
" Karena gue sayang sama lo " ucap Bagas pelan.
Aleta terdiam " Jangan becanda deh Gas " ucap Aleta
Bagas terkekeh " Iya iya maaf, gue cuma becanda kok " kata Bagas " Gue sayang sama lo Al " batin Bagas.
" Jangan terlalu berharap Al " batin Aleta
" Udah malem, tidur gih " titah Bagas
" Ok "
" Selamat malam " ucap Aleta
" Malam "
Tut.. Telfon pun terputus
" Andai lo tau perasaan gue yang sebenernya Al " lirih Bagas " Gue gak mau kehilangan lo "
Sementara dikamar Aleta
" Lo b*go Al, lo be*go " makinya
" Lo jangan pernah berharap sama Bagas, yang sama sekali gak ngeharepin lo " lirih Aleta.
" Gue sayang sama lo Bagas " ucap Aleta terisak " GUE SAYANG SAMA LO BAGAS " teriak Aleta dikamar kedap suara tersebut.
Keesokan harinya, Bagas dan Aleta pun nampak berangkat bersama menuju kesekolah, tak ada obrolan sama sekali dari mereka. Sesampainya disekolah, saat Aleta dan Bagas berjalan di Koridor, mereka berpapasan dengan Aldo, sang ketua OSIS.
" Pagi Al " sapa Aldo
Aleta tersenyum kecil " Pagi juga Do "
" Baru nyampe " tanya Aldo
" Gak liat apa kita masih bawa tas " sahut Bagas ketus
" Gue nanya Aleta ya, bukan nanya lo " ucap Aldo
Bagas emosi " Aleta cewek gue, apa yang jadi urusannya, urusan gue juga " kata Bagas tegas
Bagas menarik tangan Aleta pergi .
" Aww.. Bagas sakit " ringis Aleta
" Lo kasar banget sih Gas "
" Lepasin " Aleta meronta
Beruntung sepanjang koridor masih sepi, itu dikarenakan mereka berangkat pagi-pagi. Tentu saja karena Bagas menghindari obrolan pagi dengan sang Ayah.
Bagas melepaskan cekalannya ketika sampai di rooftop.
" Ada hubungan apa lo sama dia? " ucap Bagas datar
" Aldo maksud lo " ucap Aleta
Bagas mengangguk singkat " Ada hubungan apa " tanya Bagas
Aleta menghela nafas " Lo cemburu "
__ADS_1
" Gue gak cemburu " ucap
" iya gue cemburu " batin Bagas
Aleta tersenyum miris " Kalo lo gak cemburu, ngapain marah "
Bagas terdiam, memalingkan mukanya. Enggan menatap Aleta
" Lo gak bisa jawab kan " ucap Aleta datar
" Itu karena ucapan sama hati lo, gak kontras " imbuh Aleta
" Gue bilang gue gak cemburu Aleta " ucap Aleta
" Gak ada yang rugi kok Gas, kalo lo emang cemburu. Bentar lagi banyak siswa yang dateng, gue mau masuk kelas dulu " ucap Aleta pergi.
" Arrrggghhh "
" Apa susahnya sih Gas lo bilang cemburu " ucap Bagas frustasi
Drrrttt... Ponsel Bagas pun berbunyi
Bagas berdecak, dengan malas ia pun mengangkat telfonnya
" Halo " ucap Bagas
" Kamu sengaja ya berangkat pagi-pagi buat ngehindarin Ayah " terdengar suara barito di sebrang
Dani, dia Ayah Bagas yang sekarang berbicara dengan putranya.
" Bagas ada PR ya lupa ngerjain makanya buru-buru ngerjain di sekolah " alasan Bagas
Ayah Dani menghela nafas " Pulang sekolah Ayah tunggu " ucapnya mematikan sambungan telfon sebelum Bagas menjawab
Setelah mengikuti pelajaran pertama sampai istirahat, Bagas pun langsung menuju kantin. Ada yang berbeda dari Bagas, biasanya Bagas yang ceria, sekarang menjadi Bagas yang murung.
Baim menyenggol lengan Nino menunjuk Bagas dengan dagunya. Nino mengedikkan bahu, lalu bertanya
" Lo kenapa sih Gas, tumben lesu amat kaya gak di kasih makan setaun aja " ucap Nino
Baim mengangguk " Iya, lo gak di kasih uang jajan Gas sama bonyok lo " tanya Baim
Bagas menggeleng. Lalu matanya pun menangkap Aleta yang berjalan menuju kantin diiringi tawanya, mungkin ada yang lucu dari yang diceritakan Tania maupun Raya, begitu pikirnya.
Bagas tersenyum melihat Aleta berjalan menuju mejanya.
Baim berdecak " Dasar bucin akut " Baim pelan
Ketika Aleta duduk Bagas pun menyodorkan makanannya didepan Aleta .
" Lhoo, ini kan punya lo Gas " ucap Aleta
" Makan " titahnya
Aleta menggeleng, menggeser makanannya di depan Bagas " Lo aja gue pesen sendiri aja ama Raya sama Tania "
" Makan Aleta " titah Bagas dingin
" Tap.. " belum selesai mengucapkan kalimatnya, Bagas langsung menatap tajam Aleta. Aleta menelan ludah nya kasar, lalu mengangguk.
" Enak ya yang punya doi, makan aja disuruh-suruh " ucap Raya dramatis.
__ADS_1
Nino pun menggeser makanannya ke depan Raya " Tuh, makan "
Semua pun tertawa.
" Iiih itu kan bekas lo, ogah gue " ucap Raya menggeser makanannya.
" Modus lo gak modal banget No " ucap Baim
" Masa ngasih makanan yang udah lo makan " imbuhnya
Aleta tertawa kecil, itupun tak luput dari pandangan Bagas.
" Kan tadi dia ngode Ray " kata Nino
" Sapa juga yang ngode gue kan cuma bilang, enak ya punya doi, makan aja disuruh-suruh. Bukan berati gue ngode lo, b*go " sewot Raya
" Udah lah Ray, trima aja kali " ucap Tania tertawa.
Nino tersenyum menatap Raya
" Sinting " umpat Raya
Semua pun tertawa, tapi tidak dengan Bagas. Entah kenapa cowok itu suka sekali memandang wajah Aleta yang cantik tanpa polesan make up.
" Gas, mata lo minta dicolok ya " ucap Baim
" Biasa aja dong natap Aleta nya, gak ada yang mau ngambil juga " ucap Tania
" Kenapa? " tanya Aleta
Bagas menggeleng " Lo cantik "
blusshh... Aleta blushing gaes wkwkk
" Hoekkk hoekkk... " Baim menirukan orang muntah
" Apa sih lo Im " sewot Bagas
" Udah tau kali Gas kalo Aleta itu cantik, makanya si ketos SMA kita juga tergila-gila ma Aleta " ucap Bagas, yang dihadiahi tatapan tajam Bagas..
" Wisshh tuh mata tajem amat Gas " kata Nino
" Diem lo No, sejak kapan lo ikut-ikutan Baim " sewot Bagas
" Sekarang " jawab Bain dan Nino.
" Udah-udah ngapain pada ribut sih " lerai Raya
" Kek anak kecil " imbuh Tania
Aleta menghela nafas " Jangan dengerin omongannya si Baim " ucap Aleta
Bagas menatap Aleta seakan bertanya. Aleta pun menggelengkan kepalanya.
" Jan bikin hoax deh im " ucap Tania
" Pencemaran nama baik ini namanya " imbuh Raya
" Tau tuh berita gak jelas " Nino ikutan
" Huhuuuu " sorak semuanya
__ADS_1
" Iya iya terosss aja hujat gue, emang selalu salah gue mah " ucap Baim dramatis