
" Dare? " tanya Aleta bingung
" Gue disuruh pacaran sama lo 2 bulan " jelas Bagas
Aleta membuang nafas kasar " Ok. Dua bulan " sahutnya pergi.
" Ehh si ogeb gue ditinggal " kata Bagas
Namun, siapa yang menyangka . Dalam waktu dua bulan tersebut, benih cinta pun mulai tumbuh di keduanya. Tapi tak ada satupun dari mereka yang berani mengungkapkannya. Aneh bukan. Dan nyatanya hubungan mereka masih awet, sampe sekarang
💦💦💦
Dan kini sekarang, mereka. Bagas dkk dan Aleta dkk sedang berkumpul di apartemen milik Bagas.
Aleta sedang tiduran di sofa panjang dengan paha Bagas sebagai bantal kepalanya. keduanya sibuk dengan hp masing-masing.
Sampah-sampah pun sudah berserakan di lantai, siapa lagi pelakunya kalo bukan Baim dan Nino.
" Woyy itu sampahnya dibuang dong, ngrusak pemandangan aja " ucap Raya
" Gimana Indonesia mau maju kalo rakyat nya aja kek gini " imbuh Tania
Nino berdecak " Bawel banget sih, tinggal di buang di tong sampah kan udah, beres "
" Namanya juga cewek No, ribet " tambah Baim
" Cewek gak akan ribet kalo cowok nya peka " Aleta menjawab .
" Gimana mau peka "
" Kalo ditanya aja jawabnya terserah " balas Bagas
Aleta bangkit, menatap Bagas dengan sengitt . " Cowok yang selalu salah mending diem " ucap Aleta ketus yang di angguki Tania dan Raya.
" Iya-iya, cewek selalu benarr " ucap Bagas malas
" Sekali-kali ngapa cowok yang selalu benar " masih dengan posisi awal, main hp.
Baim mengangguki ucapan Nino barusan .
__ADS_1
" Kalo cowok selalu benar,, kiamat sudah No " ucap Baim
" Gas " Aleta memanggil
Bagas bergumam " hmm.. "
" Gue laper "
" Makanlah, tuh didapur " Bagas cuek
" Gak mau " kata Aleta
" Maunya makan di luar " imbuhnya
Bagas berdecak " Nyusahin... " Bagas berdiri mengambil jaket dan kunci motor.
" Ehh mau pergi lo Al? " tanya Tania
" Iya, mau cari makan " balas Aleta
" Udah " tanya Aleta ke Bagas
Bagas mengangguk " Yuk "
Setelah sampai di warung pinggir jalan, Aleta pun segera bergegas memesan 2 piring nasi goreng.
" Gakpapa kan kita makan disini Gas? " tanya Aleta
" Gakpapa, santai aja " ucap Bagas mengacak puncak kepala Aleta.
" Ihh Bagas,, kan jadi berantakan " Aleta mencebikkan bibir.
" Utututu... Imutnya pacar gue " mencubit gemas pipi chubby Aleta .
" Kan jadi ngundur putusnya " imbuh Bagas
" Halahh "
" Bilang aja lo gak mau ngelepas gue " Aleta dengan nama pedenya.
__ADS_1
" Iyain biar cepet " jawab Bagas.
Dua piring nasi goreng pun sampai didepan mereka, dengan ditemani 2 es teh manis.
" Selamat makan " ucap Aleta
Bagas tersenyum melihat Aleta " Selamat makan "
" Al "
Aleta bergumam.
" Nyokap gue bilang mau ketemu sama lo " ucap Bagas
" Uhuk.. uhuk ... " Aleta kaget . Menatap Bagas.
" Lo kan pacar gue Al " kata Bagas
Aleta mengangguk . " Tapi kita kan mau putus Gas " ucap Aleta
" Bulan depan aja deh putusnya Al. " usul Bagas.
" Soalnya bunda mau ketemu sama lo Al " imbuhnya
" Liat nanti aja deh " ucap Aleta
" Putusnya bulan depan aja ya Al " kata Bagas
Aleta mengangguk " Iya aja deh, gue kan gak mau jomblo dulu "
Bagas tersenyum " Lo emang pacar kesayangan gue Al "
" Yaiyalah pacar lo kan cuma gue,, emang siapa lagi " ucap
" Gak ada sih " Bagas nyengir.
Setelah selesai makan,, Bagas dan Aleta pun segera pulang. Bagas pun memakaikan helm ke kepala Aleta. Sok romantis Bagas
" Hati-hati Al " ucap Bagas.
__ADS_1
Aleta pun menaiki moge milik Bagas dan langsung melingkarkan tangan nya ke pinggang Bagas, dan meletakkan dagunya ke pundak Bagas. Senyum Bagas pun mengembang dibalik helm full face nya. Memandang Aleta yang tengah tersenyum dibalik punggungnya.
" Gue bahagia sama lo Al ,, dan akan selalu bahagia " ucap Bagas dalam hati