
-FLASHBACK ON
Gita berjalan ke penjual kelapa muda, karena ia menunggu dibuatkan maka dari itu ia mengeluarkan ponselnya. Tiba-tiba ada seorang laki-laki menghampirinya.
"Halo nona." Ucap laki-laki itu
"Oh hai." Ucap gita santai
"Sendiri saja anda nona." Ucap laki-laki itu
"Tidak ada teman saya di sana." Ucap gita
"Nama saya lucas dewanata herdian. Panggil saya lucas." Ucap lucas mengulurkan tangannya.
"Gita." Ucap gita singkat membalas uluran tangan lucas.
"Anda sudah memiliki kekasih nona." Ucap lucas
"Sudah." Ucap laki-laki lain saat gita akan menjawab. Gita menoleh ke arah laki-laki di belakangnya, ia terkejut karena laki-laki itu adalah agas.
"Maaf sudah mengganggu anda nona gita." Ucap lucas
"Tidak masalah tuan lucas." Ucap gita santai
"Kalau begitu saya permisi nona gita. Sampai bertemu kembali. Mari tuan." Ucap lucas diangguk i agas.
"Oh tuan agas apa maksutnya berbicara begitu." Ucap gita sambil mengotak atik ponselnya.
Agas yang melihat gita berbicara tanpa menatap dirinya pun memegang perut gita. Gita pun terkejut, karena agas melingkarkan jaket jeans miliknya di perut gita.
"Lain kali jangan pakai baju begini mengundang banyak orang." Ucap agas
__ADS_1
"Hei tuan apa hak anda melarang saya seperti ini." Ucap gita
"Karena mulai hari ini kamu kekasih saya." Ucap agas
"Anda sangat konyol tuan agas." Ucap gita lalu beralih ke hpnya kembali. Agas merasa tidak dihiraukan pun mencium pipi gita.
Cup
Gita terkejut karena keberanian agas, dia masih termenung. Sedangkan agas tersenyum penuh kemenangan.
"Saya bilang kamu kekasih saya. Berarti kamu milik saya." Ucap agas
"Terserah anda." Ucap gita lalu menyambar 2 gelas air kelapa untuk dia dan niken. Lalu meninggalkan agas sendirian. Tidak lama agas menyusul gita dan niken, ia membawa dua gelas juga untuk dia dan galih. Agas duduk disamping gita.
-FLASHBACK OFF
"Wah jadi sekarang kalian berdua kekasih." Ucap niken.
"BUKAN/IYA." Ucap gita dan agas serempak namun jawaban mereka berbeda. Agas mendengar jawaban gita pun kesal.
"Yaudah lo aja sama agas, gue mah ogah." Ucap gita datar
"Aku masih normal sayang mangkanya aku jadi kekasihmu." Ucap agas. tapi gita memutar bola matanya malas.
"Padahal tadi itu hampir aja dapat buat nanti malam ken. Semuanya hancur gara-gara dia." Ucap gita ketus melirik ke arah agas.
"Jadi lo tadi udah hampir aja dapat." Ucap niken terkejut. Gita pun mengangguk.
"Well nyari lagi deh." Ucap niken datar
"Kalian nyari apaan sih." Ucap galih
"Padahal cowok tadi gak ada apa-apanya sama aku. Kenapa kamu malah milih dia." Ucap agas kesal karena gita lebih memikirkan laki-laki tadi.
__ADS_1
"Harusnya lo udah tau jawabannya tanpa harus gue jelasin." Ucap gita datar
"Aku gak paham apa maksut kamu gita." Ucap agas
"Udah males gue." Ucap gita lalu berdiri meninggalkan niken,galih dan agas.
"Gita kalau moodnya buruk itu lebih suka menyendiri." Ucap niken. Agas pun mulai mengerti.
"Untuk nanti malam? Maksut nya apa ken?" Ucap galih
"Suatu saat kalian akan tau kok." Ucap niken santai
"Jangan bilang kalau kalian sedang.." belum sempat galih melanjutkan ucapannya. Niken sudah menyela.
"Kita bukan wanita penggoda, walau dandanan kita terkadang kurang pantas tetapi kita masih suci. Bahkan first kiss kita aja masih terjaga dengan baik kok." Ucap niken santai. Galih dan agas pun terkejut, karena memang baju yang dikenakan gita dan niken kurang begitu pantas bila di luar pantai. Tapi saat di pantai akan biasa jika menggunakan hotpans dan atasan yang terbuka.
"Tapi bagaimana kamu tau kalau first kiss gita masih terjaga." Ucap galih
"Aku orangnya selalu sama gita, kemanapun gita pergi disitu juga pasti ada aku." Ucap niken
"Suatu saat kalian bakal tau kenapa kita butuh orang untuk malam hari." Ucap niken.
"Gue nyusul gita dulu. Bisa ancur hotel itu nanti kalau dia marah." Ucap niken lalu meninggalkan agas dan galih yang masih di pantai.
"Gue masih bingung gas maksutnya apaan." Ucap galih
"Oh iya lo beneran jadian sama gita. Menjilat ludah sendiri lo. Katanya gak bakalan suka salah satu dari mereka. Eh ternyata berdua sama gita main cium aja." Ucap galih menggoda agas.
"Gue ngerasa ada dorongan yang buat gue nyium gita." Ucap agas. Karena memang ia juga tidak menyangka bila melakukan hal konyol itu dan mengaku menjadi kekasih gita.
"Gue bakal punya saudara ipar nih." Ucap galih yang masih menggoda agas.
"Brisik lo." Ucap agas lalu meninggalkan galih yang masih menggoda dirinya.
__ADS_1
"Haha agas-agas lo konyol deh. Tapi gue bahagia kalau hati lo terbuka buat cewek. Jadi gue gak terlalu mikir yang aneh-aneh." Ucap galih lalu beranjak dan menuju ke hotelnya.