
Setelah menempuh perjalanan kurang dari 30 menit, Bagas dan Aleta pun sampai didepan rumah Aleta. Ya, setelah makan Aleta memilih langsung pulang, sedangkan teman-temannya, itu urusan kedua lelaki itu, Baim dan Nino.
" Yakin nih Gas gak mau mampir dulu " bujuk Aleta
Bagas tersenyum " Lain kali aja Al, ini udah malem lhoo. Gue juga mau balik ke rumah, mau ngabarin Bunda kalo lo mau ke sana " ucap bagas tersenyum
Aleta mengangguk singkat " Yaudah kalo gitu, hati-hati ya, jangan ngebut " pinta Aleta
" Duhh jadi seneng deh kalo diperhatiin pacar " ucap Bagas
Aleta berdecak " Udah sana pulang katanya mau pulang udah malem, hush.. hush.. sana pulang " usir Aleta
" Iya, selamat malam. Mimpiin gue ya, biar indah. Kalo lo gak mimpiin gue ntar gak indah " kata Bagas
" Bodo amat, aing teu peduli " ucap Aleta malas. Lalu masuk ke rumah
Bagas tertawa, masih di tempat semula menunggu Aleta memasuki rumah. Setelah memastikan Aleta masuk kedalam dengan selamat, Bagas pun langsung menancapkan gas nya lalu pergi dari rumah Aleta .
Setelah sampai di rumah, Bagas pun segera memberitahu perihal Aleta yang mau bertemu dengan Bundanya. Bagas memang tinggal dengan orang tuanya, dan masalah apartemen, itu adalah hadiah ulang tahun yang ke 17 dari Ayahnya, sekedar buat kumpul-kumpul dengan teman-teman nya.
" Assalamualaikum Bunda " ucapnya memasuki rumah
" Waalaikumsalam " sahut Bunda Liya di dapur
" Masak apa Bun " tanya Bagas
" Buat sup.Oh iya, pacar kamu jadi kan dateng ke sini nemuin Bunda " imbuhnya
" Jadi dong " jawab Bagas mantap
" Ok "
" Secantik apa sih pacar kamu itu, sampe kamu gak mau dijodohin sama Moza " ucap Bunda Liya sambil memotong sayuran
" Bun, bisa gak sih gak usah bahas-bahas Moza. Aku udah bilang kan sama Ayah, sama Bunda juga kalo aku gak mau dijodohin sama keju " ucap Bagas tegas
" Moza Bagas, Moza. Namanya Moza dan kamu sembarangan ganti-ganti nama orang " protes Bunda Liya
__ADS_1
" Terserah Bunda mau ngomong apa, yang penting aku menolak dengan tegas buat dijodohin sama keju . Aku cinta sama Aleta, dan akan selamanya cinta. Sekeras apapun Bunda sama Ayah mau ngejodohin aku sama keju, aku bakal tetep milih Aleta " ucap Bagas lalu pergi.
Terdengar helaan nafas berat dari Bunda Liya
" Bunda juga gak mau maksa-maksa kamu nak, ini semua bentuk terima kasih atas apa yang udah orang tua Moza lakukan buat kita " ucap Bunda Liya sedih. " Semoga Aleta memang pilihan yang tepat buat kamu nak "
Moza Aurelia, gadis cantik blasteran Indo-Amerika. Dan sekarang dia sedang melanjutkan studinya di Amerika. Perjodohan yang dilakukan orang tua keduanya itu sebenarnya adalah balasan hutang budi keluarganya Bagas kepada orang tua Moza. Dan inilah salah satu alasan Bagas mengajak Aleta untuk menemui orang tuanya, berharap mereka mengerti bahwa Bagas mencintai gadis lain, yaitu Aleta Anindya. Disinilah sekarang Bagas berada, memikirkan cara agar orang tuanya membatalkan perjodohan nya dengan gadis bernama Moza, yang selalu Bagas panggil dengan sebutan keju.
" Gimana ya caranya ngomong sama si keju buat batalin perjodohan ini " pikir Bagas
" Dia tau gak ya kalo mau dijodohin ama gue " ucapnya sambil memandang foto Moza yang diberikan oleh Ayahnya.
" Cantik sih "
" Tapi masih jauh sama Aleta. Cantikan juga pacar gue, baik lagi "
Tok.. tok.. tok..
Suara ketukan pintu kamar Bagas pun terdengar
" Sayang, ini Ayah udah pulang katanya mau ngomong sama kamu " ucap Bunda Liya dibalik pintu
" Bagas capek Bun, bilang sama Ayah besok aja " teriak Bagas.
" Yaudah kamu tidur aja, nanti Bunda yang ngomong sama Ayah " ucap Bunda Liya
Setelah suara Bunda Liya sudah tak terdengar, Bagas pun mengambil ponselnya dan langsung menghubungi Aleta.
Tut.. tut. tut..
Tak lama kemudian
" Halo " ucapnya di sebrang sana
" Halo, Bagas "
" Gas lo masih disitu kan " terdengar lagi suaranya di sebrang
__ADS_1
Bagas tersenyum " Masih kok Al " ucap Bagas
" Belum tidur? " tanya Bagas
" Belum, gak bisa tidur Gas " ucap Aleta
" Kenapa " tanya Bagas
" Gak tau juga sih Gas, perasaan gue gelisah aja sih, tiba-tiba inget sama lo. Lo baik-baik aja kan Gas " cercah Aleta
Bagas terkekeh " Lo kangen ma gue ya " kata Bagas " Gue baik-baik aja Al "
Entahlah tapi memang itu yang Aleta rasakan, berpikir jika Bagas akan meninggalkannya, berpikir terjadi sesuatu dengan Bagas. Insting pacar kalii Hhhe
" Iya gue kangen " jujur Aleta
Bagas terkekeh " Jujur banget sih Al, kan jadi senang gue " ucap Bagas
Terdengar Aleta menghela nafas " Gas " panggil Aleta
Bagas berdehem
" Lo gak akan ninggalin gue kan Gas " ucap Aleta serius " Walupun nanti kita put... "
" Kita gak akan putus " potong Bagas cepat
" Tapi kan " Aleta menggantungkan kalimatnya
" Tapi kenapa " Bagas penasaran
" Karena dare itu " lanjut Bagas
" Aleta " panggil Bagas serius " Dengerin gue baik-baik
" Sampe kapan pun diantara kita gak bakal akan ada yang ngucapin kata putus " ucap Bagas menekan kata DIANTARA.
" Apapun yang terjadi sama kita, lupain Al. Sekarang yang penting, kita ngejalanin hubungan kita dengan bahagia, nyaman " ucap Bagas.
__ADS_1
" Kenapa " tanya Aleta
" Karena gue sayang sama lo "