Putusnya Kapan?

Putusnya Kapan?
06


__ADS_3

" Putusnya kapan? " tanya Aleta


" Kapan-kapan aja deh, masa orang ganteng jomblo " kata Bagas


" Ya kapan-kapannya tuh kapan Gas "


" Ya kapan-kapannya kapan itu juga gue gak tau " ucap Bagas


" Kan tadi lo yang bilang kapan-kapan. Makanya gue tanya sama lo kapan-kapannya tuh kapan " kesel Aleta . " Arrrggghhh udah lah kenapa jadinya bahas nya kapan-kapannya itu kapan " ucap Aleta melipat kedua tangannya didepan dada.


Aleta dan Bagas. Kedua sejoli itu kini sedang duduk di kursi taman setelah pulang sekolah.


Eitt mereka udah ijin yaaa .


Membahas tentang kapan-kapannya itu kapan.


Sumpah gak berfaedah bangett .


Dengan berbekal Es Krim di tangan masing-masing.


" Lagian kenapa sih, tumben banget lo minta putus " Bagas menatap wajah cantik Aleta


" Gue gak mau aja terus terjebak dengan hubungan yang diawali dengan sebuah tantangan " jawab Aleta " Gue juga pengen kali pacaran kaya orang-orang diluar sana, tanpa takut adanya kata putus, tanpa takut adanya orang ketiga, tanpa takut saling menyakiti " jelas Aleta


" Tau gak kenapa? " tanya Aleta menatap wajah Bagas yang sedang menatapnya


" Karena mereka saling mencintai " kata Bagas


Aleta tersenyum " Gue gak mau terus terjebak sama hubungan kita yang gini-gini aja " tutur Aleta " Ini semua gara-gara dare yang temen-temen lo bikin tau gak " kata Aleta


" Dan entah apa yang merasuki gue, gue mau nrima dare konyol dari lo " kesel Aleta


Bagas terkekeh mendengar penuturan Aleta


" Trus jadi putusnya kapan? " tanya bagas


" Ntar aja deh,, masa cantik-cantik jomblo "


💦💦💦


Flashback (1 tahun sebelum jadian)


Kini mereka bertiga sedang duduk melingkar di meja kantin , dan ditengah terdapat satu botol kosong yang siap diputar kapan saja.

__ADS_1


Sekali putaran, botol tersebut langsung menunjuk ke arah Bagas. Ya, mereka bertiga. Bagas, Baim dan Nino, sedang memainkan permainan truth or dare di meja kantin. Dan naas nya botol tersebut menunjuk kearah Bagas. Kini Bagas harus memilih, truth yang harus menjawab jujur setiap pertanyaan yang dilontarkan, atau dare yang harus menerima tantangan, apapun itu. APAPUN


" Jadi lo milih apa Gas " ucap Baim tersenyum licik


" Gue pilih dare " jawab Bagas tegas


Nino terkekeh " Takut dia im kalo jawab jujur " ucap Nino


" Ck... " Bagas berdecak " Udah buruan apa dare nya "


Saat melihat Aleta dkk memasuki kawasan kantin,Baim pun langsung mempunyai ide dan langsung membisikkan sesuatu ke Nino


" Gimana setuju gak lo No " tanya Baim


" The best lah emang lo im " jawab Nino sambil melakukan tos


" Lama " ucap Bagas malas


" Jadi gini " Baim memajukan kursinya menatap Bagas serius. Sok serius Baim, giliran suruh seriusin aku gak mau xixixi...


" Lo harusss " Baim menggantungkan kalimatnya


Bagas menaikan sebelah alisnya " Paan " tanya Bagas


" Pacaran sama Aleta selama 2 bulan " serempak Baim dan Nino


" Ya gakpapa sih " kata Baim


" Lagian Aleta kan cantik, dan lo juga ngaku ganteng, pasti bisa dong dapetin Aleta " imbuh Nino yang diangguki Baim.


" 100 buat lo No " sahut Baim .


Nino nyengir " Gimana? mau gak " tawar Nino


" Kalo gak mau pengecut lo Gas, cuma dia bulan kok " kompor Baim


" Kalo dia gak mau gimana? "


" Gue sih yang ganteng fine-fine aja " ucap Bagas bangga


Baim dan Nino memutar bola matanya malas


" Jangan nethink dong " kata Baim

__ADS_1


Bagas berdiri, merapikan bajunya yang sedikit berantakan. Berjalan menuju meja Aleta dengan gaya cool nya.


" Ini baru sobat gue " ucap Baim


Sesampainya di meja Aleta...


" Duhh deg-degan aing " batin Bagas


" Aleta " panggil Bagas


" Iya " jawab Aleta


Bagas mendekat ke arah Aleta dan berkata


" Lo mau gak jadi pacar gue " ucap Bagas sekali tarikan nafas.


Kantin yang semula ramai kini menjadi sepi atas ungkapan yang Bagas katakan .


Aleta menautkan kedua alisnya. Bingung, iya sekarang dia bingung.


" Woahhhh Bagas semangat woyyy sohib gue " teriak Baim


" Ehh si t*lol Baim malu-maluin banget sih " batin Bagas.


Suasana pun menjadi semakin tegang, Aleta bingung harus menjawab apa. Bagaimana tidak, Bagas yang statusnya sebagai siswa bobrok, tiba-tiba nembak Aleta di depan umum.


Aleta malu coyyy


Bagas maju selangkah, berdiri didepan Aleta. Sedikit memajukan wajahnya dan...


" Kalo lo gak mau nrima gue, gue bakal sosor tuh bibir lo yang menggoda itu " bisik Bagas di telinga Aleta


Aleta mrinding apa yang baru Bagas ucapin. Tanpa ragu, Aleta pun mengangguk cepat . Bagas tersenyum menang ke arah kedua sahabatnya.


Suasana kantin pun menjadi ramai setelah Aleta menerima Bagas sebagai pacarnya. Tanpa persetujuan dari sang empu, Bagas menarik tangan Aleta menjauh dari kantin.


Tak peduli teriakan Tania dan Raya yang terus memanggilnya .


" Lepasin " berontak Aleta " Bagas lepasin iihh , lepasin gak "


Bagas melepas tangannya setelah berada di taman belakang sekolah " Ehh denger ya, gue itu nrima lo karena terpaksa ya asal lo tau " sarkas Aleta.


" Tau gue tau,, gue mah tau diri "

__ADS_1


" kalo bukan karena dare dari Baim sama Nino, ogah gue nembak lo " jelas Bagas


" Dare? "


__ADS_2