Putusnya Kapan?

Putusnya Kapan?
16


__ADS_3

" Orang tua lo masih di luar negri ya Al? " tanya Tania


" Iya "


Kini mereka semua sedang berkumpul di rumah Aleta, ditemani TV yang menyala dan duduk di karpet bulu. Tak lupa dengan cemilannya, bungkusnya pun sudah berserakan dimana-mana.


Kaum laki-laki lebih memilih main game dan kaum perempuan malah nonton drakor. Dan Aleta malah tiduran di paha Bagas dan menjadikannya bantal.


" Orang tua lo sibuk banget ya Al keliatannya " ujar Baim sambil memainkan game nya.


Aleta mengangguk " Iya, tapi kan mereka kerja juga buat gue "


" Gue suka nih yang kaya gini " ucap Nino


Aleta memberikan keripik didepan mulut Bagas berharap cowok itu mau menerimanya. Bagas tersenyum lalu membuka mulutnya.


" Moza gimana Gas "


Bagas mengedikkan bahunya acuh mendengar pertanyaan Aleta.


" Lo gak ada kepastian sama sekali Gas, lo bertindak apa kek supaya Moza itu gak gangguin lo lagi " ucap Raya


" Iya, kalo lo mau hubungan lo sama Aleta direstui, ya berjuang lah Gas, tunjukin kalo lo emang bener-bener sayang sama sahabat gue " lanjutnya


Semua yang ada disitu pun mengangguk, membenarkan ucapan Raya.


Bagas mengangguk " Gue akan berjuang sekuat tenaga gue Al, supaya Ayah gak jodoh-jodohin gue sama Moza lagi " ucap Bagas serius menatap wajah Aleta yang masih di pahanya.

__ADS_1


Aleta tersenyum " Makasih "


" Gue nglakuin ini tulus dari hati gue buat orang yang gue sayang "


" Putusnya gak jadi nih " ucap Baim


Semua mata pun tertuju pada Baim dan menatapnya tajam, sedangkan orang yang ditatap malah nyengir kuda.


" No, lo sama Raya gimana? udah ada kemajuan belum "


" Baim kampret " batin Nino


" Hah, gue " bingung Raya


" Iya, Nino kan mau de... "


Belum sempat bicara selesai, mulut Baim langsung dibekap oleh Nino dan menatap tajam sahabatnya itu.


" Gak kok gakpapa Ray, santai aja "


" Gak jelas tau gak "


Sedangkan Aleta dan Bagas hanya terkekeh melihat tingkah sahabatnya itu. Aleta bangkit dan menyenderkan kepalanya di bahu lebar Bagas.


" I love you " bisik Bagas


Aleta mengerjapkan matanya, apa dia tak salah denger.

__ADS_1


Kalau ku pandang kerlip bintang nan jauh disana..


Sayup kudengar melodi cinta yang menggema..


Suara lagu kopi dangdut pun terdengar, dan itu karena Baim dan Nino lagi tik tokan. Sedangkan Raya dan Tania juga ikut di sana, tik tokan bereng Baim dan Nino.


" Lo gak mau ikut mereka Gas "


" Ngapain cowok joget-joget di depan kamera gitu, bikin malu aja " jawab Bagas


Aleta terkekeh " Tapi seru lho Gas "


Bagas menggeleng " Gue cowok sejati, gak mungkin joget-joget kek cewek gitu "


" Yaudah gue mau ikut mereka " ucap Aleta lalu bangkit menuju Baim dkk.


" Ehh Aleta, mau ikut juga " tanya Nino yang diangguki oleh Aleta.


Bagas yang melihat mereka pun sesekali terkekeh, melihat Baim yang selalu salah dan gak kompak membuatnya jadi bahan bullyan mereka.


Ting..


Notifikasi dari hp Bagas berbunyi menandakan sebuah pesan, Bagas tau siapa yang mengirimnya pesan, gak penting. Lalu matanya kembali menatap Aleta yang sedang tertawa karena Baim selalu di bully, Bagas pun di buat tersenyum melihat Aleta tertawa, seperti ada magnet yang mengharuskannya tersenyum.


" Aleta " panggil Bagas


Aleta menoleh, dan..

__ADS_1


Cekrikk... Bagas memotret Aleta, nampak cantik dengan sedikit rambut yang menutupi wajah cantiknya.



__ADS_2