Putusnya Kapan?

Putusnya Kapan?
03


__ADS_3

Setelah acara makan bersama di kantin bareng Aleta dkk. Bagas dkk pun pergi ke rooftop setelah bel masuk berbunyi 5 menit yang lalu.


Dan disinilah sekarang mereka bertiga, rooftop. Apalagi emang yang mereka lakuin selain bolos pelajaran. Dengan hp di tangan masing-masing.


" Gas, lo beneran gak mau mutusin Aleta gitu? " tanya Baim dengan pandangan tak lepas dari hp nya


" Gak "


" Lah,, kenapa? "


" Bukannya dare kita udah abis y " kata Nino


" Iya Gas, kan dare dari kita kan cuma nyuruh lo buat pacaran sama Aleta 2 bulan. Lah ini udah lebih lhoo Gas " jelas Baim


" Gue gak mau jomblo aja "


" Apa kata dunia nanti kalo orang ganteng kaya gue menjabat status sebagai jomblo " ucap Bagas yang masih memainkan hp nya


" Halahh. Bilang aja kali Gas, kalo lo udah kesem-sem sama Aleta "


" Cowok mana yang gak mau sama Aleta.Kalo gue bukan temen lo , udah gue gebet tuh anak dari dulu " Jelas Baim


Bagas mengalihkan pandangannya ke Baim dengan menatapnya dengan tajam .


" Apa lo bilang " Bagas marah


" kalem Gas, kalo emang lo gak ada rasa sama Aleta, gak usah marah juga kali " bela Nino


Baim mengangguk. " Iya , katanya gak cinta. Kok lo malah marah gini sh " ucap Baim


" tuh matanya udah mau keluar Gas " imbuh Baim


" Turunin ngapa gengsinya Gas "


" Lo kenapa jadi belain si Baim si No " sarkas Bagas


" Nino bukannya belain gue Gas,, dia cuma menyampaikan apa yang sebenernya terjadi " kata Baim


Nino mengangguk


" Kalo lo emang sayang sama Aleta, perjuangin Gas. Buktiin sama dia kalo lo emang bener pantes buat dia"


" Tadi pagi gue liat Aleta berangkat bareng Aldo" jelas Nino yang sekarang menatap Bagas.


" Aldo? "


" Aldo Bagaskara "


" Ketua OSIS, ganteng, pinter, disukai oleh guru-guru, apalagi cewek-cewek. Anak XII IPA 1 yang sebentar lagi masa jabatan OSIS nya abis " kata Baim


" Dan gak ada alesan buat Aleta gak suka sama Aldo " imbuhnya


" Dan yang gue denger dari Baim, si Aldo emang suka sama Aleta dari dulu " ucap Nino


" Beneran " Bagas menaikkan satu alisnya


" Berita yang gue bawa itu jelas, padat, akurat, dan terpercaya " kata Baim


" Gak ada alesan buat lo gak percaya sama gue " imbuhnya

__ADS_1


" Ahhh gaya lo im "


" Percaya sama lo itu musyrik. Lo mau gue masuk neraka gegara percaya sama lo " ucap Bagas. " Dosa gue udah udah banyak im, lo mau mau nambahin dosa gue "


" Ehh si ege " Baim menyosor kepala Bagas


Bagas berdecak


" Lo percaya ama gue dalam dalam hal karena Aldo suka sama Aleta "


" Bukan percaya ama gue karena masalah keimanan " imbuhnya


" iya iya " kata Bagas


" Dan tadi pagi, gue liat Aleta berangkat bareng Aldo " kata Nino Lagi, karena sebelumnya Nino udh ngomong, tpi Bagas nya B aja wkwkk


" APAAA " Bagas marah


" Iya, naik mobil tapi "


" Untung gak naik motor " ucap Baim


" Kenapa emang kalo naik motor? " tanya Nino


" Ya nanti kan Aleta bisa aja peluk-peluk Aldo dari belakang " kompor Baim


Bagas mulai emosi mendengar penuturan kedua sahabatnya itu. Kalo di komik mungkin udah keluar asap sama kedua tanduk di kepala Bagas .


" Aleta awas aja ya " batin Bagas


" Lo gak bisa ngelak lagi Gas, lo emang udah terjerat sama Aleta " batin Baim menatap Bagas yang dadanya naik turun


💦💦 💦


Bel pulang sudah berbunyi 10 menit yang lalu. Hanya beberapa siswa saja yang masih di sekolah dan beberapa anak organisasi.


Dan kini Aleta bersama Bagas berada di parkiran dan siap menaiki moge milik Bagas.


Dalam perjalanan, tak ada satu kata pun keluar dari mulut Bagas. Mungkin masih kesel sama yang tadi


Selang beberapa lama, motor milik Bagas pun terparkir di depan rumah mewah milik orang tua Aleta.


" Lo kenapa sih Gas "


" Dari tadi diem mulu. Biasanya juga ngoceh terus lo " Aleta menatap Bagas


" Lagi sakit gigi gue " kata Bagas


" Gak usah boong. Jujur sama gue "


" Biar gue sebagai pacar lo ada manfaatnya "


" Gak usah deket-deket sama Aldo " Bagas to the poin


" Lahh apa hubungannya "


" Huuuffftt "


helaan nafas pun keluar dari hidung Bagas

__ADS_1


" Lo tadi pagi berangkat bareng Aldo kan? " tanya Bagas dingin


Mendengar penuturan Bagas, Aleta sontak tertawa


" Hahahhaha "


" Iya iya gue tau"


" Jadi intinya lo cemburu sama Aldo " ucap Aleta


" Gak ada sejarahnya orang ganteng cemburu" sanggah Bagas


" Lagian kenapa juga gue harus cemburu sama Aldo " imbuhnya


" Karena lo sayang sama Aleta Anindya " ucap Aleta


" Hahahahahha "


Sekarang giliran Bagas yang tertawa .


Aleta menaikkan satu alisnya


" Kenapa? "


" Pede banget lo " ucap Bagas


" Gue gak sayang sama lo " imbuhnya datar


" Ya ampun Bagas. Bilang cemburu aja apa susahnya sih, gak bakal ada yang rugi juga "


ucap Aleta


Tanpa menunggu persetujuan Aleta, Bagas pun langsung menancapkan gas nya untuk pergi dari situ.


" Ehh si kamprett main pergi aja "


" Hati-hati " teriak Aleta


Bagas hanya mengacungkan jempolnya mendengar teriakan Aleta dan tersenyum dibalik helm full face nya


*Aleta Anindya


Nama seorang gadis yang akan menempati hati seorang Bagas Arsenik Putra setelah bundanya. :)


**Aleta


Kalo gue bilang gak, berati iya


Kalo gue bilang iya, berati gak. Bisa juga iya


 


Bagas A.P


 


Like komen jangan lupa ya biar aku seneng


Ok see you next chapter.

__ADS_1


salam sayang dari aku ❤❤***


__ADS_2