Putusnya Kapan?

Putusnya Kapan?
11


__ADS_3

Kini, seluruh siswa SMA Darma Bangsa sudah bubar untuk pulang ke rumah masing-masing, karena ini memang sudah waktunya pulang. Bagas dan Aleta, mereka kini berada diparkiran.


" Udah lah gakpapa, yuk bareng gue aja Al " bujuk Bagas. Karena memang sedari tadi Aleta menolak untuk pulang bareng Bagas, dikarenakan Bagas harus menjemput Moza di bandara sesuai titah sangat Ayah.


" Al, ayo lah " kekeh Bagas


Aleta menghela nafas panjang " Gas, dengerin gue "


" Emangnya apa salahnya sih lo jemput Moza itu " ucap Aleta


" Gue gak mau Aleta " ucap Bagas


" Gini deh "


" Hari ini lo jemput itu yang namanya Moza, habis itu lo ke rumah gue , jemput gue kita jalan bareng gimana " usul Aleta


Bagas tersenyum lalu mengangguk " Janji ya, awas kalo boong "


" Iya Bagas, udah sana jalan " .


Bagas pun bergegas memakai helm nya lalu menghidupkan mesin motornya dan pergi dari area sekolah.


Apa yang kini Aleta rasakan?


Ada yang bisa menjelaskan?


Aleta tersenyum miris " Gue harus gimana dengan keadaan yang kaya gini " Aleta lirih


Sakit.


Satu kata yang pantas untuk Aleta, hati nya sakit. Perasaannya campur aduk, Bagas menemui orang yang mau dijodohkan dengannya, dan Bagas mau. Mungkin perempuan yang akan dijodohkan dengan Bagas berpikir bahwa Bagas menerima perjodohan itu. Buktinya?

__ADS_1


Bagas menjemputnya di bandara.


Bukannya itu atas perintah Aleta, bukannya dia yang mau. Aleta hanya ingin Bagas tidak mengecewakan orang tuanya.


Kristal bening pun mulai runtuh satu persatu dari pelupuk mata Aleta, apa yang akan gadis itu lakukan kedepannya.


Seberapa dia dan Bagas berjuang, jika kedua orang tua Bagas tidak menginginkannya, dia bisa apa?


Dia harus apa?


Jawab?


Hanya author yang tau Aleta, mau gimana nanti hubungan kamu sama Bagas, hanya author yang tau. Hehhe


Satu tepukan di bahu Aleta menyadarkan dirinya dari lamunan. Siapa?


" Al " panggilnya


" Ngapain masih disini, gak pulang? " tanyanya


" Aldo, ini baru mau pulang " ucap Aleta


Dia, Aldo. Si ketos SMA Darma Bangsa. Dengan berita yang ada, sekaligus berita dari baim yang emang real, Aldo suka sama Aleta. Dan itu memang benar, bisa dilihat tatapan mata Aldo ke Aleta


" Lo nangis Al " ucap Aldo mengetahui mata Aleta yang sembab.


" Gak kok Do " elak Aleta


" Tadi kelilipan, trus gue kucek tadi matanya " imbuh Aleta tersenyum meyakinkan Aldo.


" Pulang bareng gue aja yuk " ajak Aldo

__ADS_1


" Gak usah Do, gue naik taksi aja " tolak Aleta


Aldo berdecak " Ayolah Al, itung-itung irit ongkos kan " paksa Aldo. Kesempatan menurutnya karena tak ada Bagas di samping Aleta .


" Beneran gak usah Do " tolak Aleta halus


" Hmmm... Jarang-jarang lhoo Al, kita pulang bareng, lo kalo diajak pasti ada aja alesannya. Sekali ini aja Al, ya plisss " Aldo memelas


Aleta menghembuskan nafasnya kasar, dia pasrah, ingat pasrah . Aleta mengangguk " Ok"


Aldo bersorak dalam hati, bergegas dia menuju mobil nya dan langsung menancapkan gas nya setelah Aleta masuk kedalam mobil. Terlihat mobil Aldo mulai meninggalkan area sekolahan.


Dari balik pohon, tak jauh dari Aleta dan Aldo berdiri tadi, ada seorang yang mengintip mereka sedari tadi. Sembari menguping dan sesekali memotret.


" Akhirnya " ucapnya


" Gue punya berita hot, bisa juga tunjukin ke Bagas " ucapnya tersenyum puas


" BAIM "


Ya, dia Baim, situkang gibah Laknat kau Baim


" Apa sih No " sewot Baim


" Gue nebeng ya, gak bawa mobil " Nino nyengir


" Iya iya, yuk pulang " ucap Baim.


Baim temen gak ada aklak, tukang gosip yang gak laku-laku.


*Berdosa banget kau Im kepada Aleta, hiks... hiks...

__ADS_1


Ok see you ❤❤*


__ADS_2