
Selesai makan, pintu apartemen ada yang mengetuk. Niken pun membukakan pintu apartemen. Disana sudah berdiri agas dan galih, Niken pun menyuruh mereka untuk masuk. Sedangkan Gita memang orang yang bodo amat, jadi ia memakai baju santai. Celana hotpants hitam dan baju pink polos dan rambut dicepol keatas, sambil menatap ke arah laptop. Galih dan agas yang melihat itu pun menelan ludahnya, sedangkan Gita terus memantau perkembangan tempat dance dan butiknya.
Gita pun mendongak dan melihat ke arah agas,galih dan niken. Sedangkan Niken memakai legging hitam dan kaos oblong tanpa lengan. Gita pun membuyarkan lamunan kedua laki-laki itu.
"Puasin natapnya." Ucap Gita lalu menatap ke arah laptopnya kembali.
Agas pun tersadar sedangkan galih masih terus menatapnya, akhirnya agas melepaskan jaketnya dan menaruhnya di paha Gita. Saat itulah galih tersadar, dan menatap ke arah agas. Agas pun menatap galih tajam.
"Ada apa kalian ingin bertemu kami." Ucap Niken. Galih pun duduk di sofa depan Gita dan Niken bersama agas.
"Ken, gue mau minta tolong dong. Lo jadi pasangan gue di pesta perusahaan dan Gita akan bersama agas." Ucap galih
Gita dan Niken pun saling pandang, mengerutkan dahinya masing-masing. Kemudian..
"Enggak." Ucap Gita dan Niken serempak.
"Ayolah Ken pliss." Ucap galih.
"Apaan sih, enggak deh. Kalian ajak orang lain saja." Ucap Niken
"Oh gue tau kalau Gita ikut pasti lo ikut juga kan, Gita mau ya." Ucap galih. Sedangkan agas terus menatap ke arah Gita.
"Gue gak bisa lih, kerjaan gue banyak." Ucap gita.
"Kalian berdua bukan temanku." Ucap galih lalu cemberut.
"Gas, gimana ceritanya lo punya sepupu kayakk gini." Ucap Gita santai. Agas pun terkekeh.
"Apa yang akan kita dapatkan kalau kita mau nemenin kalian." Ucap Niken.
"Satu villa di puncak jadi milik kalian." Ucap galih, agas pun melotot ke arah galih. Karena ia tau jika ujung-ujungnya villa itu milik keluarganya.
"Terlalu kecil." Ucap Gita santai.
"Ditambah 1 pulau pribadi untuk kalian." Ucap agas yang ikut angkat bicara.
"Emm gimana ya, masih belum bisa ya git." Ucap Niken, Gita pun mengangguk.
__ADS_1
"Satu villa dipuncak + satu pulau pribadi + 1 helikopter dan supirnya." Ucap agas yang mulai geram. Gita dan Niken pun tertawa.
"Hahaha bodoh." Ucap Gita dan Niken. Agas dan galih pun mengerutkan dahinya karena melihat Gita dan Niken tertawa lepas.
"Kita bukan wanita penggila harta, akan kita pikirkan dulu." Ucap Niken.
"Simpan saja milik kalian itu, kami tidak membutuhkannya." Ucap Gita santai lalu menuju ke dapur untuk mengambil minuman. Tidak lupa keadaan jaket agas yang masih terikat di pinggangnya, kedua kalinya agas memakaikan jaket miliknya ke pinggang Gita.
Selesai minum, Gita membalikkan badannya tapi ia terkejut ada badan atletis yang berdiri tepat di belakangnya, ia pun mendongak karena lebih tinggi laki-laki yang ada dihadapannya daripada gita. Dia adalah agas.
"Ada apa hmm." Ucap Gita santai.
"Minum." Ucap agas. Gita pun tersenyum dan mengambilkan air untuk agas.
Gita menyerahkan ke agas, tetapi agas malah memegang tangan Gita yang tidak memegang botol minum. Gita tetap dengan wajah yang santai, agas merengkuh pinggang gita dan menaruh tangan Gita di pundaknya.
"Katanya minum, ini gas." Ucap Gita sambil menyerahkan minum nya, agas hanya mengangguk tetapi matanya terus menatap ke wajah Gita.
Gita pun mencubit perut agas hal itu membuat agas melepaskan rengkuhannya. Gita mengambilkan gelas untuk agas minum. Ia menuangkan jus jeruk ke gelas dan memberikannya ke agas. Agas pun menerima minuman itu, tetapi tatapan matanya terus menatap Gita. Begitu pun Gita, menatap agas dengan santai.
"Tatap terus." Ucap Gita santai. Agas menghentikan minumnya dan mulai mendekatkan wajahnya ke Gita.
"Oh my first kiss." Ucap Gita lirih tetapi ia masih dalam keadaan bengong. Agas pun tersenyum penuh kemenangan.
"Jusnya manis." Ucap agas lalu melanjutkan minumnya.
"Nyebelin." Ucap Gita ketus, agas pun terkekeh mendengar ucapan Gita.
"Kamu itu milikku dan akan seterusnya menjadi milikku." Ucap agas datar.
"Hentikan bualanmu gas, tidak lucu tau." Ucap Gita santai. Agas pun membuat Gita terhimpit di dinding, agas menatap Gita dengan tajam. Gita semakin was-was dengan sikap agas.
"Aku serius Gita." Ucap agas datar sambil terus mendekatkan tubuhnya pada Gita.
"Maksutnya." Ucap Gita sedikit gemetar.
"Kamu milikku dan akan selalu menjadi milikku." Ucap agas dengan nada serius.
__ADS_1
Agas melingkarkan tangannya di pinggang Gita, salah satu tangannya menarik tengkuk Gita. Mereka pun berciuman sedangkan Gita tidak membalasnya karena Gita tidak mengetahui caranya berciuman walau dia selalu melihat saat korbannya mencium wanita yang ia sewa.
Agas yang melihat Gita terus diam pun tersenyum dan terus melum*t bibir Gita, Gita masih tetap diam. Ingin sekali ia melawannya tetapi tubuhnya menolak untuk melawan perlakuan agas.
"Buka mulutmu sayang." Ucap agas dengan nada berbisik. Tetapi Gita masih tetap menutup mulutnya, agas pun menggig*t bibir Gita.
Hal itu membuat Gita terkejut dan membuka mulutnya, agas pun leluasa melakukan ciuman itu. Gita mulai kehabisan nafas dan mendorong tubuh agas dengan keadaan setengah sadarnya. Agas pun menghentikan ciumannya dan membiarkan Gita untuk bernafas, nafas Gita terengah-engah.
"Mulai hari ini dan seterusnya kamu hanya akan menjadi milikku." Ucap agas santai sambil mengusap bibir Gita dengan jarinya. Gita pun hanya mengangguk karena ia tidak mau agas menciumnya kembali.
"Bagus sayang." Ucap agas sambil mengelus pipi Gita.
Oh God, kenapa gue harus bertemu dengan laki-laki seperti dirinya. Batin Gita
Agas dan Gita pun kembali ke sofa, disana mereka terkejut karena Niken berciuman dengan galih. Dengan posisi galih menindih Niken. Gita terbelalak karena Niken membalas ciuman galih, sedangkan agas masih dengan wajah datarnya. Agas merangkul pundak Gita, seketika terkejutnya Gita pun terhenti. Agas mengisyaratkan Gita untuk diam
-Flashback
"Lo mau minum apaan lih? Biar gue ambilin. Gita sama agas juga lama banget." Ucap Niken karena ia menunggu agas dan Gita kembali ternyata sangat lama.
"Boleh deh." Ucap galih lalu mengeluarkan ponselnya.
Akhirnya Niken menuju ke dapur untuk mengambil minum, saat ia akan masuk ke dapur. Langkahnya terhenti karena agas dan Gita berciuman.
"Emm jadi ini yang buat mereka lama. Huh pantas saja." Ucap Niken yang kesal dengan apa yang ia lihat di dapur.
Niken kembali ke ruang tamu dan menghempaskan tubuhnya disamping galih. Galih pun terkejut karena Niken kembali dari dapur tanpa membawa minuman.
"Loh minumannya mana." Ucap galih heran. Sedangkan Niken memasang wajah cemberut.
"Gak jadi, di dapur ada makhluk yang sedang berciuman." Ucap Niken kesal.
"Kamu iri sama agas dan Gita." Ucap galih menggoda Niken.
"Apaan sih, ngapain gue iri sama mereka." Ucap Niken
"Terus kenapa kamu marah setelah melihat agas dan Gita."Ucap galih
__ADS_1
Lah iya, kenapa gue kesel ya lihat agas dan Gita berciuman. Batin Niken.