
Gita dan Niken mulai berlatih karena perform mereka akan dimulai siang ini di pembukaan hotel bintang lima. Mereka berlatih dengan sangat semangat tetapi kali ini gita dan niken tidak bernyanyi, mereka sengaja meminta anggota dance nya Selly dan Winda karena mereka juga pandai bernyanyi.
Gita dan niken hanya menjadi dancer saja karena mereka hanya akan bernyanyi saat acara milik mereka sendiri. Bagi gita dan niken lebih baik tidak terlalu menampakkan siapa kita yang sebenarnya,karena mereka tau bila banyak orang yang berusaha menjatuhkan mereka berdua.
Siang hari pun tiba,dan mereka bersiap karena pembukaannya mereka yang perform. Selesai perform mereka menuju ke restoran hotel untuk makan siang, karena hotel berada di dekat pantai. Gita dan niken makan tidak lama ada 2 laki-laki yang menghampiri mereka yaitu Agas dan Galih.
"Permisi nona boleh kita bergabung disini,karena beberapa meja sudah penuh." Ucap galih dan benar saja saat gita dan niken mengedarkan pandangannya meja sudah banyak yang penuh. Gita dan niken pun mengangguk.
Gita mengeluarkan pisau lipat yang selalu ia bawa di saku jaketnya. Agas dan galih pun bingung dengan gita yang tiba-tiba mengeluarkan pisau lipat.
"TAJAM ATAU TUMPUL." Ucap gita dan niken serempak.
"TUMPUL." Ucap agas dan galih, gita dan niken pun menyeringai.
"Baiklah kami sudah selesai, oh iya panggil saja gita jangan panggil nona. Dan ini saudara ku niken." Ucap gita lalu beranjak meninggalkan agas dan galih yang masih bingung dengan sikap gita.
"Aku masih tidak mengerti apa maksutnya." Ucap galih
"Sepertinya mereka sama seperti kita." Ucap agas yang mulai paham.
"Hah maksutnya." Ucap galih, agas hanya mengedikkan bahunya.
Gita dan niken menuju ke kamar mereka,karena mereka masih malas untuk kembali pulang. Dan nanti sore mereka ingin menikmati sunset di pantai. Kamar milik gita dan niken memang sudah menghadap ke pantai tetapi mereka ingin menikmati sunset di bibir pantai.
__ADS_1
"Ternyata presdir Grahadista sama ya seperti kita. Terutama sepupunya." Ucap niken sambil mendudukkan di sofa hotel.
"Kurasa tadi mereka bingung deh git." Ucap niken
"Otak mereka tidak bodoh jadi mereka pasti paham apa maksutnya tadi." Ucap gita sambil membuka laptopnya.
"Eh git yakin nih nanti kita gak dicariin mereka." Ucap niken
"Untuk apa mereka nyariin kita, kurang kerjaan kali ya." Ucap gita
"Ya siapa tau jatuh cinta sama kita." Ucap niken,gita pun terkejut dan melemparkan bantal.
BUG
"Adduhh ya kan siapa tau aja git. Biasa aja keles." Ucap niken lalu ia menyalakan televisi.
Di kamar lain agas dan galih sedang bersantai, tetapi agas masih kepikiran gita.
Apa mungkin gita memiliki jiwa seperti diriku. Batin agas
"Gas nanti sore jalan-jalan ke pesisir pantai mau gak lo." Ucap galih hanya dibalas deheman oleh agas.
Karena kamar agas dan gita bersebelahan,jadi mereka bisa mendengar tawa dari mereka. Agas dan galih juga masih bisa mendengar ucapan gita dan niken.
__ADS_1
"Ken nanti malam apa kita mencari lagi." Ucap gita
"Gue sih ikut aja git, tapi kan kita gak bisa bawa mereka kesini." Ucap niken
"Niken kesayangannya gita nanti malam kita kembali ke apartemen." Ucap gita
"Aishh kok gue lupa sih, mau cari dimana nanti malam?" Ucap niken
"Kalau ada yang dipinggir jalan yaudah itu aja." Ucap gita santai
"Huh kalau bukan jiwa yang minta gue sih ogah git." Ucap niken ketus
"Sama aja o'on. Udahlah gue nantangin lo main game ini." Ucap gita menunjukkan game nya.
"Weh nantangin nih kamu, taruhannya apaan nih." Ucap niken
"Kalau lo menang lo boleh minta 1 hadiah ke gue,maksimal 1M harganya,tapi kalau gue yang menang lo harus ikutin tantangan gue." Ucap gita
"Oke gue setuju." Ucap niken
Mereka pun bermain game itu hingga terdengar suara yang sangat berisik dari kamar mereka. Agas yang dari tadi mendengar percakapan gita dan niken pun heran.
Nanti malam? Mencari lagi? Apa maksut mereka. Batin agas
__ADS_1