
"Gita, tunggu dulu ya sebentar lagi keluarga besar akan datang." Ucap Ranika
"Baik nyonya." Ucap Gita sedikit menundukkan kepala.
"Oh iya, Niken kemana." Ucap Ersya
"Niken masih di gallery miliknya nyonya, mungkin sebentar lagi dia akan datang kemari." Ucap Gita lembut. Sedangkan Ersya hanya menganggukkan kepala.
"Tante bagaimana kabar agas, aku sudah lama tidak bertemu dengannya." Ucap cindi dengan nada manja.
"Ah agas baik, kau kan selalu sibuk dengan dunia modeling mu cindi." Ucap Ranika
"Iya tapi itukan cindi lakukan untuk masa depan cindi juga Tante." Ucap cindi
Sedangkan Gita yang tidak kuat dengan nada bicara cindi pun meninggalkan mereka dan mengambilkan minuman. Gita kembali ke ruangannya dengan membawa nampan yang berisi beberapa minuman dan makanan ringan.
"Gita seharusnya gak perlu repot." Ucap Ersya
"Tidak apa-apa nyonya Ersya. Silahkan nyonya dan nona cindi." Ucap Gita lembut.
"Terimakasih." Ucap Ersya dan Ranika. Sedangkan cindi menatap Gita dengan tatapan tajam dan sangat menunjukkan ketidak sukaannya pada Gita. Sedangkan Gita hanya menatap santai ke arah cindi.
"Saya kembali ke meja kerja dulu nyonya." Ucap Gita. Yang dibalas anggukan oleh Ersya dan Ranika.
Dia pasti akan menggagalkan rencana ku jika agas melihatnya. Batin cindi
Gita pun menuju ke mejanya dan menggambar desain yang lain. Di meja sofa terdapat 2 buku tebal yang berisi desain gaun semua, bahkan ada lingerie juga. Ranika dan Ersya pun membuka buku itu, mereka sangat suka gaun yang Gita desain.
"Gita, saya tidak menyangka jika kamu sangat pandai membuat desain gaun ini." Ucap Ranika
"Memang sudah menjadi hobi saya dari kecil nyonya." Ucap Gita lembut.
"Sepertinya Sherly akan suka er dengan beberapa gaun disini." Ucap Ranika kepada Ersya.
"Nanti biar dia yang melihat sendiri hasil desain gita." Ucap Ersya
Tak lama kemudian Niken datang membawa beberapa makanan untuk dirinya dan Gita. Ia sedikit terkejut karena di dalam sana sudah ada nyonya besar grahadista dan seorang wanita.
__ADS_1
"Eh ada nyonya ranika dan nyonya Ersya. Maaf Niken tidak tau jika anda berdua datang lebih awal." Ucap niken yang merasa tidak enak hati.
"Hai Niken." Ucap Ersya lalu memeluk Niken.
"Iya nyonya." Ucap Niken yang sedikit terkejut dengan perlakuan Ersya. Niken sedikit membalas pelukan Ersya.
Sedangkan Gita dan cindi juga tidak percaya kenapa Ersya tiba-tiba memeluk Niken, Ranika hanya tersenyum hangat melihat Ersya memeluk Niken.
Oh jadi ini Niken, penampilannya biasa saja. Galih dan agas hanya milikku. Batin cindi
"Maaf nyonya saya tidak tau jika anda akan datang lebih cepat, jadi saya hanya membawa makanan untuk makan siang kami." Ucap Niken yang merasa tidak enak karena ia menenteng 2 bungkus burger dan 2 soda.
"Tidak apa-apa Niken, oh iya kata Gita kamu punya gallery ya? Boleh saya tau gallery apa itu." Ucap Ersya yang antusias dengan Niken.
Nyonya Ersya kenapa ya?. Batin Gita dan Niken.
"Emm saya adalah pemilik Pra'Wina gallery nyonya." Ucap Niken diiringi senyuman. Cindi pun terkejut dengan pengakuan Niken, karena selama ini ia membeli tas di toko milik niken.
Whatt.. jadi dia pemilik gallery tas terkenal itu, sial. Batin cindi
"Jadi kamu pemilik gallery tas itu." Ucap Ranika antusias.
"Ternyata kalian berdua benar-benar pandai dalam hal desain ya." Ucap Ersya.
Sedangkan Gita dan Niken hanya tersenyum tulus, tidak lama pintu ruangan Gita terbuka. Masuklah 2 laki-laki paruh baya dan 1 gadis cantik, mereka adalah tuan Adrian ayah agas, tuan ghanda ayah galih dan Sherly adik galih.
"Mama." Ucap Sherly lalu memeluk mamanya.
"Hai Sherly." Ucap cindi. Sherly mengacuhkan sapaan itu, karena Sherly tidak suka pada cindi.
Sherly tau jika cindi selalu berusaha mendekati agas dan galih. Sherly juga tau jika cindi menginginkan agas dan galih menjadi miliknya, entah apa yang ada dipikiran cindi sehingga dirinya begitu terobsesi pada mereka. Cindi pun yang diabaikan Sherly menjadi kesal.
Kau lihat saja Sherly, sebentar lagi aku akan menyingkirkanmu. Karena kamu akan menghalangi rencana ku mendekati agas dan galih. Batin cindi
Wanita ini lagi, huh menyebalkan. Batin Sherly
"Pa kenalin ini Gita, pemilik butik ini sekaligus desainer semua gaun yang tersedia di butik ini." Ucap ranika sambil memegang tangan Gita. Gita pun memberi salam dengan sedikit membungkukkan badan.
__ADS_1
"Kak Gita, Sherly mau lihat koleksi desain gaun kakak dong." Ucap Sherly yang tiba-tiba mendekati Gita.
"Tentu nona Sherly." Ucap Gita diiringi senyuman manis.
"Ehmm.. pa ini Niken saudaranya Gita. Niken ini pemilik Pra'Wina Gallery, cantik kan pa." Ucap Ersya. Niken melakukan hal yang sama dengan Gita.
"Oh kakak pemilik gallery itu, koleksi tas milik Sherly semua dari gallery kak Niken loh." Ucap Sherly yang begitu antusias saat bertemu Gita dan Niken.
"Kalau nona Sherly mau, saya akan buatkan yang lebih bagus dan hanya nona Sherly saja pemiliknya." Ucap Niken dengan senyuman manis. Sherly pun mengangguk bahagia.
Sial, kenapa Sherly jadi menyukai mereka sih. Padahal mereka hanya para gadis miskin. Batin cindi
"Ehmm.. maaf disini masih ada orang." Ucap cindi yang merasa terabaikan.
"Oh anda orang ya, ku kira patung yang kak Gita miliki." Ucap Sherly ketus.
"Sherly, gak boleh bicara begitu." Ucap ghanda, sedangkan Sherly tidak peduli ucapan ghanda. Semua pun menggelengkan kepala melihat Sherly yang begitu membenci cindi.
Pintu ruangan Gita terbuka lagi, dan masuklah agas bersama galih. Agas dan galih terkejut karena mereka melihat Gita dan Niken di ruangan itu. Mereka pun saling pandang karena mereka tidak tau jika butik ini milik Gita.
"GITA/NIKEN." Ucap agas dan galih serempak.
Sedangkan Gita dan Niken hanya menanggapi dengan senyuman manis saja, cindi pun semakin terkejut lagi.
Bagaimana agas dan galih mengenal mereka. Gak bisa agas dan galih hanya milikku. Batin cindi
"Kalian saling kenal." Ucap Ranika.
"Ma, galih kan kemarin bilang ke mama. Kalau acara nanti galih akan membawa seorang gadis. Dia adalah Niken ma." Ucap galih berjalan ke arah Niken dan menggenggam tangan Niken. Hal itu membuat semua orang terkejut kecuali Gita dan agas.
Cindi pun berjalan mendekati agas, ia pun merangkul lengan agas dengan manja.
"Hai gas lama gak ketemu kamu." Ucap cindi bergelayut manja di lengan agas. Karena agas risih, ia pun menghempaskan tangan cindi dengan kasar.
"Jangan menyentuhku." Ucap agas dingin.
Cindi pun memilih meninggalkan butik Gita, karena ia benar-benar malu dan kesal, di dalam mobil ia memukul setirnya dan berteriak.
__ADS_1
"Aarrgggggggg kenapa sih mereka dari dulu sangat susah di dekati. Awas aja kalau Gita mengambil agas dariku, heh biarkan saja galih bersama Niken. Kekayaan galih tidak ada apa-apanya dengan agas." Ucap cindi tersenyum miring. Ia pun menuju ke apartemennya.